Obama ikuti pemilu awal

Sabtu, 27 Oktober 2012 - 10:51 WIB
Obama ikuti pemilu awal
Obama ikuti pemilu awal
A A A
Sindonews.com - Incumbent Barack Obama mencetak sejarah sebagai presiden pertama Amerika Serikat (AS) yang memberikan suara awal sebelum hari pemilu pada Kamis (25/10) waktu setempat.

Obama memberikan suaranya untuk pemilu AS yang resmi digelar pada 6 November mendatang di kampung halamannya, Chicago, dan mendorong warga lainnya agar memberikan suara sebelum hari pemilu seperti dirinya. Obama,yang mungkin menjadi salah satu orang terkondang sedunia, kembali ke kawasan di dekat rumah pribadinya yang kini kosong.

Dia datang dengan pengawalan ketat dan menyerahkan kartu identitasnya untuk pemeriksaan. Obama, senator AS dari negara bagian Illinois sebelum menjadi presiden, memasuki sebuah tempat pemungutan suara (TPS) untuk pemilu awal dan menunjukkan surat izin mengemudi (SIM) sebelum masuk ke bilik suara untuk memberikan suaranya. ”Saya senang karena saya memperbarui SIM saya,” ujar presiden itu setelah seorang petugas jaga TPS meminta melihat foto identitasnya.

Ketika Obama menyerahkannya, petugas itu mengamatinya baik-baik. Dia kemudian menuju ke bilik suara dan berdiri di belakang mesin layar sentuh untuk memberikan suara, dalam gerakan yang ditujukan untuk meyakinkan pendukungnya agar memberikan suaranya lebih awal, demi membantu dia mengungguli rivalnya, Mitt Romney, dari Republikan dalam persaingan yang ketat.

“Bagi kalian semua yang belum memberikan suara lebih awal, saya hanya ingin mengatakan kepada semua orang betapa efisiennya proses ini,” papar Obama kepada para juru warta setelah itu, seperti dikutipReuters.

Dalam kesempatan itu, Obama juga sempat bersenda gurau dengan orang-orang yang memberikan suara pada hari yang sama. Sambil bercanda, presiden AS ke-44 itu memaparkan tidak akan mengungkapkan siapa yang dia pilih dalam pemilu itu.

Setelah memberikan suara, Obama bersiap berkampanye di Ohio, negara bagian yang mampu memengaruhi hasil pemilu di AS, di mana Romney juga menggelar kampanyenya di kawasan tersebut. Sebelum berkampanye, Obama sempat mengunjungi kantor kampanyenya di Chicago.

”Kalau kita berleha-leha dan pemilih kita tidak memberikan suara, kita akan kalah dalam pemilu ini. Sekarang, kabar baiknya adalah kalau para pemilih kita memberikan suara, kita akan jelas memenangkan pemilu ini,” ujar Obama, seperti dikutip AFP.

Ini adalah kali pertama seorang presiden AS memberikan suara dalam pemilu awal. Pemandangan para capres dan pasangan mereka memberikan suara pada Hari Pemilu biasanya menjadi ritual yang mengakhiri musim kampanye yang panjang.

Tapi, pemandangan ini tampaknya tak akan terjadi pada pemilu kali ini.Apalagi, Ibu Negara AS Michelle Obama, juga telah memberikan suaranya.Menurut Presiden, sembari bercanda, istrinya itu memberikan suara baginya. Jadi, ada kemungkinan bahwa pada hari pemilihan nanti, hanya foto Romney, capres di bilik suara yang memberikan suaranya, yang akan banyak diabadikan.

Baik Obama dan Romney sama-sama menekankan pentingnya pemilihan awal. Mereka mendorong para pendukungnya agar memanfaatkan peluang di banyak negara bagian sebagai sarana meningkatkan jumlah kehadiran pemilih.

Hanya kurang dari dua pekan menjelang pemilu, Romney menunjukkan diri sebagai pilihan rakyat. Mantan Gubernur Massachusetts itu berhasil mengungguli Obama dalam beberapa polling. Jajak pendapat terakhir yang dirilis ABC News/Washington Post pada Rabu (24/10) menunjukkan bahwa Romney memimpin 50:47. Angka yang sama juga diperlihatkan dalam jajak pendapat yang dirilis Gallup pada hari yang sama.

Hasil jajak pendapat ini tampaknya menghantui langkah Obama dalam usahanya memenangkan jabatan keduanya di Gedung Putih.Dan,memberikan suara lebih awal untuk pemilu menjadi salah satu senjata Presiden AS itu untuk mempertahankan kekuasaannya.

Sementara,tim kampanyenya menuturkan,statistik yang ada saat ini memperlihatkan Obama mendapatkan keuntungan dari jumlah kehadiran pemilih ke TPS untuk memberikan suara lebih awal.
(esn)
Berita Terkait
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Pertarungan Retorika...
Pertarungan Retorika Penuh Intrik di Pilpres Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Buku Jadi Senjata Politik AS
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Antusiasme Masyarakat Berikan Suara Tinggi
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
6 jam yang lalu
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
7 jam yang lalu
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
8 jam yang lalu
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
9 jam yang lalu
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
10 jam yang lalu
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
11 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved