Uskup Tawadros pemimpin baru Koptik Kristen Mesir
Senin, 05 November 2012 - 10:47 WIB
Uskup Tawadros pemimpin baru Koptik Kristen Mesir
A
A
A
Sindonews.com - Uskup Tawadros terpilih sebagai Paus baru dari Koptik Kristen di Mesir yang bertugas memimpin minoritas Kristen terbesar di Timur Tengah. Koptik Mesir mengatakan, Uskup Tawadros saat ini masih menjabat sebagai pembantu Uskup Pachomius. Dia akan naik jabatan pada 18 November mendatang.
Pihak gereja Katedral St Mark, Kairo, menerapkan langkah yang ketat dan memastikan tidak ada kecurangan dalam proses pemilihan. Dewan gereja melakukan pemungutan suara untuk memilih sejumlah kandidat yang berasal dari 2400 gereja dan kelompok masyarakat lainya.
Tiga kandidat yang dipilih oleh pihak gereja pada Oktober lalu adalah Uskup Tawadros, Uskup Raphael, dan Pastor Raphael Ava Mina. Nama tiga kandidat tersebut ditulis pada potongan kertas yang memiliki ukuran dan bentuk yang sama.
Kertas tersebut dimasukkan ke dalam bola kristal yang disegel dengan lilin di altar gereja. Seorang anak dengan mata tertutup, kemudian mengambil sebuah kertas dari sebuah mangkuk kaca dan menyerahkannya pada Uskup Pachomius.
Uskup Pachomius kemudian mengambil surat suara dari tangan anak itu dan menunjukkan kepada semua orang berkumpul di katedral dan ternyata kertas tersebut bertuliskan nama Uskup Tawadros . Anak tersebut merupakan salah satu dari 12 anak yang tunjuk oleh pihak gereja.
Seperti diberitakan dalam BBC.co.uk, Senin, (5/11/2012) koptik mengatakan proses pemilihan yang disiarkan secara langsung di stasiun televisi Mesir ini dilakukan untuk memastikan bahwa pilihan ada di tangan Tuhan.
Uskup Tawadros memiliki pengalaman luas dan memiliki keterampilan manajerial yang baik. Semua bakat yang ia miliki akan sangat membantunya memimpin Koptik Mesir yang tengah menghadapi ketidakpastian di sebuah negara yang tengah memperdebatkan peran Islam pasca revolusi Mesir tahun lalu.
Uskup Tawadros menggantikan Pope Shenouda III yang meninggal dunia pada Maret lalu di usia 88 tahun. Pope Shenouda III merupakan pendukung keras persatuan gereja-gereja Kristen. Dia juga sempat bersitegang dengan Presiden Anwar Sadat, khususnya atas perbedaan pandangan tentang masa depan hubungan Mesir dengan Israel.
Pihak gereja Katedral St Mark, Kairo, menerapkan langkah yang ketat dan memastikan tidak ada kecurangan dalam proses pemilihan. Dewan gereja melakukan pemungutan suara untuk memilih sejumlah kandidat yang berasal dari 2400 gereja dan kelompok masyarakat lainya.
Tiga kandidat yang dipilih oleh pihak gereja pada Oktober lalu adalah Uskup Tawadros, Uskup Raphael, dan Pastor Raphael Ava Mina. Nama tiga kandidat tersebut ditulis pada potongan kertas yang memiliki ukuran dan bentuk yang sama.
Kertas tersebut dimasukkan ke dalam bola kristal yang disegel dengan lilin di altar gereja. Seorang anak dengan mata tertutup, kemudian mengambil sebuah kertas dari sebuah mangkuk kaca dan menyerahkannya pada Uskup Pachomius.
Uskup Pachomius kemudian mengambil surat suara dari tangan anak itu dan menunjukkan kepada semua orang berkumpul di katedral dan ternyata kertas tersebut bertuliskan nama Uskup Tawadros . Anak tersebut merupakan salah satu dari 12 anak yang tunjuk oleh pihak gereja.
Seperti diberitakan dalam BBC.co.uk, Senin, (5/11/2012) koptik mengatakan proses pemilihan yang disiarkan secara langsung di stasiun televisi Mesir ini dilakukan untuk memastikan bahwa pilihan ada di tangan Tuhan.
Uskup Tawadros memiliki pengalaman luas dan memiliki keterampilan manajerial yang baik. Semua bakat yang ia miliki akan sangat membantunya memimpin Koptik Mesir yang tengah menghadapi ketidakpastian di sebuah negara yang tengah memperdebatkan peran Islam pasca revolusi Mesir tahun lalu.
Uskup Tawadros menggantikan Pope Shenouda III yang meninggal dunia pada Maret lalu di usia 88 tahun. Pope Shenouda III merupakan pendukung keras persatuan gereja-gereja Kristen. Dia juga sempat bersitegang dengan Presiden Anwar Sadat, khususnya atas perbedaan pandangan tentang masa depan hubungan Mesir dengan Israel.
(esn)