Surat kabar Brasil tolak Google News
Minggu, 21 Oktober 2012 - 16:13 WIB
Surat kabar Brasil tolak Google News
A
A
A
Sindonews.com – Koran-koran di Brasil telah sepakat untuk menolak Google News. Seperti dikutip dari BBC.co.uk, Sabtu (20/10/2012), 154 anggota Asosiasi Surat Kabar Nasional Brasil menyepakati rekomendasi yang melarang Google News menggunakan konten mereka. Asosiasi mengatakan, Google News menolak untuk membayar mereka dan malah menjauhkan pembaca dari situs koran-koran tersebut.
"Bergabung dengan Google News tidak meningkatkan pertumbuhan pembaca di situs kami. Malah sebaliknya, jumlah pengunjung kian menurun,” kata Presiden Asosiasi Surat Kabar Nasional Brasil, Carlos Fernando Lindenberg Neto. Padahal sebelumnya, Google menyatakan bahwa bergabung dengan Google News akan meningkatkan jumlah pengunjung ke situs koran-koran itu.
"Dengan memberikan beberapa baris pertama dari berita kami kepada pengguna internet, layanan Google News justru mengurangi kemungkinan para pembaca akan melihat seluruh cerita di website kami," lanjut Neto.
Kesepakatan antara Google dengan Asosiasi Surat Kabar Nasional Brasil terjalin pada Desember 2010. Kesepakatan ini memungkinkan Google News untuk menampilkan lead berita Koran-koran di Brasil. Semula, hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan rasa ingin tahu pembaca dan mengarahkan pembaca untuk mengunjungi situs koran-koran di Brasil.
Pada pertemuan baru-baru ini dengan American Press Association di Sao Paulo, Google membela keputusannya untuk tidak membayar atas penampilan lead dari situs-situs berita koran Brasil. "Google News adalah saluran satu miliar klik ke situs berita di seluruh dunia," kata Direktur Kebijakan Publik Google, Marcel Leonardi.
Dia membandingkan tuntutan itu dengan pengenaan pajak pada para sopir taksi saat menunggu dan mengambil penumpang yang tengah makan di restoran tertentu.
Meski memutuskan untuk meninggalkan Google News, namun berita-berita dari koran-koran di Brasil masih tetap bisa diakses melalui Google. Pengguna internet yang menggunakan mesin pencari melalui Google, masih tetap bisa menemukan konten dari situs surat kabar di Brasil.
"Bergabung dengan Google News tidak meningkatkan pertumbuhan pembaca di situs kami. Malah sebaliknya, jumlah pengunjung kian menurun,” kata Presiden Asosiasi Surat Kabar Nasional Brasil, Carlos Fernando Lindenberg Neto. Padahal sebelumnya, Google menyatakan bahwa bergabung dengan Google News akan meningkatkan jumlah pengunjung ke situs koran-koran itu.
"Dengan memberikan beberapa baris pertama dari berita kami kepada pengguna internet, layanan Google News justru mengurangi kemungkinan para pembaca akan melihat seluruh cerita di website kami," lanjut Neto.
Kesepakatan antara Google dengan Asosiasi Surat Kabar Nasional Brasil terjalin pada Desember 2010. Kesepakatan ini memungkinkan Google News untuk menampilkan lead berita Koran-koran di Brasil. Semula, hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan rasa ingin tahu pembaca dan mengarahkan pembaca untuk mengunjungi situs koran-koran di Brasil.
Pada pertemuan baru-baru ini dengan American Press Association di Sao Paulo, Google membela keputusannya untuk tidak membayar atas penampilan lead dari situs-situs berita koran Brasil. "Google News adalah saluran satu miliar klik ke situs berita di seluruh dunia," kata Direktur Kebijakan Publik Google, Marcel Leonardi.
Dia membandingkan tuntutan itu dengan pengenaan pajak pada para sopir taksi saat menunggu dan mengambil penumpang yang tengah makan di restoran tertentu.
Meski memutuskan untuk meninggalkan Google News, namun berita-berita dari koran-koran di Brasil masih tetap bisa diakses melalui Google. Pengguna internet yang menggunakan mesin pencari melalui Google, masih tetap bisa menemukan konten dari situs surat kabar di Brasil.
(esn)