Gagal perkirakan gempa, Seismolog Italia terancam dibui
Senin, 22 Oktober 2012 - 20:44 WIB
Gagal perkirakan gempa, Seismolog Italia terancam dibui
A
A
A
Sindonews.com – Sebuah tim yang terdiri dari enam seismolog (ahli gempa bumi) dan seorang pejabat pemerintah di Italia terancam hukuman empat tahun penjara. Seperti dikutip dari aljazeera.com, Senin (22/10/2012), vonis akan dijatuhkan Pengadilan Italia besok.
Para seismolog ini telah didakwa dengan tuduhan pembunuhan, karena meremehkan resiko sebelum terjadinya gempa bumi di kota L'Aquila pada 2009 silam. Selain menghancurkan rumah dan gereja, gempa ini juga mengakibatkan 309 orang tewas.
Mereka yang terancam dihukum 4 tahun penjara itu adalah Enzo Boschi (Kepala Lembaga Geofisika Nasional Italia), Giulio Selvaggio (Kepala Pusat Gempa Nasional di Roma), Franco Barberi (Peneliti dari Universitas Roma), Mauro Dolce (Kepala Kantor Perlindungan Sipil), Gian Michele Calvi (Kepala Pusat Pelatihan dan Riset Teknik Gempa Eropa), dan Claudio Eva (Peneliti dari Universitas Genoa).
Jaksa berpendapat, bahwa semua anggota tim gagal memberi peringatan pada para penduduk kota. Padahal, tim itu telah mengamati serangkaian gempa kecil dalam beberapa pekan terakhir sebelum gempa 6,3 skala Richter melanda L'Aquila.
“Para ahli mengecilkan risiko dan gagal meyakinkan penduduk. Tim ini meninggalkan penduduk yang tak siap menghadapi gempa,” kata Jaksa Penuntut, Fabio Picuti, selama persidangan yang sudah berlangsung selama setahun itu.
Menurut Picuti, inti masalah bukan pada soal apakah para ilmuwan itu bisa meramalkan gempa atau tidak. “Mereka ditunjuk pemerintah sebagai ahli untuk mengevaluasi resiko gempa dan menyarankan populasi besar di kota agar waspada akan bahaya gempa,” jelas Picuti.
Kasus ini telah memicu kemarahan di komunitas ilmiah internasional. Mereka mengecam sikap Pemerintah Italia. Lebih dari 5.000 anggota komunitas ilmiah mengirim surat terbuka kepada Presiden Italia, Giorgio Napolitano dan mengecam keras persidangan ini.
Para seismolog ini telah didakwa dengan tuduhan pembunuhan, karena meremehkan resiko sebelum terjadinya gempa bumi di kota L'Aquila pada 2009 silam. Selain menghancurkan rumah dan gereja, gempa ini juga mengakibatkan 309 orang tewas.
Mereka yang terancam dihukum 4 tahun penjara itu adalah Enzo Boschi (Kepala Lembaga Geofisika Nasional Italia), Giulio Selvaggio (Kepala Pusat Gempa Nasional di Roma), Franco Barberi (Peneliti dari Universitas Roma), Mauro Dolce (Kepala Kantor Perlindungan Sipil), Gian Michele Calvi (Kepala Pusat Pelatihan dan Riset Teknik Gempa Eropa), dan Claudio Eva (Peneliti dari Universitas Genoa).
Jaksa berpendapat, bahwa semua anggota tim gagal memberi peringatan pada para penduduk kota. Padahal, tim itu telah mengamati serangkaian gempa kecil dalam beberapa pekan terakhir sebelum gempa 6,3 skala Richter melanda L'Aquila.
“Para ahli mengecilkan risiko dan gagal meyakinkan penduduk. Tim ini meninggalkan penduduk yang tak siap menghadapi gempa,” kata Jaksa Penuntut, Fabio Picuti, selama persidangan yang sudah berlangsung selama setahun itu.
Menurut Picuti, inti masalah bukan pada soal apakah para ilmuwan itu bisa meramalkan gempa atau tidak. “Mereka ditunjuk pemerintah sebagai ahli untuk mengevaluasi resiko gempa dan menyarankan populasi besar di kota agar waspada akan bahaya gempa,” jelas Picuti.
Kasus ini telah memicu kemarahan di komunitas ilmiah internasional. Mereka mengecam sikap Pemerintah Italia. Lebih dari 5.000 anggota komunitas ilmiah mengirim surat terbuka kepada Presiden Italia, Giorgio Napolitano dan mengecam keras persidangan ini.
(esn)