Zombie Walk, permen, dan nilai kebersamaan keluarga
Kamis, 01 November 2012 - 09:55 WIB
Zombie Walk, permen, dan nilai kebersamaan keluarga
A
A
A
Sindonews.com - Dari sekian banyak perayaan tahunan di Amerika, Halloween menjadi favorit banyak orang, dewasa maupun anakanak. Ada berbagai versi tentang makna perayaan Halloween.
Tapi, yang paling umum biasanya perayaan ini dilakukan untuk menandai akhir musim panen, yang juga dimaknai sebagai pertengahan tahun masa gelap. Perayaan yang berakar dari tradisi pagan ini menjadi ajang kesempatan bagi anak-anak untuk berdandan sesuai karakter favorit. Dari berdandan ala balerina, karakter Disney lewat gaun ala putri-putrian,drakula, si kekar Hulk dan lain-lain.
Orang dewasa tak ketinggalan ikut memakai kostum.Wanita dewasa biasanya memanfaatkan momentum ini untuk berdandan seksi dengan embel- embel karakter tertentu, misalnya polisi seksi, pe-rawat seksi, petugas pemadam kebakaran seksi,dan sebagainya. Pesta bertema Halloween biasanya sudah digelar sepekan sebelum Halloween yang berlangsung tanggal 31 Oktober.
Bagi anak-anak, malam Halloween menjadi puncak perayaan. Anak-anak berkostum lengkap berjalan menghampiri satu per satu rumah di wilayah mereka untuk melakukan trick or treat.
Biasanya, sang pemilik rumah mendekorasi rumah mereka dengan hiasan menyeramkan. Dan, tiap kali dihampiri, mereka akan memberikan permen atau cokelat sebagai treat bagi anak-anak berkostum tersebut. Salah satu tema Halloween yang digemari adalah zombie.
Di Phoenix, Arizona, sudah empat tahun terakhir ini perayaan Halloween ditandai dengan acara Zombie Walk. Diadakan di pusat kota Phoenix, rombongan yang terdiri dari ribuan zombie ini menelusuri jalan-jalan tertentu.
Samantha Jackson, Community Services Director Phoenix Zombie Walk, menyebut, kegiatan ini berkembang pesat setiap tahun.“Tahun pertama kami perkirakan 30 orang hadir, ternyata 200 orang.Tahun 2010 kami pikir 500 peserta, ternyata kita menarik 2.000 peserta. Tahun lalu lebih dari 4.500 ‘zombie’ ikut serta,belum termasuk mereka yang aktif memotret dari pinggir jalan,” katanya. Tahun ini diperkirakan 8.000 peserta ikut meramaikan acara yang juga dibarengi acara sosial.
Setiap peserta dianjurkan menyumbangkan makanan kaleng dan sebagai gantinya mereka diberi make-upgratis ala zombie. Peserta datang dari berbagai pelosok negara bagian Arizona. Sebagian datang dari luar Arizona.“Saya senang berdandan ala zombie.
Terlihat seram dan kotor tapi tetap menyenangkan,” ujar Jillian Hogan dari California. Bagi Nicole Bateman,Zombie Walk menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, ia hadir dengan kedua anaknya yang masih berusia di bawah 10 tahun.
“Awalnya, saya pikir mereka takut karena banyak anak kecil yang menjerit ketakutan. Ternyata, mereka tenang saja. Mungkin karena mereka juga berdandan ala zombie jadi mereka yakin kalau zombie itu cuma khayalan semata,”ujar Nicole. Halloween memang bukan perayaan penting dalam kalender nasional Amerika.Tak ada hari libur menyambut Halloween. Yang ada hanya kegiatan mendekorasi rumah, memilih kostum favorit,mengukir labu kuning,dan membagi permen.
Tapi seperti halnya perayaan lain, diantara bisingnya jeritan anak-anak yang ketakutan melihat kostum zombie atau jerit kesenangan karena berhasil mendapatkan sekeranjang permen, makna Halloween menjadi penting sebagai penguat kebersamaan dalam keluarga.
Tapi, yang paling umum biasanya perayaan ini dilakukan untuk menandai akhir musim panen, yang juga dimaknai sebagai pertengahan tahun masa gelap. Perayaan yang berakar dari tradisi pagan ini menjadi ajang kesempatan bagi anak-anak untuk berdandan sesuai karakter favorit. Dari berdandan ala balerina, karakter Disney lewat gaun ala putri-putrian,drakula, si kekar Hulk dan lain-lain.
Orang dewasa tak ketinggalan ikut memakai kostum.Wanita dewasa biasanya memanfaatkan momentum ini untuk berdandan seksi dengan embel- embel karakter tertentu, misalnya polisi seksi, pe-rawat seksi, petugas pemadam kebakaran seksi,dan sebagainya. Pesta bertema Halloween biasanya sudah digelar sepekan sebelum Halloween yang berlangsung tanggal 31 Oktober.
Bagi anak-anak, malam Halloween menjadi puncak perayaan. Anak-anak berkostum lengkap berjalan menghampiri satu per satu rumah di wilayah mereka untuk melakukan trick or treat.
Biasanya, sang pemilik rumah mendekorasi rumah mereka dengan hiasan menyeramkan. Dan, tiap kali dihampiri, mereka akan memberikan permen atau cokelat sebagai treat bagi anak-anak berkostum tersebut. Salah satu tema Halloween yang digemari adalah zombie.
Di Phoenix, Arizona, sudah empat tahun terakhir ini perayaan Halloween ditandai dengan acara Zombie Walk. Diadakan di pusat kota Phoenix, rombongan yang terdiri dari ribuan zombie ini menelusuri jalan-jalan tertentu.
Samantha Jackson, Community Services Director Phoenix Zombie Walk, menyebut, kegiatan ini berkembang pesat setiap tahun.“Tahun pertama kami perkirakan 30 orang hadir, ternyata 200 orang.Tahun 2010 kami pikir 500 peserta, ternyata kita menarik 2.000 peserta. Tahun lalu lebih dari 4.500 ‘zombie’ ikut serta,belum termasuk mereka yang aktif memotret dari pinggir jalan,” katanya. Tahun ini diperkirakan 8.000 peserta ikut meramaikan acara yang juga dibarengi acara sosial.
Setiap peserta dianjurkan menyumbangkan makanan kaleng dan sebagai gantinya mereka diberi make-upgratis ala zombie. Peserta datang dari berbagai pelosok negara bagian Arizona. Sebagian datang dari luar Arizona.“Saya senang berdandan ala zombie.
Terlihat seram dan kotor tapi tetap menyenangkan,” ujar Jillian Hogan dari California. Bagi Nicole Bateman,Zombie Walk menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, ia hadir dengan kedua anaknya yang masih berusia di bawah 10 tahun.
“Awalnya, saya pikir mereka takut karena banyak anak kecil yang menjerit ketakutan. Ternyata, mereka tenang saja. Mungkin karena mereka juga berdandan ala zombie jadi mereka yakin kalau zombie itu cuma khayalan semata,”ujar Nicole. Halloween memang bukan perayaan penting dalam kalender nasional Amerika.Tak ada hari libur menyambut Halloween. Yang ada hanya kegiatan mendekorasi rumah, memilih kostum favorit,mengukir labu kuning,dan membagi permen.
Tapi seperti halnya perayaan lain, diantara bisingnya jeritan anak-anak yang ketakutan melihat kostum zombie atau jerit kesenangan karena berhasil mendapatkan sekeranjang permen, makna Halloween menjadi penting sebagai penguat kebersamaan dalam keluarga.
(esn)