Gaya busana calon first lady pengaruhi jumlah suara?
Senin, 05 November 2012 - 18:21 WIB
Gaya busana calon first lady pengaruhi jumlah suara?
A
A
A
Sindonews.com – Meraih simpati rakyat Amerika Serikat (AS) untuk memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) bukan hanya jadi tugas Barack Obama dan Mitt Romney, dua calon first lady periode mendatang juga mengemban misi serupa. Michelle Obama dan Ann Romney berupaya keras meraih hati warga AS, terutama dari kalangan pemilih wanita, agar memilih suami mereka.
Selain sikap dan kemampuan bertutur, busana yang dikenakan Michelle dan Ann juga diyakini menentukan perolehan suara yang didulang suami masing-masing. Seseorang yang memiliki selera berbusana yang baik, akan memiliki pencitraan yang kuat di mata publik. Setidaknya, itulah yang diyakini beberapa pengamat.
"Secara historis, citra selalu penting untuk alasan politik," kata Veronica Hernandez, seorang pengajar sejarah dan filsafat di AS. "Akan membuat sebuah perbedaan besar, ketika Ann Romney mengenakan busana yang terkesan kurang konservatif. Hal ini akan membuat khawatir para pendukung partai Republik. Sebab, mereka tak mau orang seperti itu mewakili mereka,” lanjutnya.
Michelle dan Ann memiliki latar belakang yang sangat berbeda. Michelle yang mantan pengacara berasal dari keluarga Afro-Amerika. Ia memiliki dua anak perempuan. Sedangkan Ann adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki lima anak laki-laki dan berasal dari keluarga penganut Kristen Mormon yang taat.
Latar belakang inilah yang membuat gaya busana keduanya menjadi sangat berbeda. Michelle kerap tampil dengan busana tanpa lengan dan gaun hitam berenda. Gaya ini acap kali dipuji oleh para pelaku industri fashion.
“Sebagai first lady, Michelle selalu terlihat bagus. Dan, sebagai wanita pertama di AS, ia jelas memiliki gaya tersendiri. Dengan selera mode yang bagus, ia bisa membangun hubungan dengan orang-orang,” jelas Hernandez.
Sementara Ann, lebih banyak tampil dengan gaya busana kuno. Banyak pengamat mode yang memandang sebelah mata penampilan Ann. Menurut majalah mode Women’s Wear Daily, 53.9 pelaku industri mode memberikan suara mereka untuk partai Demokrat yang mengusung Obama. Sedangkan 45,9 persen memilih Republik.
Selain sikap dan kemampuan bertutur, busana yang dikenakan Michelle dan Ann juga diyakini menentukan perolehan suara yang didulang suami masing-masing. Seseorang yang memiliki selera berbusana yang baik, akan memiliki pencitraan yang kuat di mata publik. Setidaknya, itulah yang diyakini beberapa pengamat.
"Secara historis, citra selalu penting untuk alasan politik," kata Veronica Hernandez, seorang pengajar sejarah dan filsafat di AS. "Akan membuat sebuah perbedaan besar, ketika Ann Romney mengenakan busana yang terkesan kurang konservatif. Hal ini akan membuat khawatir para pendukung partai Republik. Sebab, mereka tak mau orang seperti itu mewakili mereka,” lanjutnya.
Michelle dan Ann memiliki latar belakang yang sangat berbeda. Michelle yang mantan pengacara berasal dari keluarga Afro-Amerika. Ia memiliki dua anak perempuan. Sedangkan Ann adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki lima anak laki-laki dan berasal dari keluarga penganut Kristen Mormon yang taat.
Latar belakang inilah yang membuat gaya busana keduanya menjadi sangat berbeda. Michelle kerap tampil dengan busana tanpa lengan dan gaun hitam berenda. Gaya ini acap kali dipuji oleh para pelaku industri fashion.
“Sebagai first lady, Michelle selalu terlihat bagus. Dan, sebagai wanita pertama di AS, ia jelas memiliki gaya tersendiri. Dengan selera mode yang bagus, ia bisa membangun hubungan dengan orang-orang,” jelas Hernandez.
Sementara Ann, lebih banyak tampil dengan gaya busana kuno. Banyak pengamat mode yang memandang sebelah mata penampilan Ann. Menurut majalah mode Women’s Wear Daily, 53.9 pelaku industri mode memberikan suara mereka untuk partai Demokrat yang mengusung Obama. Sedangkan 45,9 persen memilih Republik.
(esn)