WNI tewas tertembak di Malaysia
Rabu, 17 Oktober 2012 - 19:31 WIB
WNI tewas tertembak di Malaysia
A
A
A
Sindonews.com - Warga Negara Indonesia (WNI) kembali menjadi korban kekerasan di Malaysia. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) membenarkan adanya WNI yang tewas tertembak di Malaysia.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa menyatakan, WNI tersebut telah menjadi korban salah tembak.
"Berita ini baru kami terima. Ada seorang WNI, yang tampaknya menurut penjelasan pihak pelaku karena salah tembak," ungkap Marty kepada wartawan di kantor presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (17/10/2012).
Mengenai insiden penembakan tersebut, Marty menjelaskan, saat ini tengah dalam penyelidikan pihak berwenang Malaysia. Sementara si pelaku, sudah berada dalam tahanan.
"Tentu ini sedang diselidiki, yang bersangkutan sedang ditahan aparat penegak hukum di Malaysia," kata dia.
Marty menjelaskan, jenazah korban semula akan dimakamkan di Malaysia, sesuai permintaan kakak almarhum. Namun, setelah dilakukan komunikasi antara Kemenlu dan keluarga, jenazah akhirnya akan dikuburkan di Indonesia.
"Semula, kakak almarhum meminta dimakamkan di Malaysia. Namun setelah komunikasikan antara Kemenlu dan keluarga di tanah air, informasinya ingin agar dikebumikan di tanah air," jelas dia.
Marty menjamin tidak akan membiarkan kasus ini. Kemenlu akan meminta keadilan terhadap aparat penegak hukum Malaysia, sehingga pelaku bisa dihukum dengan seadil-adilnya.
"Tidak ada istilah hanya dan tidak ada istilah pasrah. Kita akan tegas minta hukum ditegakkan di Malaysia," pungkasnya.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa menyatakan, WNI tersebut telah menjadi korban salah tembak.
"Berita ini baru kami terima. Ada seorang WNI, yang tampaknya menurut penjelasan pihak pelaku karena salah tembak," ungkap Marty kepada wartawan di kantor presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (17/10/2012).
Mengenai insiden penembakan tersebut, Marty menjelaskan, saat ini tengah dalam penyelidikan pihak berwenang Malaysia. Sementara si pelaku, sudah berada dalam tahanan.
"Tentu ini sedang diselidiki, yang bersangkutan sedang ditahan aparat penegak hukum di Malaysia," kata dia.
Marty menjelaskan, jenazah korban semula akan dimakamkan di Malaysia, sesuai permintaan kakak almarhum. Namun, setelah dilakukan komunikasi antara Kemenlu dan keluarga, jenazah akhirnya akan dikuburkan di Indonesia.
"Semula, kakak almarhum meminta dimakamkan di Malaysia. Namun setelah komunikasikan antara Kemenlu dan keluarga di tanah air, informasinya ingin agar dikebumikan di tanah air," jelas dia.
Marty menjamin tidak akan membiarkan kasus ini. Kemenlu akan meminta keadilan terhadap aparat penegak hukum Malaysia, sehingga pelaku bisa dihukum dengan seadil-adilnya.
"Tidak ada istilah hanya dan tidak ada istilah pasrah. Kita akan tegas minta hukum ditegakkan di Malaysia," pungkasnya.
(esn)