Tersangka teroris di AS, terkait pornografi anak

Jum'at, 19 Oktober 2012 - 17:58 WIB
Tersangka teroris di...
Tersangka teroris di AS, terkait pornografi anak
A A A
Sindonews.com – Aparat keamanan Amerika Serikat (AS) menangkap seorang pria, Howard Carter Willie atas tuduhan terkait pornografi anak. Seperti dikutip dari New York Times, Jumat (19/10/2012), pria yang ditangkap di San Diego ini diduga memiliki kaitan dengan seorang pria muda asal Bangladesh, Quazi Mohammad Ahsan Rezwanul Nafis (21) yang berencana meledakan bom di New York, Rabu (17/10/2012).

Sejak Agustus silam, Carter memang sudah diincar. Hasil penelusuran FBI mengungkapan, kalau Carter memiliki lebih dari 1.000 gambar yang terkait pornografi anak. Namun, FBI sengaja belum menangkap Carter. FBI menunggu Nafis bertemu dengan Carter. Nafis sendiri tiba di AS pada Januari silam, dengan menggunakan visa pelajar.

Dalam komunikasi menggunakan e-mail, Carter menyebut Nafis dengan nama panggilan “yaqeen”. FBI mencurigai, Carter adalah kaki tangan Nafis dalam merekrut pengikut untuk melakukan aksi teror di AS.

Nafis ditangkap FBI karena dituduh berencana meledakkan gedung Bank Sentral Amerika dan Pasar Saham di New York. Ia ditangkap di Manhattan. Menurut FBI, Nafis berencana meledakkan sebuah mobil van yang berisi bahan peledak dalam sebuah misi bunuh diri.

Sebenarnya, Nafis memang sudah masuk dalam perangkap yang dirancang FBI. Sebab, 450kg bahan bom yang dibawa Nafis, tidaklah berbahaya. Bahan peledak itu adalah bahan palsu yang sudah ditukar oleh agen-agen FBI. Jadi, saat Nafis memarkir mobil van nya di dekat gedung Bank Sentral dan mencoba meledakkan diri, tak terjadi reaksi apapun.

Sementara itu, Ayah Nafis, Quazi Mohammad Ahsanullah, tak percaya kalau anaknya telah menjadi tersangka aksi teror di AS. Menurut Ahsanullah, anaknya adalah seorang pria pemalu yang kerap kali merasa takut untuk berpergian seorang diri.

“Saya tak percaya kalau anak saya memiliki kaitan dengan grup teroris. Saya mendesak pemerintah Bangladesh untuk membawa pulang anak saya,” ungkap Ahsanullah. Ia baru mengetahui kabar penangkapan Nafis saat seorang kerabatnya memberi tahu lewat telepon. “Ia meminta saya menyalakan televisi. Saya seolah tak percaya dengan apa yang saya lihat dan dengar di televisi soal Nafis,” lanjutnya.
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Aneh tapi Nyata, Gunung...
Aneh tapi Nyata, Gunung Berapi Ini Muntahkan Emas Setiap Hari
21 menit yang lalu
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
1 jam yang lalu
Horor! Jendela Pesawat...
Horor! Jendela Pesawat Terlepas di Tengah Penerbangan, Seorang Penumpang Nyaris Tersedot Keluar
2 jam yang lalu
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
2 jam yang lalu
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
3 jam yang lalu
12 Pegawai Pajak Bantu...
12 Pegawai Pajak Bantu Pengusaha Korupsi Uang Negara Senilai Rp110 Triliun, Dijuluki 'Perampokan Abad Ini'
3 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved