Dubes Inggris minta maaf, isi tweet menyinggung Argentina
Kamis, 18 Oktober 2012 - 21:30 WIB
Dubes Inggris minta maaf, isi tweet menyinggung Argentina
A
A
A
Sindonews.com – Duta Besar Inggris untuk Chili, Jon Benjamin meminta maaf pada pemerintah dan rakyat Argentina karena sudah mengirim tweet yang menyinggung pemerintah dan rakyat Argentina.
Seperti dikutip dari BBC.co.uk, Rabu (17/10/2012), Benjamin menulis pada akun twitter pribadinya, setelah ia mendapatkan tiket untuk menyaksikan pertandingan sepakbola antara Timnas Chili vs Argentina. Partai itu sendiri digelar pada Selasa (16/10/2012) di Stadion National Stadium, Chili.
“Pulau mana yang mereka ambil dari Anda dan untuk apa?” tulis Benjamin sebelum pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2014 antara Chile vs Argentina itu. “Mungkin saya akan mendapatkan jawabannya di National Stadium. Saya sudah memiliki tiket,” lanjut Benjamin dalam tweet yang ditulis dalam bahasa Spanyol.
Tweet Benjamin ini jelas merujuk pada kepulauan Falklands. Kepulauan ini pernah diperebutkan oleh Argentina dan Inggris. Perang memperebutkan kepulauan Falklands dimenangkan oleh Inggris. Dan, suporter Chili biasanya mengejek kekalahan Argentina dalam dalam Perang Falklands dengan nyanyian yang mengatakan, Argentina kehilangan pulau karena semua orang Argentina adalah pengecut.
Benjamin langsung meralat tweet-nya itu. Ia mengatakan, tweet itu muncul karena “sebuah kesalahan”. "Saya memiliki kasih sayang yang besar untuk teman-teman saya di Argentina. Saya juga menghormati tim nasional mereka," kata Benjamin. Menurutnya, pesan ini sebenarnya tak dimaksudkan untuk dipublikasikan lewat twitter, tapi lewat sms.
Kementerian Luar Negeri Inggris pun merespon hal ini. “"Duta besar kami di Chili tampaknya telah bertindak kurang hati-hati dan menyebabkan beberapa kontroversi dalam tweet-nya. Dia telah menghapus tweet itu," kata seorang Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Inggris.
Hingga kini, kepulauan Falklands masih kerap menimbulkan ketegangan antara Inggris dan Argentina, meski perang Falklands sudah terjadi 30 tahun silam. Presiden Argentina, Cristina Fernandez de Kirchner telah memperbaharui klaim Argentina ke pulau-pulau yang dikenal di Amerika Latin sebagai kepulauan Malvinas itu.
Sementara Inggris mengatakan, Argentina harus menghormati keinginan penduduk setempat.
"Selama mereka ingin tetap menjadi bagian dari wilayah Inggris, itu adalah cara yang akan mereka jalani untuk tinggal," kata Perdana Menteri Inggris, David Cameron di awal tahun ini.
Seperti dikutip dari BBC.co.uk, Rabu (17/10/2012), Benjamin menulis pada akun twitter pribadinya, setelah ia mendapatkan tiket untuk menyaksikan pertandingan sepakbola antara Timnas Chili vs Argentina. Partai itu sendiri digelar pada Selasa (16/10/2012) di Stadion National Stadium, Chili.
“Pulau mana yang mereka ambil dari Anda dan untuk apa?” tulis Benjamin sebelum pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2014 antara Chile vs Argentina itu. “Mungkin saya akan mendapatkan jawabannya di National Stadium. Saya sudah memiliki tiket,” lanjut Benjamin dalam tweet yang ditulis dalam bahasa Spanyol.
Tweet Benjamin ini jelas merujuk pada kepulauan Falklands. Kepulauan ini pernah diperebutkan oleh Argentina dan Inggris. Perang memperebutkan kepulauan Falklands dimenangkan oleh Inggris. Dan, suporter Chili biasanya mengejek kekalahan Argentina dalam dalam Perang Falklands dengan nyanyian yang mengatakan, Argentina kehilangan pulau karena semua orang Argentina adalah pengecut.
Benjamin langsung meralat tweet-nya itu. Ia mengatakan, tweet itu muncul karena “sebuah kesalahan”. "Saya memiliki kasih sayang yang besar untuk teman-teman saya di Argentina. Saya juga menghormati tim nasional mereka," kata Benjamin. Menurutnya, pesan ini sebenarnya tak dimaksudkan untuk dipublikasikan lewat twitter, tapi lewat sms.
Kementerian Luar Negeri Inggris pun merespon hal ini. “"Duta besar kami di Chili tampaknya telah bertindak kurang hati-hati dan menyebabkan beberapa kontroversi dalam tweet-nya. Dia telah menghapus tweet itu," kata seorang Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Inggris.
Hingga kini, kepulauan Falklands masih kerap menimbulkan ketegangan antara Inggris dan Argentina, meski perang Falklands sudah terjadi 30 tahun silam. Presiden Argentina, Cristina Fernandez de Kirchner telah memperbaharui klaim Argentina ke pulau-pulau yang dikenal di Amerika Latin sebagai kepulauan Malvinas itu.
Sementara Inggris mengatakan, Argentina harus menghormati keinginan penduduk setempat.
"Selama mereka ingin tetap menjadi bagian dari wilayah Inggris, itu adalah cara yang akan mereka jalani untuk tinggal," kata Perdana Menteri Inggris, David Cameron di awal tahun ini.
(esn)