Lebih dari 100 ribu pengungsi Suriah banjiri Lebanon
Selasa, 23 Oktober 2012 - 23:33 WIB
Lebih dari 100 ribu pengungsi Suriah banjiri Lebanon
A
A
A
Sindonews.com - Lebanon telah menjadi negara tetangga ketiga Suriah, setelah Turki dan Yordania yang menampung lebih dari 100 ribu pengungsi akibat perang sipil di Suriah. Jumlah ini diumumkan oleh badan PBB yang mengurusi pengungsi, UNHRC, Selasa (23/10/2012).
Seperti dikutip dari thestar, lebih dari 358 ribu warga Suriah telah melarikan diri dari konflik yang telah berlangsung selama 19 bulan terakhir itu. Selain Turki, Yordania, dan Lebanon, ada pula warga Suriah yang mencari perlindungan di Irak dan Mesir.
"Kami belum melihat kemungkinan penurunan jumlah pengungsi yang melintasi perbatasan Lebanon,” kata Juru Bicara UNHCR, Melissa Fleming, dalam sebuah jumpa pers di Jenewa, Swiss, Selasa (23/10/2012).
UNHCR memperkirakan, hingga akhir tahun ini jumlah pengungsi Suriah yang melarikan diri ke luar negeri bisa menyentuh angka 700 ribu jiwa. Fleming menyerukan dukungan internasional bagi negara-negara tuan rumah pengungsi. "Negara-negara ini tidak boleh dibiarkan untuk memanggul beban seorang diri," katanya.
Fleming juga mendesak negara-negara Eropa untuk tetap membuka perbatasan mereka bagi orang-orang yang melarikan diri dari Suriah dan memberi mereka suaka. Sekitar 16.474 warga Suriah telah mengajukan suaka di negara-negara Uni Eropa, seperti Norwegia atau Swiss.
"Kami telah melihat perlakuan yang tidak merata. Semua tergantung pada sistem suaka di negara-negara di Eropa. Kami juga belum melihat adanya indikasi bahwa perbatasan akan ditutup," kata Fleming.
UNHCR mengatakan, untuk mengantisipasi kemungkinan gencatan senjata selama Idul Adha, pihaknya sedang menyiapkan 10 ribu paket bantuan darurat bagi keluarga pengungsi di daerah sekitar Aleppo, kota terbesar di Suriah.
Seperti dikutip dari thestar, lebih dari 358 ribu warga Suriah telah melarikan diri dari konflik yang telah berlangsung selama 19 bulan terakhir itu. Selain Turki, Yordania, dan Lebanon, ada pula warga Suriah yang mencari perlindungan di Irak dan Mesir.
"Kami belum melihat kemungkinan penurunan jumlah pengungsi yang melintasi perbatasan Lebanon,” kata Juru Bicara UNHCR, Melissa Fleming, dalam sebuah jumpa pers di Jenewa, Swiss, Selasa (23/10/2012).
UNHCR memperkirakan, hingga akhir tahun ini jumlah pengungsi Suriah yang melarikan diri ke luar negeri bisa menyentuh angka 700 ribu jiwa. Fleming menyerukan dukungan internasional bagi negara-negara tuan rumah pengungsi. "Negara-negara ini tidak boleh dibiarkan untuk memanggul beban seorang diri," katanya.
Fleming juga mendesak negara-negara Eropa untuk tetap membuka perbatasan mereka bagi orang-orang yang melarikan diri dari Suriah dan memberi mereka suaka. Sekitar 16.474 warga Suriah telah mengajukan suaka di negara-negara Uni Eropa, seperti Norwegia atau Swiss.
"Kami telah melihat perlakuan yang tidak merata. Semua tergantung pada sistem suaka di negara-negara di Eropa. Kami juga belum melihat adanya indikasi bahwa perbatasan akan ditutup," kata Fleming.
UNHCR mengatakan, untuk mengantisipasi kemungkinan gencatan senjata selama Idul Adha, pihaknya sedang menyiapkan 10 ribu paket bantuan darurat bagi keluarga pengungsi di daerah sekitar Aleppo, kota terbesar di Suriah.
(esn)