Pemerintah Myanmar berlakukan jam malam
Rabu, 24 Oktober 2012 - 20:40 WIB
Pemerintah Myanmar berlakukan jam malam
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Myanmar memberlakukan jam malam di Minbya dan Mrauk Oo. Dua kota yang terletak di sebelah Barat Laut negara bagian Rakhine ini, telah menjadi lokasi bentrokan antara umat Budha dan kamu Muslim Rohingya.
“Jam malam telah diberlakukan di kota Minbya dan Mrauk Oo sejak Senin lalu,” kata Hla Thein, Juru Bicara Pemerintah Negara Bagian Rakhine kepada Reuters, Rabu (24/10/2012). Beberapa sumber lokal melaporkan adanya penambahan jumlah anggota polisi di kota-kota ini.
Sehari sebelumnya, tiga orang dilaporkan tewas di Rakhine akibat bentrokan antara kaum Muslim Rohingya dan umat Buddha. Sementara media resmi Pemerintah Myanmar menyebut, ada 2 korban tewas dan 8 terluka dalam aksi bentrokan yang terjadi sejak akhir pekan lalu.
Selain korban tewas, ada lebih dari 1.000 rumah yang dibakar. "Saya tidak yakin situasi telah kembali normal di desa-desa di pinggiran Mrauk Oo," ujar seorang pensiunan guru sekolah, Mya Thein.
Tokoh demokrasi Myanmar, yang saat ini berstatus anggota parlemen, Aung San Suu Kyi, menyebut ketiadaan hukum di negara bagian Rakhine sebagai penyebab terjadinya bentrokan.
"Tentu saja saya khawatir tentang situasi di sana. Sebenarnya, situasi ini dapat diatasi. Harus ada aturan hukum untuk mencegah masalah semacam ini. Hal ini tidak bisa diselesaikan dalam semalam," ujar Suu Kyi.
“Jam malam telah diberlakukan di kota Minbya dan Mrauk Oo sejak Senin lalu,” kata Hla Thein, Juru Bicara Pemerintah Negara Bagian Rakhine kepada Reuters, Rabu (24/10/2012). Beberapa sumber lokal melaporkan adanya penambahan jumlah anggota polisi di kota-kota ini.
Sehari sebelumnya, tiga orang dilaporkan tewas di Rakhine akibat bentrokan antara kaum Muslim Rohingya dan umat Buddha. Sementara media resmi Pemerintah Myanmar menyebut, ada 2 korban tewas dan 8 terluka dalam aksi bentrokan yang terjadi sejak akhir pekan lalu.
Selain korban tewas, ada lebih dari 1.000 rumah yang dibakar. "Saya tidak yakin situasi telah kembali normal di desa-desa di pinggiran Mrauk Oo," ujar seorang pensiunan guru sekolah, Mya Thein.
Tokoh demokrasi Myanmar, yang saat ini berstatus anggota parlemen, Aung San Suu Kyi, menyebut ketiadaan hukum di negara bagian Rakhine sebagai penyebab terjadinya bentrokan.
"Tentu saja saya khawatir tentang situasi di sana. Sebenarnya, situasi ini dapat diatasi. Harus ada aturan hukum untuk mencegah masalah semacam ini. Hal ini tidak bisa diselesaikan dalam semalam," ujar Suu Kyi.
(esn)