Pemerintah Myanmar dituding gagal lindungi Muslim Rohingya
Senin, 29 Oktober 2012 - 08:00 WIB
Pemerintah Myanmar dituding gagal lindungi Muslim Rohingya
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Myanmar dituding telah gagal melindungi agama minoritas di negara itu. Tuduhan ini muncul, setelah kelompok hak asasi manusia yang berbasis di New York, Human Rights Watch (HRW) mengklaim bahwa seluruh distrik di kota pesisir yang dihuni kaum Muslim Rohingya telah hancur akibat kekerasan komunal.
HRW mempublikasikan sebuah gambar yang didapat dari citra satelit. Gambar itu memperlihatkan lebih dari 800 bangunan dan perahu telah dihancurkan di kota Kyaukpyu, di negara bagian Rakhine, sebelah Barat Myanmar.
Menurut HRW, ribuan kaum Muslim Rohingya telah melarikan diri sejak ketegangan dengan umat Budha kembali berkobar di daerah itu. Para pejabat mengatakan bahwa setidaknya 67 orang telah tewas dan 95 terluka dalam sepekan terakhir.
"Pemerintah Myanmar harus bisa memberikan perlindungan dan keamanan bagi kaum Rohingya di negara bagian Rakhine, yang berada di bawah ancaman serangan ganas," kata Phil Robertson, Wakil Direktur HRW untuk Asia.
Pada akhir pekan lalu, puluhan perahu berisi pengungsi Rohingya melarikan diri dari Kyaukpyu. Mereka mengungsi tanpa membawa makanan dan air yang cukup. Para pengungsi ini mencoba lari ke kamp-kamp pengungsi yang sudah penuh sesak di sekitar ibukota negara bagian Rakhine, Sittwe.
Seorang juru bicara Presiden Burma, Thein Sein, mengakui, bahwa telah terjadi masalah di Rakhine. Presiden berjanji, akan mengirim lebih banyak polisi dan tentara ke daerah konflik. “Ada insiden di seluruh desa dan bagian dari kota-kota yang dibakar di negara bagian Rakhine," kata juru bicara itu.
HRW mempublikasikan sebuah gambar yang didapat dari citra satelit. Gambar itu memperlihatkan lebih dari 800 bangunan dan perahu telah dihancurkan di kota Kyaukpyu, di negara bagian Rakhine, sebelah Barat Myanmar.
Menurut HRW, ribuan kaum Muslim Rohingya telah melarikan diri sejak ketegangan dengan umat Budha kembali berkobar di daerah itu. Para pejabat mengatakan bahwa setidaknya 67 orang telah tewas dan 95 terluka dalam sepekan terakhir.
"Pemerintah Myanmar harus bisa memberikan perlindungan dan keamanan bagi kaum Rohingya di negara bagian Rakhine, yang berada di bawah ancaman serangan ganas," kata Phil Robertson, Wakil Direktur HRW untuk Asia.
Pada akhir pekan lalu, puluhan perahu berisi pengungsi Rohingya melarikan diri dari Kyaukpyu. Mereka mengungsi tanpa membawa makanan dan air yang cukup. Para pengungsi ini mencoba lari ke kamp-kamp pengungsi yang sudah penuh sesak di sekitar ibukota negara bagian Rakhine, Sittwe.
Seorang juru bicara Presiden Burma, Thein Sein, mengakui, bahwa telah terjadi masalah di Rakhine. Presiden berjanji, akan mengirim lebih banyak polisi dan tentara ke daerah konflik. “Ada insiden di seluruh desa dan bagian dari kota-kota yang dibakar di negara bagian Rakhine," kata juru bicara itu.
(esn)