Departemen Keuangan AS bidik geng MS-13

Minggu, 14 Oktober 2012 - 13:03 WIB
Departemen Keuangan...
Departemen Keuangan AS bidik geng MS-13
A A A
Sindonews.com – Departemen Keuangan AS tengah membidik geng MS-13. Seperti dikutip dari BBC.co.uk, Sabtu (13/10/2012), geng M-13 adalah kelompok kriminal yang didirikan oleh imigran El Salvador di Los Angeles. Geng ini memiliki 30 ribu anggota dan menghasilkan jutaan dollar setiap tahun dari hasil perdagangan narkoba dan kegiatan kriminal.

Guna menghentikan sepak terjang kelompok ini, Departemen Keuangan AS telah menetapkan MS-13 sebagai "Organisasi Kriminal Transnasional". Langkah ini memungkinkan pihak berwenang AS untuk menyita aset-aset geng MS-13. “Penetapan status ini memungkinkan kami untuk menyerang langsung di jantung MS-13," kata Direktur Imigrasi dan Bea Cukai AS, John Morton.

Menurut Departemen Keuangan AS, saat ini MS-13 adalah salah satu geng kriminal paling berbahaya dan berkembang pesat di dunia. Geng ini ditenggarai terlibat dalam pembunuhan, pemerasan, transaksi narkoba, dan perdagangan seks, mulai dari Alaska dan Kanada, sampai ke Amerika Tengah.

"Kekerasan MS-13 dapat dilihat di salah satu motonya, yaitu 'Mata, roba, biola, controla', atau 'membunuh, mencuri, pemerkosaan, kontrol'," sebut pernyataan Departemen Keuangan AS. Salah satu pembunuhan paling mengerikan adalah saat anggota MS-13 menikam seorang remaja di Virginia yang sedang hamil, karena menjadi informan polisi.

Puluhan ribu anggota geng MS-13 ini tersebar di seluruh AS, Kanada, Meksiko, dan Amerika Tengah.
Sebagian besar uang yang dihasilkan oleh geng tersebut, dikirim kembali ke El Salvador, negara tempat bercokolnya pimpinan MS-13. Hingga kini, sudah ribuan anggota geng MS-13 yang ditangkap pihak berwenang AS.

MS-13, atau Mara Salvatrucha, didirikan pada 1980 di Los Angeles oleh imigran miskin El Savador yang melarikan diri ke AS. Mereka kabur akibat perang saudara di El Salvador. Saingan utama MS-13 adalah geng 18-Barrio, yang juga didirikan oleh imigran El Salvador di Los Angeles. Pada Maret lalu, kedua geng sepakat untuk gencatan senjata yang dimediasi oleh gereja Katolik. Gencatan senjata ini langsung mengurangi jumlah pembunuhan di El Salvador.
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
26 menit yang lalu
12 Pegawai Pajak Bantu...
12 Pegawai Pajak Bantu Pengusaha Korupsi Uang Negara Senilai Rp110 Triliun, Dijuluki 'Perampokan Abad Ini'
54 menit yang lalu
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
1 jam yang lalu
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
1 jam yang lalu
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
3 jam yang lalu
4 Alasan Mojataba Ingin...
4 Alasan Mojataba Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya, Ingin Mewujudkan Kemenangan Total
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved