Setelah 25 tahun, Bank Dunia berikan pinjaman ke Myanmar
Jum'at, 02 November 2012 - 20:40 WIB
Setelah 25 tahun, Bank Dunia berikan pinjaman ke Myanmar
A
A
A
Sindonews.com – Untuk kali pertama dalam kurun 25 tahun, Bank Dunia memberikan pinjaman pada Pemerintah Myanmar. Seperti dikutip dari BBC.co.uk, Jumat (2/11/2012), Bank Dunia telah menyetujui pinjaman sebesar USD80 juta bagi negara termiskin kedua di kawasan Asia itu.
"Saya berbesar hati oleh reformasi yang telah berlangsung di Myanmar dan mendorong Pemerintah Myanmar untuk terus memajukan upaya mereka," kata Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim. Kucuran dana dari Bank Dunia ini terlaksana setelah Amerika Serikat mencabut sanksi dan pembatasan pinjaman pada lembaga keuangan di Myanmar.
Dana pinjaman dari Bank Dunia ini akan digunakan untuk kesejahteraan masyarakat di pedesaan. Seperti untuk membangun jalan, jembatan, sekolah, dan klinik kesehatan. Bank Dunia masih menyediakan pinjaman lain senilai USD165 juta, jika negara itu telah melunasi semua utang-utangnya.
"Kami menargetkan untuk menciptakan kesempatan bagi semua rakyat Myanmar, terutama masyarakat miskin dan rentan," kata Pamela Cox, Wakil Presiden Bank Dunia untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik.
Reformasi telah berlangsung di Myanmar sejak pemilu pada November 2010. Saat itu, pemerintahan militer diganti dengan pemerintah yang didukung oleh militer dan sipil dan dipimpin oleh Presiden Thein Sein.
Di bawah pemerintahan Sein, sejumlah tahanan politik telah dibebaskan dan sensor diperlonggar. Salah satu tahanan politik yang dibebaskan adalah pemimpin oposisi, Aung San Suu Kyi.
"Saya berbesar hati oleh reformasi yang telah berlangsung di Myanmar dan mendorong Pemerintah Myanmar untuk terus memajukan upaya mereka," kata Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim. Kucuran dana dari Bank Dunia ini terlaksana setelah Amerika Serikat mencabut sanksi dan pembatasan pinjaman pada lembaga keuangan di Myanmar.
Dana pinjaman dari Bank Dunia ini akan digunakan untuk kesejahteraan masyarakat di pedesaan. Seperti untuk membangun jalan, jembatan, sekolah, dan klinik kesehatan. Bank Dunia masih menyediakan pinjaman lain senilai USD165 juta, jika negara itu telah melunasi semua utang-utangnya.
"Kami menargetkan untuk menciptakan kesempatan bagi semua rakyat Myanmar, terutama masyarakat miskin dan rentan," kata Pamela Cox, Wakil Presiden Bank Dunia untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik.
Reformasi telah berlangsung di Myanmar sejak pemilu pada November 2010. Saat itu, pemerintahan militer diganti dengan pemerintah yang didukung oleh militer dan sipil dan dipimpin oleh Presiden Thein Sein.
Di bawah pemerintahan Sein, sejumlah tahanan politik telah dibebaskan dan sensor diperlonggar. Salah satu tahanan politik yang dibebaskan adalah pemimpin oposisi, Aung San Suu Kyi.
(esn)