Dua bom tewaskan 8 orang di Irak
Minggu, 21 Oktober 2012 - 15:55 WIB
Dua bom tewaskan 8 orang di Irak
A
A
A
Sindonews.com – Dua bom yang meledak di sebuah pasar di Distrik Kadhimiya, Baghdad, Irak, Sabtu (20/10/2012). Seperti dikuti dari The Star, ledakan bom ini menewaskan 8 orang dan melukai 38 lainnya. Ledakan terjadi saat pasar sedang ramai oleh para pengunjung.
“Bom meledak di dalam pasar umum yang tengah sibuk. Kami mendengar ledakan keras dan langsung berlari untuk melihat apa yang terjadi. Ada kekacauan besar di dekat lokasi ledakan. Pakaian, makanan, dan bagian tubuh manusia ada di mana-mana," kata seorang polisi di lokasi kejadian.
Sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak. "Banyak orang yang terluka. Orang-orang berteriak-teriak mencari keluarga mereka," lanjutnya. Ledakan yang menghantam Ibu Kota Irak menjelang Hari Raya Idul Adha ini sudah diprediksi sebelumnya. Para pejabat keamanan Irak percaya, bahwa afiliasi Al Qaeda dan gerilyawan Sunni akan coba melakukan serangan besar jelang Hari Raya Idul Adha.
Selama September lalu, korban tewas akibat serangan kaum militan di Irak mencapai angka tertinggi, yakni 365 orang. Sebagian besar dari korban tewas akibat serangan bom. Irak terjebak dalam pembantaian sektarian sesaat setelah penggulingan Saddam Hussein pada tahun 2003.
Meskipun jumlah korban tewas menurun dibanding periode puncak pada 2006-2007, kekerasan kerap terjadi di negara ini. Setelah pasukan Amerika Serikat angkat kaki, ketegangan politik antara suku dominan di Irak, kaum Syiah, dengan kaum Sunni dan Kurdi terus terjadi.
“Bom meledak di dalam pasar umum yang tengah sibuk. Kami mendengar ledakan keras dan langsung berlari untuk melihat apa yang terjadi. Ada kekacauan besar di dekat lokasi ledakan. Pakaian, makanan, dan bagian tubuh manusia ada di mana-mana," kata seorang polisi di lokasi kejadian.
Sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak. "Banyak orang yang terluka. Orang-orang berteriak-teriak mencari keluarga mereka," lanjutnya. Ledakan yang menghantam Ibu Kota Irak menjelang Hari Raya Idul Adha ini sudah diprediksi sebelumnya. Para pejabat keamanan Irak percaya, bahwa afiliasi Al Qaeda dan gerilyawan Sunni akan coba melakukan serangan besar jelang Hari Raya Idul Adha.
Selama September lalu, korban tewas akibat serangan kaum militan di Irak mencapai angka tertinggi, yakni 365 orang. Sebagian besar dari korban tewas akibat serangan bom. Irak terjebak dalam pembantaian sektarian sesaat setelah penggulingan Saddam Hussein pada tahun 2003.
Meskipun jumlah korban tewas menurun dibanding periode puncak pada 2006-2007, kekerasan kerap terjadi di negara ini. Setelah pasukan Amerika Serikat angkat kaki, ketegangan politik antara suku dominan di Irak, kaum Syiah, dengan kaum Sunni dan Kurdi terus terjadi.
(esn)