Warga China & Jepang lebih suka Obama
Jum'at, 02 November 2012 - 15:34 WIB
Warga China & Jepang lebih suka Obama
A
A
A
Sindonews.com – Barack Obama ternyata lebih disukai warga China dan Jepang ketimbang Mitt Romney. Sebuah jajak pendapat online yang digelar Ipsos-AFP sepanjang September dan Oktober mengungkapkan hal ini.
Survei Ipsos-AFP menunjukkan, bahwa sebagian besar orang Jepang (81,8 persen) dan China (58,3 persen) berpikir kalau terpilihnya kembali Obama akan berdampak positif untuk pertumbuhan ekonomi Asia. Obama juga diyakini bisa membawa perdamaian dan keamanan di kawasan Asia.
Menurut beberapa analis, kebijakan Obama pada sektor ekonomi dan keamanan membuatnya populer di Asia Timur. Sedangkan komentar Romney tentang dugaan manipulasi mata uang China dan penurunan ekonomi Jepang, membuatnya tak populer di dua negara ini.
"Secara keseluruhan, Asia menginginkan Obama memenangkan pemilu. Ada kemungkinan, bahwa sikap Romney soal mata uang dan perdagangan, serta rencananya untuk memiliki kemampuan militer yang lebih kuat di Pasifik, telah membuat rakyat China lebih memilih Obama,” ungkap Direktur Ipsos Hong Kong, Andrew Lam.
"Sementara di Jepang, rendahnya popularitas Romney kemungkinan disebabkan komentarnya tentang penurunan perekonomian Jepang. Hal ini menimbulkan reaksi negatif di kalangan warga Jepang yang memiliki rasa kebangsaan yang kuat,” lanjut Lam.
Pakar hubungan internasional dari Universitas Tsinghua, Chen Qi, mengatakan, warga China melihat latar belakang Romney yang berasal dari keluarga kaya sebagai faktor minus. "Banyak orang China merasa simpati pada Obama yang dinilai memiliki perhatian lebih pada masyarakat kelas bawah. Obama mengeluarkan kebijakan reformasi di sektor kesehatan dan banyak warga China mendukung hal itu,” papar Qi.
Survei Ipsos-AFP menunjukkan, bahwa sebagian besar orang Jepang (81,8 persen) dan China (58,3 persen) berpikir kalau terpilihnya kembali Obama akan berdampak positif untuk pertumbuhan ekonomi Asia. Obama juga diyakini bisa membawa perdamaian dan keamanan di kawasan Asia.
Menurut beberapa analis, kebijakan Obama pada sektor ekonomi dan keamanan membuatnya populer di Asia Timur. Sedangkan komentar Romney tentang dugaan manipulasi mata uang China dan penurunan ekonomi Jepang, membuatnya tak populer di dua negara ini.
"Secara keseluruhan, Asia menginginkan Obama memenangkan pemilu. Ada kemungkinan, bahwa sikap Romney soal mata uang dan perdagangan, serta rencananya untuk memiliki kemampuan militer yang lebih kuat di Pasifik, telah membuat rakyat China lebih memilih Obama,” ungkap Direktur Ipsos Hong Kong, Andrew Lam.
"Sementara di Jepang, rendahnya popularitas Romney kemungkinan disebabkan komentarnya tentang penurunan perekonomian Jepang. Hal ini menimbulkan reaksi negatif di kalangan warga Jepang yang memiliki rasa kebangsaan yang kuat,” lanjut Lam.
Pakar hubungan internasional dari Universitas Tsinghua, Chen Qi, mengatakan, warga China melihat latar belakang Romney yang berasal dari keluarga kaya sebagai faktor minus. "Banyak orang China merasa simpati pada Obama yang dinilai memiliki perhatian lebih pada masyarakat kelas bawah. Obama mengeluarkan kebijakan reformasi di sektor kesehatan dan banyak warga China mendukung hal itu,” papar Qi.
(esn)