Gedung Putih bantah laporan New York Times
Minggu, 21 Oktober 2012 - 15:33 WIB
Gedung Putih bantah laporan New York Times
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Amerika Serikat (AS) membantah laporan yang menyebut AS akan mengadakan pertemuan bilateral dengan Iran untuk membahas program nuklir Iran. Seperti dikutip dari The Star, Minggu (21/10/2012), kemungkinan soal adanya pertemuan AS dengan Iran ini dilaporkan oleh koran The New York Times, Sabtu (20/10/2012).
New York Times mengutip para pejabat yang tidak disebutkan namanya, yang mengatakan kalau kedua negara telah sepakat untuk melakukan negosiasi bilateral, setelah terjadinya pertemuan rahasia antara pejabat AS dan Iran.
Gedung Putih dengan cepat membantah laporan itu. "Tidak benar bahwa Amerika Serikat dan Iran telah setuju untuk melakukan pembicaraan satu dengan satu seusai agenda Pemilihan Presiden AS,” kata Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional, Tommy Vietor dalam sebuah pernyataan.
"Kami terus bekerja dengan P5 +1 pada solusi diplomatik dan telah mengatakan dari awal, bahwa kami akan siap untuk bertemu secara bilateral," lanjutnya. Kelompok P5 +1 terdiri dari anggota tetap Dewan Keamanan PBB, yakni AS, Inggris, China, Perancis dan Rusia, plus Jerman.
Iran sendiri telah menegaskan, bahwa pembicaraan dengan Washington tidak akan dimulai sampai usainya agenda pemilihan presiden AS, 6 November mendatang. Menurut New York Times, sikap Iran ini menggambarkan kalau negara itu menunggu siapa yang akan jadi Presiden AS periode mendatang, apakah Barack Obama atau Mitt Romney.
AS telah meminta kelompok P5 +1 untuk menekan Iran atas program nuklirnya. Tetapi, upaya ini tak terlalu membuahkan hasil. AS dan negara-negara Barat lainnya telah menuduh bahwa program nuklir Iran ditujukan untuk mengembangkan senjata nuklir, namun Teheran bersikeras kalau program ini dilakukan untuk tujuan damai.
New York Times mengutip para pejabat yang tidak disebutkan namanya, yang mengatakan kalau kedua negara telah sepakat untuk melakukan negosiasi bilateral, setelah terjadinya pertemuan rahasia antara pejabat AS dan Iran.
Gedung Putih dengan cepat membantah laporan itu. "Tidak benar bahwa Amerika Serikat dan Iran telah setuju untuk melakukan pembicaraan satu dengan satu seusai agenda Pemilihan Presiden AS,” kata Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional, Tommy Vietor dalam sebuah pernyataan.
"Kami terus bekerja dengan P5 +1 pada solusi diplomatik dan telah mengatakan dari awal, bahwa kami akan siap untuk bertemu secara bilateral," lanjutnya. Kelompok P5 +1 terdiri dari anggota tetap Dewan Keamanan PBB, yakni AS, Inggris, China, Perancis dan Rusia, plus Jerman.
Iran sendiri telah menegaskan, bahwa pembicaraan dengan Washington tidak akan dimulai sampai usainya agenda pemilihan presiden AS, 6 November mendatang. Menurut New York Times, sikap Iran ini menggambarkan kalau negara itu menunggu siapa yang akan jadi Presiden AS periode mendatang, apakah Barack Obama atau Mitt Romney.
AS telah meminta kelompok P5 +1 untuk menekan Iran atas program nuklirnya. Tetapi, upaya ini tak terlalu membuahkan hasil. AS dan negara-negara Barat lainnya telah menuduh bahwa program nuklir Iran ditujukan untuk mengembangkan senjata nuklir, namun Teheran bersikeras kalau program ini dilakukan untuk tujuan damai.
(esn)