Pemindai telanjang mulai disingkirkan dari bandara AS
Rabu, 24 Oktober 2012 - 18:53 WIB
Pemindai telanjang mulai disingkirkan dari bandara AS
A
A
A
Sindonews.com – Alat pemindai telanjang yang bisa menghasilkan gambar kabur dari tubuh telanjang manusia, mulai disingkirkan dari bandara-bandara besar di Amerika Serikat (AS). Sejak Badan Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) AS memasang alat ini pada 2009, gelombang protes memang langsung berdatangan.
“Langkah menghapus mesin kontroversial di bandara New York, Boston, Los Angeles, dan Orlando ini dilakukan untuk mempercepat pergerakan penumpang melalui pos pemeriksaan keamanan,” ujar Juru Bicara TSA Luis Casanova seperti dikutip dari suntimes.
Alat pemindai telanjang ini akan digantikan oleh alat pemindai gelombang milimeter. Alat ini akan mengenali target secara otomatis dengan menggunakan gelombang radio, seperti yang digunakan pada telepon seluler.
Diharapkan, waktu identifikasi untuk seorang penumpang akan turun, dari semula 35 detik menjadi hanya 7 detik. Transisi dari pemindai telanjang ke pemindai gelombang milimeter diharapkan bisa rampung pada Januari 2013.
"Nantinya, apa yang muncul di layar monitor akan sama untuk setiap orang. Akan muncul gambar manusia secara garis besar. Jika Anda lupa untuk mencabut ponsel Anda dari saku, maka ponsel itu muncul sebagai gambar kotak kuning di sekitar daerah saku,” lanjut Casanova.
Sebelumnya, seorang penumpang harus mengosongkan saku baju dan celana mereka. “Dengan pemindai gelombang milimeter, hal itu tak lagi perlu dilakukan. Pemindai gelombang milimeter memungkinkan penumpang melihat apa yang petugas lihat,” tambahnya.
“Langkah menghapus mesin kontroversial di bandara New York, Boston, Los Angeles, dan Orlando ini dilakukan untuk mempercepat pergerakan penumpang melalui pos pemeriksaan keamanan,” ujar Juru Bicara TSA Luis Casanova seperti dikutip dari suntimes.
Alat pemindai telanjang ini akan digantikan oleh alat pemindai gelombang milimeter. Alat ini akan mengenali target secara otomatis dengan menggunakan gelombang radio, seperti yang digunakan pada telepon seluler.
Diharapkan, waktu identifikasi untuk seorang penumpang akan turun, dari semula 35 detik menjadi hanya 7 detik. Transisi dari pemindai telanjang ke pemindai gelombang milimeter diharapkan bisa rampung pada Januari 2013.
"Nantinya, apa yang muncul di layar monitor akan sama untuk setiap orang. Akan muncul gambar manusia secara garis besar. Jika Anda lupa untuk mencabut ponsel Anda dari saku, maka ponsel itu muncul sebagai gambar kotak kuning di sekitar daerah saku,” lanjut Casanova.
Sebelumnya, seorang penumpang harus mengosongkan saku baju dan celana mereka. “Dengan pemindai gelombang milimeter, hal itu tak lagi perlu dilakukan. Pemindai gelombang milimeter memungkinkan penumpang melihat apa yang petugas lihat,” tambahnya.
(esn)