Bangun pusat bahasa, Australia masukkan Bahasa Indonesia
Selasa, 30 Oktober 2012 - 08:25 WIB
Bangun pusat bahasa, Australia masukkan Bahasa Indonesia
A
A
A
Sindonews.com - Australia berencana akan membangun pusat bahasa dari berbagai bahasa di negara Asia. Bahasa Indonesia pun akan menjadi salah satu kurikulum bagi setiap sekolah di Australia.
Selain Bahasa Indonesia, bahasa Mandarin,bahasa India dan bahasa Jepang juga akan diajarkan di sekolah. Perdana Menteri (PM) Julia Gillard mengatakan, pihaknya ingin meningkatkan kebijakan melek Asia sebagai bagian dari rencana reformasi pendidikan.
Seperti dikutip CNN,kebijakan ini menguraikan 25 tujuan Australia yang harus dicapai pada tahun 2025 untuk mengambil keuntungan dari pertumbuhan Asia untuk meningkatkan kekayaan Australia.
Hal ini akan menjadi rencana ambisius untuk mengantarkan Australia ke jajaran 10 negara terkaya top dunia pada 13 tahun ke depan dengan memperluas hubungan dengan negara yang terus tumbuh yaitu China dan negara-negara tetangganya.
Melalui dokumen kebijakan Australia di Asia, yang diresmikan pada hari Minggu (28/10), berisi sejumlah tujuan mulia tahun 2025 yang difokuskan pada pendidikan dan bisnis dengan syarat bermitra dengan beberapa negara Asia,seperti China,Korea Selatan (Korsel), Jepang,Indonesia dan India.
Menurut dia,siswa Australia akan memiliki akses prioritas ke seluruh sekolah yang mengajarkan bahasa Mandarin,India,Indonesia dan Jepang.Gillard juga berjanji untuk menghubungkan setiap sekolah dengan mitra Asia melalui kelas online pada tahun 2025.
“Saya akan membuat akses ke bahasa Asia di pusat rencana perbaikan sekolah nasional (kami),”papar Gillard kepada radio ABC, kemarin.Dia menjanjikan, program ini akan menggunakan pendekatan yang jauh lebih luas dan lebih sistematis untuk belajar bahasa di berbagai negara Asia.
Hal itu penting untuk mengirim pesan yang tepat kepada anak-anak tentang betapa pentingnya hal ini untuk masa depan mereka dan karier mereka agar mereka bisa memiliki kemampuan bahasa Asia dan melek Asia secara umum. Menurut laporan AFP, Gillard mengungkapkan bahwa jaringan broadband nasional Australia (NBN), yaitu proyek besar yang bekerja untuk menghubungkan 93% rumah ke Internet super cepat pada 2017 mendatang, akan menjadi kunci untuk menghubungkan dengan kelas dan guru di Asia.
“Kita hidup di era berbagai kemungkinan belajar yang berbeda dan banyaknya pilihan,” papar Gillard.“Pertukaran di NBN ini benar-benar dapat menjadi dua arah,di mana guru bahasa berinteraksi dengan setiap anak,dan kami ingin anak-anak itu berinteraksi dengan anakanak sekolah di Asia.” Gillard mengatakan,dia telah melihat program tersebut telah berjalan antara sekolah Australia dan Korsel yang mengadakan sesi online bersama dan siswa melanjutkan persahabatan mereka di luar pelajaran di jaringan media sosial.
“Anak-anak sebenarnya ingin mengenal satu sama lain dan ingin tahu tentang gaya hidup masing-masing.Dan saya pikir jika Anda bisa melakukan itu maka Anda dapat membantu menginspirasi semangat anakanak,” ungkapnya.
Selain Bahasa Indonesia, bahasa Mandarin,bahasa India dan bahasa Jepang juga akan diajarkan di sekolah. Perdana Menteri (PM) Julia Gillard mengatakan, pihaknya ingin meningkatkan kebijakan melek Asia sebagai bagian dari rencana reformasi pendidikan.
Seperti dikutip CNN,kebijakan ini menguraikan 25 tujuan Australia yang harus dicapai pada tahun 2025 untuk mengambil keuntungan dari pertumbuhan Asia untuk meningkatkan kekayaan Australia.
Hal ini akan menjadi rencana ambisius untuk mengantarkan Australia ke jajaran 10 negara terkaya top dunia pada 13 tahun ke depan dengan memperluas hubungan dengan negara yang terus tumbuh yaitu China dan negara-negara tetangganya.
Melalui dokumen kebijakan Australia di Asia, yang diresmikan pada hari Minggu (28/10), berisi sejumlah tujuan mulia tahun 2025 yang difokuskan pada pendidikan dan bisnis dengan syarat bermitra dengan beberapa negara Asia,seperti China,Korea Selatan (Korsel), Jepang,Indonesia dan India.
Menurut dia,siswa Australia akan memiliki akses prioritas ke seluruh sekolah yang mengajarkan bahasa Mandarin,India,Indonesia dan Jepang.Gillard juga berjanji untuk menghubungkan setiap sekolah dengan mitra Asia melalui kelas online pada tahun 2025.
“Saya akan membuat akses ke bahasa Asia di pusat rencana perbaikan sekolah nasional (kami),”papar Gillard kepada radio ABC, kemarin.Dia menjanjikan, program ini akan menggunakan pendekatan yang jauh lebih luas dan lebih sistematis untuk belajar bahasa di berbagai negara Asia.
Hal itu penting untuk mengirim pesan yang tepat kepada anak-anak tentang betapa pentingnya hal ini untuk masa depan mereka dan karier mereka agar mereka bisa memiliki kemampuan bahasa Asia dan melek Asia secara umum. Menurut laporan AFP, Gillard mengungkapkan bahwa jaringan broadband nasional Australia (NBN), yaitu proyek besar yang bekerja untuk menghubungkan 93% rumah ke Internet super cepat pada 2017 mendatang, akan menjadi kunci untuk menghubungkan dengan kelas dan guru di Asia.
“Kita hidup di era berbagai kemungkinan belajar yang berbeda dan banyaknya pilihan,” papar Gillard.“Pertukaran di NBN ini benar-benar dapat menjadi dua arah,di mana guru bahasa berinteraksi dengan setiap anak,dan kami ingin anak-anak itu berinteraksi dengan anakanak sekolah di Asia.” Gillard mengatakan,dia telah melihat program tersebut telah berjalan antara sekolah Australia dan Korsel yang mengadakan sesi online bersama dan siswa melanjutkan persahabatan mereka di luar pelajaran di jaringan media sosial.
“Anak-anak sebenarnya ingin mengenal satu sama lain dan ingin tahu tentang gaya hidup masing-masing.Dan saya pikir jika Anda bisa melakukan itu maka Anda dapat membantu menginspirasi semangat anakanak,” ungkapnya.
(esn)