Iran: sanksi Uni Eropa tidak manusiawi
Selasa, 16 Oktober 2012 - 22:11 WIB
Iran: sanksi Uni Eropa tidak manusiawi
A
A
A
Sindonews.com - Iran mengecam keras pemberlakuan sanksi baru yang dicetuskan Uni Eropa. Selain menyebut sanksi itu sebagai hal yang tidak manusiawi, Iran bersumpah, tidak akan menyerah dari program nuklirnya.
"Mereka (Uni Eropa) tidak bisa memaksa Iran menyerah atau menarik diri dari program nuklirnya. Tindakan ini justru akan mendesak Iran untuk melanjutkan program itu," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparats, seperti dikutip Associated Press, Selasa (16/10/2012).
Mehmanparast menegaskan, isu nuklir adalah dalih Barat untuk menyerang Iran lewat sanksi-sanksinya. Barat diklaim masih khawatir dengan kemerdekaan Iran (Iran pascarevolusi).
Tepat pada Senin kemarin, 27 negara anggota Uni Eropa melarang impor gas alam dari Iran. Selain itu, mereka juga memberlakukan larangan terhadap perdagangan dan transaksi dengan Iran. Sebelumnya, mereka juga sudah memberlakukan sanksi terhadap minyak mentah Iran.
Sejauh ini, Barat memandang program nuklir Negeri Persia itu sangat tertutup dan mencurigai adanya proyek pembangunan senjata pemusnah massal. Kekhawatiran Barat terhadap nuklir Iran sangat disambut oleh Israel, karena Negeri Yahudi menjadi musuh bebuyutan bagi Iran.
Pihak Iran selalu menjelaskan kepada komunitas internasional bahwa program nuklirnya bersifat damai dan tidak digunakan untuk membangun senjata nuklir. Proses pengayaan uranium sendiri adalah proses dasar dari pemanfaatan energi nuklir.
"Mereka (Uni Eropa) tidak bisa memaksa Iran menyerah atau menarik diri dari program nuklirnya. Tindakan ini justru akan mendesak Iran untuk melanjutkan program itu," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparats, seperti dikutip Associated Press, Selasa (16/10/2012).
Mehmanparast menegaskan, isu nuklir adalah dalih Barat untuk menyerang Iran lewat sanksi-sanksinya. Barat diklaim masih khawatir dengan kemerdekaan Iran (Iran pascarevolusi).
Tepat pada Senin kemarin, 27 negara anggota Uni Eropa melarang impor gas alam dari Iran. Selain itu, mereka juga memberlakukan larangan terhadap perdagangan dan transaksi dengan Iran. Sebelumnya, mereka juga sudah memberlakukan sanksi terhadap minyak mentah Iran.
Sejauh ini, Barat memandang program nuklir Negeri Persia itu sangat tertutup dan mencurigai adanya proyek pembangunan senjata pemusnah massal. Kekhawatiran Barat terhadap nuklir Iran sangat disambut oleh Israel, karena Negeri Yahudi menjadi musuh bebuyutan bagi Iran.
Pihak Iran selalu menjelaskan kepada komunitas internasional bahwa program nuklirnya bersifat damai dan tidak digunakan untuk membangun senjata nuklir. Proses pengayaan uranium sendiri adalah proses dasar dari pemanfaatan energi nuklir.
(esn)