Posisi Obama kembali menguat
Senin, 15 Oktober 2012 - 15:40 WIB
Posisi Obama kembali menguat
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama ternyata masih memiliki dukungan kuat pada perang di situs sosial media, dan dukungan para pemilih yang mengikuti pemilu awal.
Obama memimpin 59% berbanding 31% yang diperoleh calon presiden Republikan Mitt Romney dalam jajak pendapat yang ikuti para pemilih, yang memberikan suaranya terlebih dahulu dibandingkan jadwal resmi. Jajak pendapat itu dirilis oleh Reuters/Ipsos dari data yang dikumpulkan dalam beberapa pekan terakhir. Jumlah pemilih yang telah memberikan suaranya memang relatif kecil.Namun, itu menjadi suatu hal yang signifikan dalam memengaruhi efek opini suara secara nasional.
Pemilu presiden pada 6 November bakal berlangsung pada tiga pekan lalu. Sekitar 7% responden menyatakan telah mengirimkan pilihan melalui surat atau pun diwakili pihak tertentu. Baik Obama maupun Romney telah meminta para pendukungnya untuk memilih secepatnya. Dengan harapan, mereka dapat fokus pada pemilih yang belum memilih pilihannya.
Perlu diketahui, pemilihan lebih awal menjadi bagian utama pada kemenangan Obama saat mengalahkan kandidat Republikan John McCain pada 2008.Tim kampanye Obama berharap mampu mengulangi sukses itu pada tahun ini. Kubu kampanye Obama menegaskan mereka memimpin perolehan suara pada pemilih yang telah memberikan suaranya di Iowa dan Ohio. “Kami telah menyusun kemenangan awal di beberapa negara bagian yang diperebutkan,” kata juru bicara tim kampanye Obama,Adam Fetcher, dikutip Reuters.
Dia menegaskan bahwa pihaknya terus berkomunikasi dengan para pemilih yang belum menentukan pilihan selama beberapa bulan. Itu dilakukan untuk membangun organisasi akar rumput. Kubu Romney mengklaim mereka unggul atau pun kalah tipis dalam perebutan pemilih pendahulu di beberapa negara bagian seperti Florida, North Carolina, Colorado, Nevada, dan New Hampshire. Mereka mengklaim terjadi peningkatan dan antusiasme Republikan sejak kemenangan Romney dalam debat pada 3 Oktober lalu.
“Tidak hanya menjaga langkah dengan mesin politik Obama,tetapi kami yakin pada pertarungan sesungguhnya kita bakal unggul pada hari pemilu,” kata Rich Beeson, direktur tim kampanye politik Romney. Selain Obama menang di pemilih pendahulu, dia juga memenangi peperangan di media sosial melalui status di Twitter, hashtag (tanda pagar), Facebook, dan email (surel). Perebutan supremasi digital itu juga menjadi kunci yang bakal menentukan siapa pemenang pemilu 6 November nanti.
Obama memimpin 59% berbanding 31% yang diperoleh calon presiden Republikan Mitt Romney dalam jajak pendapat yang ikuti para pemilih, yang memberikan suaranya terlebih dahulu dibandingkan jadwal resmi. Jajak pendapat itu dirilis oleh Reuters/Ipsos dari data yang dikumpulkan dalam beberapa pekan terakhir. Jumlah pemilih yang telah memberikan suaranya memang relatif kecil.Namun, itu menjadi suatu hal yang signifikan dalam memengaruhi efek opini suara secara nasional.
Pemilu presiden pada 6 November bakal berlangsung pada tiga pekan lalu. Sekitar 7% responden menyatakan telah mengirimkan pilihan melalui surat atau pun diwakili pihak tertentu. Baik Obama maupun Romney telah meminta para pendukungnya untuk memilih secepatnya. Dengan harapan, mereka dapat fokus pada pemilih yang belum memilih pilihannya.
Perlu diketahui, pemilihan lebih awal menjadi bagian utama pada kemenangan Obama saat mengalahkan kandidat Republikan John McCain pada 2008.Tim kampanye Obama berharap mampu mengulangi sukses itu pada tahun ini. Kubu kampanye Obama menegaskan mereka memimpin perolehan suara pada pemilih yang telah memberikan suaranya di Iowa dan Ohio. “Kami telah menyusun kemenangan awal di beberapa negara bagian yang diperebutkan,” kata juru bicara tim kampanye Obama,Adam Fetcher, dikutip Reuters.
Dia menegaskan bahwa pihaknya terus berkomunikasi dengan para pemilih yang belum menentukan pilihan selama beberapa bulan. Itu dilakukan untuk membangun organisasi akar rumput. Kubu Romney mengklaim mereka unggul atau pun kalah tipis dalam perebutan pemilih pendahulu di beberapa negara bagian seperti Florida, North Carolina, Colorado, Nevada, dan New Hampshire. Mereka mengklaim terjadi peningkatan dan antusiasme Republikan sejak kemenangan Romney dalam debat pada 3 Oktober lalu.
“Tidak hanya menjaga langkah dengan mesin politik Obama,tetapi kami yakin pada pertarungan sesungguhnya kita bakal unggul pada hari pemilu,” kata Rich Beeson, direktur tim kampanye politik Romney. Selain Obama menang di pemilih pendahulu, dia juga memenangi peperangan di media sosial melalui status di Twitter, hashtag (tanda pagar), Facebook, dan email (surel). Perebutan supremasi digital itu juga menjadi kunci yang bakal menentukan siapa pemenang pemilu 6 November nanti.
(esn)