Edisi cetak Newsweek dihentikan
Jum'at, 19 Oktober 2012 - 19:59 WIB
Edisi cetak Newsweek dihentikan
A
A
A
Sindonews.com – Setelah 80 tahun terbit, salah satu majalah mingguan paling berpengaruh di Amerika Serikat (AS) dan dunia, Newsweek, akan menghentikan edisi cetak mereka. Seperti dikutip dari businesstoday, Jumat (19/10/2012), edisi cetakan terakhir Newsweek akan terbit pada 31 Desember.
Selanjutnya, Newsweek akan berubah wujud menjadi media digital dan hanya akan menyapa pembacanya lewat jalur on line. Newsweek juga akan berubah nama menjadi Newsweek Global. “Kami hanya melakukan transisi dan tidak menyatakan selamat tinggal,” kata Baba Shetty, Chief Executive Officer Newsweek.
Mahalnya harga kertas dan tingginya biaya cetak membuat Newsweek memutuskan untuk hijrah sepenuhnya ke dunia digital. Majalah ini kali pertama terbit pada 1933 dan sempat mencapai oplah lebih dari 4 juta eksemplar di seluruh dunia pada 2003. Pada 2010, oplah majalah itu turun menjadi 1,5 juta.
Kini, dengan kian gencarnya gempuran media on line dan persaingan dengan majalah Time, Newsweek tak punya pilihan selain berubah wujud menjadi Newsweek Global. Rencananya, Newsweek Global akan terbit dalam edisi tunggal untuk seluruh dunia. Mereka mengincar pangsa pasar para pembuat keputusan yang memiliki mobilitas tinggi.
“Newsweek Global akan berbasis langganan dan tersedia untuk pengguna tablet dan Internet, dengan beberapa konten yang tersedia di situs Daily Beast," Tina Brown, editor-in-chief Newsweek.
Selanjutnya, Newsweek akan berubah wujud menjadi media digital dan hanya akan menyapa pembacanya lewat jalur on line. Newsweek juga akan berubah nama menjadi Newsweek Global. “Kami hanya melakukan transisi dan tidak menyatakan selamat tinggal,” kata Baba Shetty, Chief Executive Officer Newsweek.
Mahalnya harga kertas dan tingginya biaya cetak membuat Newsweek memutuskan untuk hijrah sepenuhnya ke dunia digital. Majalah ini kali pertama terbit pada 1933 dan sempat mencapai oplah lebih dari 4 juta eksemplar di seluruh dunia pada 2003. Pada 2010, oplah majalah itu turun menjadi 1,5 juta.
Kini, dengan kian gencarnya gempuran media on line dan persaingan dengan majalah Time, Newsweek tak punya pilihan selain berubah wujud menjadi Newsweek Global. Rencananya, Newsweek Global akan terbit dalam edisi tunggal untuk seluruh dunia. Mereka mengincar pangsa pasar para pembuat keputusan yang memiliki mobilitas tinggi.
“Newsweek Global akan berbasis langganan dan tersedia untuk pengguna tablet dan Internet, dengan beberapa konten yang tersedia di situs Daily Beast," Tina Brown, editor-in-chief Newsweek.
(esn)