Saat penghitungan suara, perwakilan media massa AS dikarantina

Selasa, 06 November 2012 - 13:55 WIB
Saat penghitungan suara,...
Saat penghitungan suara, perwakilan media massa AS dikarantina
A A A
Sindonews.com – Agar tak terjadi kesimpangsiuran berita dalam penghitungan suara Pilpres Amerika Serikat (AS), perwakilan dari National Election Pool akan dikarantina si sebuah lokasi yang dirahasiakan. Lokasi tempat karantina ini tak memiliki akses internet dan dilarang membawa telepon seluler.

National Election Pool merupakan konsorsium enam lembaga pemberitaan utama di AS. Mereka terdiri dari lima stasiun televisi, ABC, CBS, NBC, CNN, dan Fox, serta satu kantor berita, Associated Press (AP). Perwakilan media massa ini akan masuk ruang karantina sejak Selasa (6/11/2012) pukul 11 pagi waktu setempat dan baru boleh mengirim data ke kantor masing-masing setelah pukul 5 sore.

Selama di ruang karantina, mereka akan memilah-milah data yang disajikan oleh Edison Research, sebuah lembaga survei yang telah ditunjuk oleh National Election Pool. Mereka tidak diizinkan untuk menerbitkan atau menyiarkan informasi yang merujuk pada salah satu negara bagian, hingga perhitungan suara aktual masuk.

Empat tahun lalu, tak sulit untuk menebak kalau Barack Obama unggul atas pesaingnya, Senator John McCain. Namun di Pilpres 2012 ini, jajak pendapat menunjukan persaingan ketat antara Obama dengan kandidat Partai Republik, Mitt Romney. Keduanya punya peluang untuk melangkah ke Gedung Putih.

Informasi yang dikeluarkan anggota National Election Pool memang jadi acuan sebagian besar media dalam memantau hasil pemilu AS. Karenanya, National Election Pool tak mau salah dalam memberi informasi. National Election Pool ingin memberi informasi yang tepat, bukan yang tercepat.

"Kami tidak mendapatkan tekanan dari atasan kami untuk menjadi yang pertama memberitakan siapa yang keluar sebagai pemenang. Kami mendapat tekanan untuk menyajikan berita yang benar," ujar David Pace, Editor AP untuk Pemilihan Umum seperti dikutip dari huffingtonpost.com, Senin (5/11/2012).

“Tidak menarik bagi saya tentang siapa yang menyiarkan berita pertama kali, kedua, ketiga, keempat, atau kelima. Sikap terburu-buru mungkin dianut oleh orang lain, tapi bukan oleh CNN. Kami sama sekali tak mau terburu-buru membuat proyeksi, kami senang jadi yang terakhir,” kata Sam Feist, Kepala Biro CNN di Washington DC.

Menurutnya, tanggung jawab CNN adalah untuk menyediakan sebanyak mungkin informasi baru yang relevan dengan pemirsa. "Ini adalah ketika Anda ingin fakta," kata Feist. "Anda tidak benar-benar peduli tentang pendapat politik pada malam pemilihan," lanjutnya.
(esn)
Berita Terkait
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Pertarungan Retorika...
Pertarungan Retorika Penuh Intrik di Pilpres Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Buku Jadi Senjata Politik AS
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Antusiasme Masyarakat Berikan Suara Tinggi
Berita Terkini
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
48 menit yang lalu
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
1 jam yang lalu
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
3 jam yang lalu
Iran Bombardir Pangkalan...
Iran Bombardir Pangkalan AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman
3 jam yang lalu
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
4 jam yang lalu
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
5 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved