Lagi, bom mobil meledak di Damaskus
Sabtu, 27 Oktober 2012 - 07:28 WIB
Lagi, bom mobil meledak di Damaskus
A
A
A
Sindonews.com - Sebuah bom mobil berkekuatan besar meledak di Damaskus, Suriah, Jumat (26/10/2012). Akibat bom yang meledak di Hari Raya Idul Adha ini, lima orang tewas dan 32 lainnya mengalami luka-luka. Jumlah tewas kemungkinan masih akan bertambah, mengingat parahnya luka yang diderita para korban.
Seperti dikutip dari thestar, bom meledak di dekat taman bermain anak-anak darurat yang dibangun selama liburan Idul Adha. Taman ini terletak di distrik Daf al-Shok, Selatan Ibu Kota Suriah, Damaskus.
Sebelum bom mobil ini meledak, pertempuran antara pasukan Pemerintah Suriah dengan kaum pemberontak sudah lebih dulu terjadi. Kedua belah pihak telah melanggar kesepakatan gencatan senjata selama Idul Adha.
Militer Suriah mengatakan, mereka hanya menanggapi serangan yang dilakukan oleh para gerilyawan terhadap sebuah pos militer. Pada Kamis 25 Oktober, militer Suriah memang menyatakan mereka akan bereaksi jika pemberontak melancarkan serangan.
Pertempuran dan bom mobil kian membuat suram suasana Idul Adha di Suriah. "Kami tidak merayakan Idul Adha di sini," kata seorang wanita di sebuah kota dekat perbatasan Suriah-Turki. “Tak ada yang bersemangat merayakannya. Setiap orang hanya akan senang, jika mereka masih hidup," ujarnya.
Konflik Suriah telah memperburuk perpecahan di dunia Islam. Kaum Syiah Iran mendukung rezim Presiden Bashar al-Assad, sedangkan negara-negara Arab sekutu Amerika Serikat, seperti Arab Saudi, Turki, dan Qatar mendukung kaum Sunni.
Seperti dikutip dari thestar, bom meledak di dekat taman bermain anak-anak darurat yang dibangun selama liburan Idul Adha. Taman ini terletak di distrik Daf al-Shok, Selatan Ibu Kota Suriah, Damaskus.
Sebelum bom mobil ini meledak, pertempuran antara pasukan Pemerintah Suriah dengan kaum pemberontak sudah lebih dulu terjadi. Kedua belah pihak telah melanggar kesepakatan gencatan senjata selama Idul Adha.
Militer Suriah mengatakan, mereka hanya menanggapi serangan yang dilakukan oleh para gerilyawan terhadap sebuah pos militer. Pada Kamis 25 Oktober, militer Suriah memang menyatakan mereka akan bereaksi jika pemberontak melancarkan serangan.
Pertempuran dan bom mobil kian membuat suram suasana Idul Adha di Suriah. "Kami tidak merayakan Idul Adha di sini," kata seorang wanita di sebuah kota dekat perbatasan Suriah-Turki. “Tak ada yang bersemangat merayakannya. Setiap orang hanya akan senang, jika mereka masih hidup," ujarnya.
Konflik Suriah telah memperburuk perpecahan di dunia Islam. Kaum Syiah Iran mendukung rezim Presiden Bashar al-Assad, sedangkan negara-negara Arab sekutu Amerika Serikat, seperti Arab Saudi, Turki, dan Qatar mendukung kaum Sunni.
(esn)