Jenderal Korut dieksekusi karena mabuk di masa berkabung
Kamis, 25 Oktober 2012 - 07:15 WIB
Jenderal Korut dieksekusi karena mabuk di masa berkabung
A
A
A
Sindonews.com - Kim Chol, Wakil Menteri Angkatan Bersenjata Korea Utara (Korut) diseret ke hadapan regu tembak dan dieksekusi pada Januari silam. Ia dihukum mati karena kedapatan minum alkohol di masa berkabung 100 hari wafatnya Pemimpin Korut, Kim Jong-il.
Seperti dikutip dari chosun, Kamis (25/10/2012), laporan ini baru muncul ke permukaan, setelah anggota Parlemen Majelis Luar Negeri Nasional Yoon Sang-hyun menyampaikan data intelijen.
Pemimpin baru Korut, Kim Jong-un memang memerintahkan pengawasan perilaku jajaran pemimpin partai, pejabat pemerintah, dan anggota militer senior selama masa berkabung awal tahun ini. Eksekusi Kim Chol adalah upaya nyata untuk memaksa para petinggi militer tunduk pada Jong-un.
Tak hanya Kim Chol yang tertangkap dalam aksi pengawasan ini. Selusin Jenderal, termasuk Wakil Kepala Staf Umum Angkatan Darat dan Komandan Korps Garis Depan di tangkap.
Mereka dituduh melakukan pesta minuman keras selama masa berkabung. Selain tuduhan minum alkohol, sederet pejabat ini juga dituding terlibat dalam skandal seks.
“Sepanjang tahun ini, sudah 14 anggota senior partai, pejabat pemerintah, dan pemimpin militer, termasuk Komandan Angkatan Bersenjata Ri Yong-ho dan Gubernur Bank Sentral, Ri Kwang-gon jadi korban aksi pembersihan,” jelas Sang-hyun.
Sang-hyun memprediksi, aksi pembersihan akan terus berlanjut. “Kim Jong-un ingin memperkuat cengkeramannya pada kekuasaan," kata Sang-hyun.
Seperti dikutip dari chosun, Kamis (25/10/2012), laporan ini baru muncul ke permukaan, setelah anggota Parlemen Majelis Luar Negeri Nasional Yoon Sang-hyun menyampaikan data intelijen.
Pemimpin baru Korut, Kim Jong-un memang memerintahkan pengawasan perilaku jajaran pemimpin partai, pejabat pemerintah, dan anggota militer senior selama masa berkabung awal tahun ini. Eksekusi Kim Chol adalah upaya nyata untuk memaksa para petinggi militer tunduk pada Jong-un.
Tak hanya Kim Chol yang tertangkap dalam aksi pengawasan ini. Selusin Jenderal, termasuk Wakil Kepala Staf Umum Angkatan Darat dan Komandan Korps Garis Depan di tangkap.
Mereka dituduh melakukan pesta minuman keras selama masa berkabung. Selain tuduhan minum alkohol, sederet pejabat ini juga dituding terlibat dalam skandal seks.
“Sepanjang tahun ini, sudah 14 anggota senior partai, pejabat pemerintah, dan pemimpin militer, termasuk Komandan Angkatan Bersenjata Ri Yong-ho dan Gubernur Bank Sentral, Ri Kwang-gon jadi korban aksi pembersihan,” jelas Sang-hyun.
Sang-hyun memprediksi, aksi pembersihan akan terus berlanjut. “Kim Jong-un ingin memperkuat cengkeramannya pada kekuasaan," kata Sang-hyun.
(esn)