Enam tewas akibat bom mobil di Damaskus
Kamis, 25 Oktober 2012 - 06:15 WIB
Enam tewas akibat bom mobil di Damaskus
A
A
A
Sindonews.com - Sebuah bom mobil di selatan Damaskus, Suriah, menewaskan enam orang, Rabu (24/10/2012). Seperti dikutip dari news.com.au, selain menewaskan 6 orang, bom mobil ini juga mengakibatkan 20 orang terluka.
Serangan itu terjadi sesaat setelah Utusan Perdamaian Internasional, Lakhdar Brahimi, mengumumkan di Kairo, Mesir, bahwa rezim Suriah dan sebagian besar komandan pemberontak telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata selama empat hari perayaan Hari Raya Idul Adha yang akan dimulai pada Jumat (26/10/2012).
Rezim Presiden Suriah, Bashar al-Assad mengatakan, akan mengambil keputusan pada Kamis (25/10/2012). Sementara Free Syrian Army, kelompok pemberontak terbesar akan menyepakati gencatan senjata bila pasukan pemerintah Suriah terlebih dahulu behenti melancarkan serangan.
Namun, kelompok militan Islam Front Al-Nusra, yang telah mengklaim mayoritas aksi bom bunuh diri dalam konflik Suriah, menolak gencatan senjata. "Tidak ada gencatan senjata di antara kami dan rezim yang telah menumpahkan darah umat Islam," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan yang diposting di internet.
"Jika kita berhasil dengan inisiatif sederhana, gencatan senjata selanjutnya bisa dibangun di atas kesepakatan ini. Ini akan jadi peluncuran sebuah proses politik," kata Brahimi.
Serangan itu terjadi sesaat setelah Utusan Perdamaian Internasional, Lakhdar Brahimi, mengumumkan di Kairo, Mesir, bahwa rezim Suriah dan sebagian besar komandan pemberontak telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata selama empat hari perayaan Hari Raya Idul Adha yang akan dimulai pada Jumat (26/10/2012).
Rezim Presiden Suriah, Bashar al-Assad mengatakan, akan mengambil keputusan pada Kamis (25/10/2012). Sementara Free Syrian Army, kelompok pemberontak terbesar akan menyepakati gencatan senjata bila pasukan pemerintah Suriah terlebih dahulu behenti melancarkan serangan.
Namun, kelompok militan Islam Front Al-Nusra, yang telah mengklaim mayoritas aksi bom bunuh diri dalam konflik Suriah, menolak gencatan senjata. "Tidak ada gencatan senjata di antara kami dan rezim yang telah menumpahkan darah umat Islam," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan yang diposting di internet.
"Jika kita berhasil dengan inisiatif sederhana, gencatan senjata selanjutnya bisa dibangun di atas kesepakatan ini. Ini akan jadi peluncuran sebuah proses politik," kata Brahimi.
(esn)