Obama bakal tampil agresif
Selasa, 16 Oktober 2012 - 09:26 WIB
Obama bakal tampil agresif
A
A
A
Sindonews.com - Tak ingin gagal untuk kedua kalinya, Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama berjanji tampil lebih agresif dalam debat menghadapi calon presiden (capres) Republikan Mitt Romney.
Obama menjelaskan bahwa persiapan debat kali ini sangat matang.Dia ingin merebut momentum yang dikuasai Romney sejak kemenangannya pada debat pertama pada 3 Oktober lalu. Pada debat Selasa (16/10) waktu setempat,di Universitas Hofstra di Hempstead, New York, Obama ingin menunjukkan kepada publik bahwa dia layak kembali memimpin AS.
Obama menghabiskan waktu selama berhari-hari di sebuah kawasan resor Williamsburg, Virginia, menjelang debat keduanya. Saat debat pertamanya, Obama memilih Nevada sebagai kamp untuk persiapan debatnya. Obama mulai melakukan persiapan debat pada pukul 10.00 di Minggu (14/10) waktu setempat. Dia terlihat sangat antusias.
“Ini berjalan sangat keren,” kata Obama kepada reporter. Dalam latihan tersebut, Obama juga menjalani sesi praktik seperti debat pada aslinya. Suasananya yang dibuat dalam latihan juga seperti atmosfer pada debat presiden sebenarnya. Dalam latihan debat itu, mantan Direktur Komunikasi Gedung Putih Anita Dunn menjadi moderator. Tim kampanye Obama juga yakin dengan persiapan matang yang dilakukan mereka.
“Presiden fokus untuk melancarkan kritik dengan kasar. Dia mengetahui Mitt Romney memiliki malam yang lebih baik pada debat pertama,” kata juru bicara tim kampanye Obama, Jen Psaki, dikutip Reuters.
“Rakyat Amerika ingin melihat Presiden Obama yang lebih berenergi dalam menyampaikan kasus, mengapa dia merupakan pilihan terbaik bagi kelas menengah.” Untuk menghindari ketegangan, dia kerap bercanda dengan para sukarelawannya.
Selain itu, Obama juga mengantarkan piza ke kantor kampanye lokal di Virginia.Kejutan itu dilakukannya sebagai bentuk penghargaan terhadap para loyalisnya. Dia juga kerap menghubungi para sukarelawan melalui telepon.
Ketua pakar strategi kubu Obama,David Axelrod, menegaskan bahwa presiden bakal tampil agresif dalam debat keduanya. Obama juga bakal membuat penyesuaian sebelum berdebat.
Menurut Axelrod, penyesuaian itu biasa dilakukan Romney selama kariernya sebagai investor. “Dia (Obama) bakal melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Kita melihat Gubernur Romney bakal menjauh dari proposalnya.
Pastinya presiden bakal menantangnya seperti apa yang kita lihat saat wakil presiden (Joe Biden) menantang Paul Ryan (kandidat wapres Republikan),” kata Axelrod,dikutip FoxNews. Bagaimana tanggap kubu Romney mengenai niat Obama yang tidak akan defensif? “Presiden dapat mengubah gayanya.
Dia dapat mengubah taktiknya. Dia tidak dapat mengubah catatannya, dan dia tidak dapat mengubah kebijakannya. Itulah yang bakal didiskusikan pada pemilu ini,” penasihat kampanye Romney, Ed Gillespie,dikutip CNN. Gillespie menegaskan bahwa pertandingan ini hampir kelas. Dia memprediksi angin masih berpihak kepada Gubernur Romney karena mendapatkan momentum yang sangat jelas.
Sementara itu,jajak pendapat online harian Reuters/ Ipsos menunjukkan Obama memimpin di atas Romney sebesar 1 poin,dengan perbandingan 46%:45% pada Minggu (14/10). Padahal, pada Kamis (11/10),Romney berhasil unggul tiga poin di atas Obama. Tren turun-naik persentase jajak pendapat itu sangat mengkhawatirkan bagi Obama.
Obama menjelaskan bahwa persiapan debat kali ini sangat matang.Dia ingin merebut momentum yang dikuasai Romney sejak kemenangannya pada debat pertama pada 3 Oktober lalu. Pada debat Selasa (16/10) waktu setempat,di Universitas Hofstra di Hempstead, New York, Obama ingin menunjukkan kepada publik bahwa dia layak kembali memimpin AS.
Obama menghabiskan waktu selama berhari-hari di sebuah kawasan resor Williamsburg, Virginia, menjelang debat keduanya. Saat debat pertamanya, Obama memilih Nevada sebagai kamp untuk persiapan debatnya. Obama mulai melakukan persiapan debat pada pukul 10.00 di Minggu (14/10) waktu setempat. Dia terlihat sangat antusias.
“Ini berjalan sangat keren,” kata Obama kepada reporter. Dalam latihan tersebut, Obama juga menjalani sesi praktik seperti debat pada aslinya. Suasananya yang dibuat dalam latihan juga seperti atmosfer pada debat presiden sebenarnya. Dalam latihan debat itu, mantan Direktur Komunikasi Gedung Putih Anita Dunn menjadi moderator. Tim kampanye Obama juga yakin dengan persiapan matang yang dilakukan mereka.
“Presiden fokus untuk melancarkan kritik dengan kasar. Dia mengetahui Mitt Romney memiliki malam yang lebih baik pada debat pertama,” kata juru bicara tim kampanye Obama, Jen Psaki, dikutip Reuters.
“Rakyat Amerika ingin melihat Presiden Obama yang lebih berenergi dalam menyampaikan kasus, mengapa dia merupakan pilihan terbaik bagi kelas menengah.” Untuk menghindari ketegangan, dia kerap bercanda dengan para sukarelawannya.
Selain itu, Obama juga mengantarkan piza ke kantor kampanye lokal di Virginia.Kejutan itu dilakukannya sebagai bentuk penghargaan terhadap para loyalisnya. Dia juga kerap menghubungi para sukarelawan melalui telepon.
Ketua pakar strategi kubu Obama,David Axelrod, menegaskan bahwa presiden bakal tampil agresif dalam debat keduanya. Obama juga bakal membuat penyesuaian sebelum berdebat.
Menurut Axelrod, penyesuaian itu biasa dilakukan Romney selama kariernya sebagai investor. “Dia (Obama) bakal melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Kita melihat Gubernur Romney bakal menjauh dari proposalnya.
Pastinya presiden bakal menantangnya seperti apa yang kita lihat saat wakil presiden (Joe Biden) menantang Paul Ryan (kandidat wapres Republikan),” kata Axelrod,dikutip FoxNews. Bagaimana tanggap kubu Romney mengenai niat Obama yang tidak akan defensif? “Presiden dapat mengubah gayanya.
Dia dapat mengubah taktiknya. Dia tidak dapat mengubah catatannya, dan dia tidak dapat mengubah kebijakannya. Itulah yang bakal didiskusikan pada pemilu ini,” penasihat kampanye Romney, Ed Gillespie,dikutip CNN. Gillespie menegaskan bahwa pertandingan ini hampir kelas. Dia memprediksi angin masih berpihak kepada Gubernur Romney karena mendapatkan momentum yang sangat jelas.
Sementara itu,jajak pendapat online harian Reuters/ Ipsos menunjukkan Obama memimpin di atas Romney sebesar 1 poin,dengan perbandingan 46%:45% pada Minggu (14/10). Padahal, pada Kamis (11/10),Romney berhasil unggul tiga poin di atas Obama. Tren turun-naik persentase jajak pendapat itu sangat mengkhawatirkan bagi Obama.
(aww)