Obama & Romney bersiap untuk debat ketiga
Minggu, 21 Oktober 2012 - 19:01 WIB
Obama & Romney bersiap untuk debat ketiga
A
A
A
Sindonews.com – Barack Obama dan Mitt Romney tengah bersiap untuk debat ketiga mereka. Debat ketiga dan terakhir ini rencananya akan dilangsungkan di Universitas Lynn, Boca Raton, Florida, Senin (22/10/201) waktu setempat. Kebijakan luar negeri Amerika Serilkat (AS) akan jadi isu sentral pada debat ketiga ini.
Seperti dikutip dari Boston Globe, Minggu (21/10/2012), sisa waktu menjelang debat ini dimanfaatkan maksimal oleh Obama dan Romney. Selain menyiapkan bahan debat soal kebijakan luar negeri, Obama dan Romney juga memanfaatkan waktu di akhir pekan ini untuk beristirahat, guna memulihkan kondisi masing-masing.
Obama memilih Camp David di Pegunungan Catoctin, Maryland, sebagai lokasi akhir pekan, sekaligus persiapan. Ia berada di Camp David sejak Jumat (19/10/2012). Obama ditemani oleh
sekelompok penasihat, termasuk Penasihat Keamanan Nasional, Tom Donilon.
Selain Donilon, turut serta dalam rombongan Obama, Kepala Strategi Kampanye David Axelrod dan Penasihat Senior Gedung Putih, David Plouffe. Sementara Romney menghabiskan akhir pekan di Florida bersama dengan timnya.
Kebijakan luar negeri AS telah muncul sebagai isu menonjol dalam pekan-pekan terakhir kampanye Pilpres AS kali ini. Meski jajak pendapat menunjukkan, kalau para pemilih tetap memprioritaskan isu-isu ekonomi, kedua kandidat secara agresif tetap melemparkan isu kebijakan luar negeri AS dalam kampanye mereka.
Dua perstiwa yang menyita perhatian dunia dan melibatkan AS, serangan Konsulat AS di Benghazi, Libya dan bergolaknya kondisi dalam negeri Suriah, kerap dijadikan bahan kampanye oleh Obama dan Romney.
Umumnya, Obama lebih menyukai pendekatan koalisi dan telah berupaya memulangkan pasukan AS dari daerah konflik. “Obama mengambil pendekatan yang sangat berbeda dengan kepemimpinan AS dari pemerintahan George Bush. Sementara Romney, nampaknya ingin kembali pada kebijakan di era Bush,” ujar Michele Flournoy, mantan Wakil Menteri Pertahanan AS.
Seperti dikutip dari Boston Globe, Minggu (21/10/2012), sisa waktu menjelang debat ini dimanfaatkan maksimal oleh Obama dan Romney. Selain menyiapkan bahan debat soal kebijakan luar negeri, Obama dan Romney juga memanfaatkan waktu di akhir pekan ini untuk beristirahat, guna memulihkan kondisi masing-masing.
Obama memilih Camp David di Pegunungan Catoctin, Maryland, sebagai lokasi akhir pekan, sekaligus persiapan. Ia berada di Camp David sejak Jumat (19/10/2012). Obama ditemani oleh
sekelompok penasihat, termasuk Penasihat Keamanan Nasional, Tom Donilon.
Selain Donilon, turut serta dalam rombongan Obama, Kepala Strategi Kampanye David Axelrod dan Penasihat Senior Gedung Putih, David Plouffe. Sementara Romney menghabiskan akhir pekan di Florida bersama dengan timnya.
Kebijakan luar negeri AS telah muncul sebagai isu menonjol dalam pekan-pekan terakhir kampanye Pilpres AS kali ini. Meski jajak pendapat menunjukkan, kalau para pemilih tetap memprioritaskan isu-isu ekonomi, kedua kandidat secara agresif tetap melemparkan isu kebijakan luar negeri AS dalam kampanye mereka.
Dua perstiwa yang menyita perhatian dunia dan melibatkan AS, serangan Konsulat AS di Benghazi, Libya dan bergolaknya kondisi dalam negeri Suriah, kerap dijadikan bahan kampanye oleh Obama dan Romney.
Umumnya, Obama lebih menyukai pendekatan koalisi dan telah berupaya memulangkan pasukan AS dari daerah konflik. “Obama mengambil pendekatan yang sangat berbeda dengan kepemimpinan AS dari pemerintahan George Bush. Sementara Romney, nampaknya ingin kembali pada kebijakan di era Bush,” ujar Michele Flournoy, mantan Wakil Menteri Pertahanan AS.
(esn)