Kampanye Memanas Jelang Debat Capres Kedua

Minggu, 14 Oktober 2012 - 09:17 WIB
Kampanye Memanas Jelang...
Kampanye Memanas Jelang Debat Capres Kedua
A A A
Sindonews.com - Barack Obama berupaya menjaga momentum yang diciptakan Wakil Presiden Joe Biden menjelang debat keduanya melawan Mitt Romney.

Presiden Amerika Serikat (AS) menyebut-nyebut kebijakan pemerintahannya dalam penyelamatan industri automotif AS. Kebijakan itu sangat penting bagi kelangsungan industri automotif AS, yang saat itu dalam ambang kehancuran. “Kita tidak membiarkan Detroit bangkrut. Kita bertaruh untuk para pekerja AS dan kecerdasan AS,dan tiga tahun kemudian, taruhan itu terbayar dengan cara yang besar,” kata Obama dalam pidato radio mingguan,kemarin.

Dengan fokus pada kesehatan industri automotif yang saat ini mendapat keuntungan dari penjualan yang tinggi, Obama mengingatkan pemilih bahwa dia datang untuk menyelamatkan industri tersebut. Romney menentang bantuan pemerintah bagi para pembuat automotif. Dalam pidato, Obama menyoroti kesepakatan perdagangan yang membantu mempromosikan penjualan automotif AS di luar negeri. Romney menyebut catatan pemerintahan Obama lemah dalam perdagangan, dan menjanjikan kampanye lebih agresif untuk membuka pasar di luar negeri bagi barang dan jasa AS.

“Saya ingin melihat lebih banyak mobil di jalanan seperti Korea Selatan (Korsel) diimpor dari Detroit,Toledo,dan Chicago. Setelah kelambanan 30 tahun,kita menaikkan standar bahan bakar sehingga dalam setengah dekade mendatang, mobil-mobil dan truktruk ringan dapat menempuh 55 mil per galon, hampir dua kali lipat dari saat ini,”ungkap Obama. Selain debat calon presiden pada Selasa (16/10),kampanye menuju Gedung Putih ini semakin memanas dengan adanya insiden penembakan di kantor pusat kampanye Partai Demokrat di pusat Kota Denver kemarin.

Saat itu para pekerja berada di kantor itu, namun tidak ada seorang pun yang terluka akibat tembakan tersebut. “Seorang pekerja di kantor itu menelepon polisi pada tengah hari, untuk melaporkan bahwa sebuah peluru menghancurkan satu jendela. Saat ini tidak ada yang ditahan dan para penyelidik sedang mem-eriksa rekaman video untuk melihat apakah kendaraan pelaku dapat diidentifikasi,” kata Detektif Kepolisian Denver Raquel Lopez,dikutip Reuters. Lopez menjelaskan bahwa itu hanya satu kali tembakan dan tidak ada seorang pun yang terluka.

“Para detektif tidak melihat ada ancaman apa pun terkait kampanye, tapi tetap mengamati semua kemungkinan,” tuturnya. Kampanye ini juga diperpanas oleh munculnya sejumlah papan iklan yang membuat kubu Demokrat marah. Sedikitnya ada 33 papan iklan di daerah Cleveland dan Milwaukee yang memperingatkan hukuman berat bagi pelaku kecurangan pemilu.“Kecurangan pemilu adalah tindak pidana berat, dihukum hingga tiga setengah tahun penjara dan denda USD10.000,” tulis papan iklan tersebut, dengan satu gambar besar palu hakim.

Menurut juru bicara Clear Channel Outdoor yang memiliki tempat papan iklan dan memasang iklan tersebut, papan iklan itu akan muncul hingga hari pemilu 6 November di Cleveland dan Milwaukee, serta dibayar oleh Family Foundation secara anonim. Sejumlah warga,aktivis hukum dan buruh menganggap papan-papan iklan itu menargetkan pihak tertentu dan hendak mengintimidasi kelompok kulit hitam dan Hispanik,serta minoritas dan warga miskin lainnya.Berbagai kelompok itu merupakan para pendukung utama Demokrat.

“Papan-papan iklan itu menciptakan efek yang mengerikan. Ini tentu menciptakan suasana di mana seseorang akan berpikir dua kali tentang pemilu,”tutur Marcia Johnson- Blanco,direktur Komite Pengacara untuk Hak Asasi Sipil, yang meminta Clear Channel Outdoor mengambil papan-papan iklan tersebut. Beberapa papan iklan itu dipasang di wilayah kulit putih yang relatif miskin, dekat Cleveland dan Lorain. Demokrat dan Republik bekerja keras sepanjang waktu untuk mengumpulkan dukungan di negara-negara bagian yang menentukan,seperti Ohio yang dapat menentukan apakah Demokrat akan tetap berada di Gedung Putih dan senat pada hari pemilu.

Dukungan suara minoritas perkotaan dan pemilih muda sangat penting bagi tampilnya Obama di Gedung Putih pada 2008. Mereka inilah yang tampaknya menjadi ancaman bagi upaya Republik mengalahkan Obama. Republik berupaya memperketat undang-undang pemilu dan meningkatkan kampanye untuk mencegah kecurangan pemilu.Anggota Dewan Kota Phyllis Cleveland yang mewakili Cleveland menyatakan papan-papan iklan itu memiliki dampak buruk dan didesain untuk mengintimidasi.

“Saya khawatir papan iklan itu akan menakuti beberapa mantan pelaku kejahatan, orang dengan catatan kejahatan yang dapat memilih,”katanya. Cleveland menjelaskan bahwa ada sejumlah kerancuan mengenai mantan pelaku kejahatan yang memberikan suara karena di beberapa negara bagian itu ilegal. Iklan serupa di Cleveland dan Milwaukee juga dipasang di Wisconsin pada pemilu sela 2010, saat Republik mendapat banyak suara di kongres.

Juru bicara Clear Channel Outdoor,David Yale, mengatakan bahwa isi papan iklan itu tidak termasuk dalam aturan iklan kampanye yang mengharuskan penyebutan sumber dana.“ Papan iklan itu dipasang di lokasi-lokasi yang dapat menjangkaubanyakorangdantidak berdasarkan ras dan kondisi sosial ekonomi,”ungkapnya.

Namun, Senator Ohio Nina Turner tidak sepakat. “Pesan ini memiliki target, rencana, dan tidak hanya karena mereka Afrika-Amerika, tapi karena mereka miskin,”tegasnya.
(esn)
Berita Terkait
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Pertarungan Retorika...
Pertarungan Retorika Penuh Intrik di Pilpres Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Buku Jadi Senjata Politik AS
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Antusiasme Masyarakat Berikan Suara Tinggi
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
2 jam yang lalu
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
4 jam yang lalu
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
5 jam yang lalu
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
6 jam yang lalu
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
7 jam yang lalu
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
8 jam yang lalu
Infografis
Jumbo Geser Agak Laen...
Jumbo Geser Agak Laen Jadi Film Indonesia Terlaris Kedua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved