Bom mobil meledak di Beirut, 8 tewas
Jum'at, 19 Oktober 2012 - 21:13 WIB
Bom mobil meledak di Beirut, 8 tewas
A
A
A
Sindonews.com – Sebuah bom mobil meledak di sebuah jalan di pusat kota Beirut, Libanon, Jumat (19/10/2012) siang. Seperti dikutip dari sbs.com.au, ledakan ini menewaskan sedikitnya delapan orang dan melukai sekitar 80 lainnya. Ini adalah serangan pertama di Ibu Kota Libanon itu sejak 2008.
Akibat ledakan ini, dua bangunan apartemen di jalan Sassine Square, Ashrafieh, hancur berantakan. Petugas Palang Merah Nampak berusaha mengeluarkan korban dari sebuah bangunan yang masih terbakar.
Georges Kettaneh, yang bertanggung jawab atas operasi Palang Merah di Libanon, mengatakan, sedikitnya 37 orang terluka. "Kami mendengar ledakan kuat. Seolah bumi berguncang di bawah kaki kami," kata Roland, salah satu saksi mata.
Setelah kejadian itu, warga yang panik berlarian mencari kerabat mereka yang tinggal di daerah itu. Sementara sebagian lagi ikut membantu membawa yang terluka ke ambulans. Pasukan keamanan langsung berdatangan ke lokasi ledakan.
Kuatnya ledakan membuat balkon-balkon di apartemen runtuh, jendela hancur, dan mobil-mobil hancur akibat tertimpa runtuhan puing. "Bom mobil menghancurkan sebagian bangunan di daerah tersebut," kata seorang perwira polisi di lokasi kejadian.
Aksi pemboman ini terjadi di dekat markas partai Kristen Phalangis. Bom ini kian meningkatkan ketegangan di Libanon, sebagai buntut terjadinya konflik di Suriah. Konflik di Suriah yang melibatkan kaum Sunni dan Syiah, ternyata juga memicu ketegangan di antara kaum Syiah dan Sunni Libanon.
Akibat ledakan ini, dua bangunan apartemen di jalan Sassine Square, Ashrafieh, hancur berantakan. Petugas Palang Merah Nampak berusaha mengeluarkan korban dari sebuah bangunan yang masih terbakar.
Georges Kettaneh, yang bertanggung jawab atas operasi Palang Merah di Libanon, mengatakan, sedikitnya 37 orang terluka. "Kami mendengar ledakan kuat. Seolah bumi berguncang di bawah kaki kami," kata Roland, salah satu saksi mata.
Setelah kejadian itu, warga yang panik berlarian mencari kerabat mereka yang tinggal di daerah itu. Sementara sebagian lagi ikut membantu membawa yang terluka ke ambulans. Pasukan keamanan langsung berdatangan ke lokasi ledakan.
Kuatnya ledakan membuat balkon-balkon di apartemen runtuh, jendela hancur, dan mobil-mobil hancur akibat tertimpa runtuhan puing. "Bom mobil menghancurkan sebagian bangunan di daerah tersebut," kata seorang perwira polisi di lokasi kejadian.
Aksi pemboman ini terjadi di dekat markas partai Kristen Phalangis. Bom ini kian meningkatkan ketegangan di Libanon, sebagai buntut terjadinya konflik di Suriah. Konflik di Suriah yang melibatkan kaum Sunni dan Syiah, ternyata juga memicu ketegangan di antara kaum Syiah dan Sunni Libanon.
(esn)