Badai kacaukan kampanye
Selasa, 30 Oktober 2012 - 08:42 WIB
Badai kacaukan kampanye
A
A
A
Sindonews.com - Badai Sandy menjadi “Kejutan Oktober” yang mengacaukan berbagai rencana kampanye terakhir incumbentAmerika Serikat (AS) Barack Obama dan penantangnya, Mitt Romney.
Obama dan Romney terpaksa membatalkan berbagai rencana kampanye di sejumlah negara bagian karena ancaman badai monster tersebut. Badai itu membatalkan berbagai strategi yang telah dirancang para kandidat selama berbulanbulan sebelumnya untuk merebut dukungan pemilih, sepekan sebelum hari pemilu.
“Badai akan membawa malapetaka dalam pertarungan,” ungkap Senator Demokrat dari Virginia, Mark Warner pada Fox News Sunday,dikutip AFP. Pada saat bersamaan,warga di pesisir diperintahkan mengungsi dan jutaan orang khawatir mengalami banjir serta pemadaman listrik. Saat Sandy diperkirakan menerjang Washington, Obama pergi ke Florida untuk kampanye bersama mantan presiden AS Bill Clinton pada Senin (29/10).Namun berbagai rencana kampanye di Virginia,Ohio dan Colorado ditunda akibat ancaman badai tersebut.
Obama kemarin membatalkan kampanye di Florida dan memilih kembali ke Washington DC untuk memantau badai itu. Obama mengaku khawatir dengan warga AS yang menghadapi risiko badai dan secara implisit tidak menghiraukan nasib kampanyenya. “Tentu saja prioritas pertama saya untuk memastikan segalanya telah dipersiapkan untuk para keluarga. Itu sedikit menjadi beban di lapangan,karena saya tidak dapat berkampanye dalam beberapa hari ke depan,” tuturnya.
Romney juga membatalkan sejumlah kampanye di Virginia yang terancam badai.Padahal, negara bagian itu turut menentukan kemenangan setiap capres dalam pemilu mendatang. Dia lebih memilih menuju Ohio yang juga penting untuk menentukan pemenang Gedung Putih. Pasangan Romney, Paul Ryan,menyerukanwargauntuk berdoa, terutama penduduk di pantai Timur yang menjadi jalur badai. “Jangan lupakan teman-teman kita,”katanya. Badai diperkirakan menerjang wilayah AS pada Selasa (30/10) waktusetempat,sebagai bentuk “Kejutan Oktober”.
Datangnya badai ini berpotensi mempengaruhi hasil pemilu mendatang. Meski demikian, dampak politik dalam waktu dekat ini tidak dapat diprediksi. Penasihat Obama, David Axelrod,secara terbuka menyatakan kekhawatirannya bahwa badai dapat mengurangi jumlah partisipasi pemilu dalam pilpres di beberapa negara bagian seperti Virginia. “Tentu kami ingin akses menuju tempat pemungutan suara tidak terkena dampak badai karena kami yakin semakin banyak orang yang datang memilih, hasilnya akan semakin baik,” ujarnya.
Namun badai itu juga memberikan peluang bagi Obama, untuk menunjukkan bahwa dia merupakan pemimpin yang efektif dan tenang, serta mampu mengerahkan segala sumber daya pemerintah di saat rakyat paling membutuhkannya. Sandy juga menjadi ancaman bagi Romney karena dapat mengancam mengurangi popularitasnya menjelang pemilu 6 November karena liputan berita lebih banyak menyoroti masalah badai tersebut. Penasihat Romney, Kevin Madden, menjelaskan bahwa capres Republik itu telah memberikan pesan ke seluruh wilayah yang dilewati badai.Romney menegaskan bahwa keamanan pemilih dan keluarganya menjadi prioritas.
“Saya tidak dapat menyepelekan ini dengan mengatakan tentang pertarungan politik saat Anda memiliki sangat banyak orang saat ini yang terancam dampak badai,” ungkapnya,dikutip AFP. Meski demikian, kubu Demokrat dan Republik saling menyerang, apalagi sejumlah jajak pendapat menunjukkan perebutan suara yang sangat ketat antara kedua capres.
Obama dan Romney terpaksa membatalkan berbagai rencana kampanye di sejumlah negara bagian karena ancaman badai monster tersebut. Badai itu membatalkan berbagai strategi yang telah dirancang para kandidat selama berbulanbulan sebelumnya untuk merebut dukungan pemilih, sepekan sebelum hari pemilu.
“Badai akan membawa malapetaka dalam pertarungan,” ungkap Senator Demokrat dari Virginia, Mark Warner pada Fox News Sunday,dikutip AFP. Pada saat bersamaan,warga di pesisir diperintahkan mengungsi dan jutaan orang khawatir mengalami banjir serta pemadaman listrik. Saat Sandy diperkirakan menerjang Washington, Obama pergi ke Florida untuk kampanye bersama mantan presiden AS Bill Clinton pada Senin (29/10).Namun berbagai rencana kampanye di Virginia,Ohio dan Colorado ditunda akibat ancaman badai tersebut.
Obama kemarin membatalkan kampanye di Florida dan memilih kembali ke Washington DC untuk memantau badai itu. Obama mengaku khawatir dengan warga AS yang menghadapi risiko badai dan secara implisit tidak menghiraukan nasib kampanyenya. “Tentu saja prioritas pertama saya untuk memastikan segalanya telah dipersiapkan untuk para keluarga. Itu sedikit menjadi beban di lapangan,karena saya tidak dapat berkampanye dalam beberapa hari ke depan,” tuturnya.
Romney juga membatalkan sejumlah kampanye di Virginia yang terancam badai.Padahal, negara bagian itu turut menentukan kemenangan setiap capres dalam pemilu mendatang. Dia lebih memilih menuju Ohio yang juga penting untuk menentukan pemenang Gedung Putih. Pasangan Romney, Paul Ryan,menyerukanwargauntuk berdoa, terutama penduduk di pantai Timur yang menjadi jalur badai. “Jangan lupakan teman-teman kita,”katanya. Badai diperkirakan menerjang wilayah AS pada Selasa (30/10) waktusetempat,sebagai bentuk “Kejutan Oktober”.
Datangnya badai ini berpotensi mempengaruhi hasil pemilu mendatang. Meski demikian, dampak politik dalam waktu dekat ini tidak dapat diprediksi. Penasihat Obama, David Axelrod,secara terbuka menyatakan kekhawatirannya bahwa badai dapat mengurangi jumlah partisipasi pemilu dalam pilpres di beberapa negara bagian seperti Virginia. “Tentu kami ingin akses menuju tempat pemungutan suara tidak terkena dampak badai karena kami yakin semakin banyak orang yang datang memilih, hasilnya akan semakin baik,” ujarnya.
Namun badai itu juga memberikan peluang bagi Obama, untuk menunjukkan bahwa dia merupakan pemimpin yang efektif dan tenang, serta mampu mengerahkan segala sumber daya pemerintah di saat rakyat paling membutuhkannya. Sandy juga menjadi ancaman bagi Romney karena dapat mengancam mengurangi popularitasnya menjelang pemilu 6 November karena liputan berita lebih banyak menyoroti masalah badai tersebut. Penasihat Romney, Kevin Madden, menjelaskan bahwa capres Republik itu telah memberikan pesan ke seluruh wilayah yang dilewati badai.Romney menegaskan bahwa keamanan pemilih dan keluarganya menjadi prioritas.
“Saya tidak dapat menyepelekan ini dengan mengatakan tentang pertarungan politik saat Anda memiliki sangat banyak orang saat ini yang terancam dampak badai,” ungkapnya,dikutip AFP. Meski demikian, kubu Demokrat dan Republik saling menyerang, apalagi sejumlah jajak pendapat menunjukkan perebutan suara yang sangat ketat antara kedua capres.
(esn)