Bom bunuh diri hantam pangkalan NATO di Afghanistan
Rabu, 17 Oktober 2012 - 14:58 WIB
Bom bunuh diri hantam pangkalan NATO di Afghanistan
A
A
A
Sindonews.com – Sebuah serangan dengan menggunakan bom mobil bunuh diri menghantam sebuah pangkalan militer NATO, Rabu (17/10/2012) pagi waktu setempat. Pangkalan yang terletak di distrik Zurmat, sebelah Timur Provinsi Paktia itu dihuni oleh pasukan koalisi yang dipimpin AS dan tentara Afghanistan.
Meski tak menimbulkan korban jiwa, namun sedikitnya 25 tentara Afghanistan mengalami luka-luka. Diduga, bom mobil itu sudah meledak sebelum benar-benar tiba di titik target. Selain bom mobil bunuh diri, serangan terhadap pangkalan militer ini juga dilakukan oleh sejumlah pria bersenjata yang menggenakan rompi bom bunuh diri. Namun, para penyerang itu berhasil ditembak sebelum meledakan dirinya.
"Menurut laporan awal dari pasukan keamanan kami, sebuah bom mobil bunuh diri menghantam pangkalan militer gabungan, Combat Outpost Zurmat, sekitar pukul 7.30 pagi. Serangan ini mengakibatkan 25 tentara Afghanistan terluka,” kata Wakil Gubernur Provinsi Paktia, Abdul Rahman Mangal, seperti dikutip dari Xinhua.
Tak diketahui, apakah ada anggota tentara koalisi yang juga terluka akibat serangan pada pangkalan milietr yang terletak 100 km sebelah Selatan Ibu Kota Afghanistan, Kabul ini. “Kami dan beberapa pejabat Afghanistan masih mengumpulkan informasi dan akan merilis rincian lebih lanjut soal insiden ini,”ungkap Juru Bicara pasukan koalisi, Mayor Adam Wojack.
Sementara itu, seorang Juru Bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Mujahid mengatakan pada media lokal, bahwa Taliban menyerang pasukan Afghanistan dan asing. Ledakan itu diakui Taliban menimbulkan korban besar di pihak pasukan koalisi.
Sebelumnya, pada 14 Septeber silam, Taliban menyerang pangkalan militer pasukan koalisi di Selatan Provinsi Helmand. Serangan ini mengakibatkan baku tembak sengit selama berjam-jam. Serangan ini mengakibatkan dua Marinir AS dan 14 anggota Taliban tewas. Serangan ini juga menghancurkan enam jet koalisi dan merusak dua jet lainnya.
Meski tak menimbulkan korban jiwa, namun sedikitnya 25 tentara Afghanistan mengalami luka-luka. Diduga, bom mobil itu sudah meledak sebelum benar-benar tiba di titik target. Selain bom mobil bunuh diri, serangan terhadap pangkalan militer ini juga dilakukan oleh sejumlah pria bersenjata yang menggenakan rompi bom bunuh diri. Namun, para penyerang itu berhasil ditembak sebelum meledakan dirinya.
"Menurut laporan awal dari pasukan keamanan kami, sebuah bom mobil bunuh diri menghantam pangkalan militer gabungan, Combat Outpost Zurmat, sekitar pukul 7.30 pagi. Serangan ini mengakibatkan 25 tentara Afghanistan terluka,” kata Wakil Gubernur Provinsi Paktia, Abdul Rahman Mangal, seperti dikutip dari Xinhua.
Tak diketahui, apakah ada anggota tentara koalisi yang juga terluka akibat serangan pada pangkalan milietr yang terletak 100 km sebelah Selatan Ibu Kota Afghanistan, Kabul ini. “Kami dan beberapa pejabat Afghanistan masih mengumpulkan informasi dan akan merilis rincian lebih lanjut soal insiden ini,”ungkap Juru Bicara pasukan koalisi, Mayor Adam Wojack.
Sementara itu, seorang Juru Bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Mujahid mengatakan pada media lokal, bahwa Taliban menyerang pasukan Afghanistan dan asing. Ledakan itu diakui Taliban menimbulkan korban besar di pihak pasukan koalisi.
Sebelumnya, pada 14 Septeber silam, Taliban menyerang pangkalan militer pasukan koalisi di Selatan Provinsi Helmand. Serangan ini mengakibatkan baku tembak sengit selama berjam-jam. Serangan ini mengakibatkan dua Marinir AS dan 14 anggota Taliban tewas. Serangan ini juga menghancurkan enam jet koalisi dan merusak dua jet lainnya.
(esn)