Ketagihan Facebook, Sethi sewa orang untuk menampar pipinya
Sabtu, 20 Oktober 2012 - 07:29 WIB
Ketagihan Facebook, Sethi sewa orang untuk menampar pipinya
A
A
A
Sindonews.com – Gara-gara tak bisa mengontrol kegemaran mengakses situs sosial facebook, seorang penulis blog di New York, AS, Maneesh Sethi, sampai merasa perlu mempekerjakan seseorang untuk mengingatkan dirinya. Seperti dikutip dari Iol.co.za, Jumat (19/10/2012), cara yang dipilih untuk meredam hasrat Sethi mengakses facebook cukup ekstrim.
Sethi mempekerjakan seorang wanita bernama Kara, dengan bayaran USD 8 per jam, hanya untuk menampar pipinya! Setiap kali Sethi mulai mengakses facebook di jam kerja, Kara yang duduk disampingnya, langsung menampar pipi Sethi.
Menurut Sethi, ia merasa malu setelah menyadari kalau dirinya menghabiskan sekitar 19 jam setiap minggu untuk mengakses facebook. "Manusia adalah makhluk sosial, kita tidak dirancang untuk hidup dan bekerja sendiri,” tulis Sethi dalam blog nya.
"Saat ini, rata-rata pekerja duduk di depan komputer dan seringkali tanpa pengawasan. Jadi, tidak mengherankan kalau dalam satu pekan, kita hanya produktif di tiga hari saja. Sebagian besar waktu saya dihabiskan untuk bekerja di depan komputer. Dan, saya baru sadar kalau sebagian besar waktu itu saya habiskan dengan kegiatan yang tidak produktif,” lanjutnya.
Sethi mempekerjakan seorang wanita bernama Kara, dengan bayaran USD 8 per jam, hanya untuk menampar pipinya! Setiap kali Sethi mulai mengakses facebook di jam kerja, Kara yang duduk disampingnya, langsung menampar pipi Sethi.
Menurut Sethi, ia merasa malu setelah menyadari kalau dirinya menghabiskan sekitar 19 jam setiap minggu untuk mengakses facebook. "Manusia adalah makhluk sosial, kita tidak dirancang untuk hidup dan bekerja sendiri,” tulis Sethi dalam blog nya.
"Saat ini, rata-rata pekerja duduk di depan komputer dan seringkali tanpa pengawasan. Jadi, tidak mengherankan kalau dalam satu pekan, kita hanya produktif di tiga hari saja. Sebagian besar waktu saya dihabiskan untuk bekerja di depan komputer. Dan, saya baru sadar kalau sebagian besar waktu itu saya habiskan dengan kegiatan yang tidak produktif,” lanjutnya.
(esn)