Bentrok antar demonstran di Mesir, 110 orang terluka
Sabtu, 13 Oktober 2012 - 11:24 WIB
Bentrok antar demonstran di Mesir, 110 orang terluka
A
A
A
Sindonews.com - Fraksi oposisi dan pendukung Presiden Mesir Mohamed Mursi mengalami bentrokan di Kota Kairo. Insiden itupun melukai 110 orang.
Simpatisan Ikhwanul Muslimin dan pendukung fraksi liberal terlihat saling melempari batu, botol, dan bom molotov. Beberapa orang di antara mereka juga berkelahi dengan tangan kosong. Pergelutan itu dilatarbelakangi oleh kepentingan masing-masing fraksi, yang mencoba membentuk Mesir.
Bentrokan itu juga dipicu oleh rancangan konstitusi baru yang masih membutuhkan persetujuan parlemen. Selain itu, demonstran menganggap Mursi gagal dalam memenuhi janji 100 harinya di saat naik ke tampuk kekuasaan.
Salah satu program Mursi dari 100 hari pertama di kursi Presiden Mesir adalah membersihkan kota dan mengatasi lalu lintas di Negeri Piramida. Meski demikian, kebijakan itu tidak membuahkan hasil yang baik.
"Turun, turunlah dengan aturan yang berlaku," ujar demonstran yang memaksa Mursi mundur dari jabatannya, seperti dikutip Reuters, Sabtu (13/10/2012).
Sejumlah demonstran mendirikan podium sementara di sisi Lapangan Tahrir untuk berbicara. Namun beberapa saat kemudian, simpatisan Ikhwanul Muslimin langsung mengambil alih lapangan itu.
Beberapa demonstran yang ikut dalam demonstrasi itu adalah simpatisan dari mantan kandidat Presiden Mesir Hamdeen Sabahy. Sabahy adalah politisi sayap kiri yang dulu sempat bertarung dengan Mursi di Pilpres Mesir 2012.
Peristiwa serupa juga terjadi di Kota Alexandria. Aksi itu terjadi ketika Mursi hendak pergi ke masjid untuk shalat Jumat. Demonstran-demonstran itu kurang setuju dengan pemecatan mantan Jaksa Agung Mesir yang diduga adalah kaki tangan Mubarak. Pemecatan itu dinilai tidak memenuhi syarat yang berlaku.
Sejauh ini, Mursi diklaim berhasil memenangkan dukungan dari beberapa fraksi oposisinya dan memulihkan citra Mesir di tataran internasional. Namun dalam isu domestik, Mursi dianggap lalai.
Simpatisan Ikhwanul Muslimin dan pendukung fraksi liberal terlihat saling melempari batu, botol, dan bom molotov. Beberapa orang di antara mereka juga berkelahi dengan tangan kosong. Pergelutan itu dilatarbelakangi oleh kepentingan masing-masing fraksi, yang mencoba membentuk Mesir.
Bentrokan itu juga dipicu oleh rancangan konstitusi baru yang masih membutuhkan persetujuan parlemen. Selain itu, demonstran menganggap Mursi gagal dalam memenuhi janji 100 harinya di saat naik ke tampuk kekuasaan.
Salah satu program Mursi dari 100 hari pertama di kursi Presiden Mesir adalah membersihkan kota dan mengatasi lalu lintas di Negeri Piramida. Meski demikian, kebijakan itu tidak membuahkan hasil yang baik.
"Turun, turunlah dengan aturan yang berlaku," ujar demonstran yang memaksa Mursi mundur dari jabatannya, seperti dikutip Reuters, Sabtu (13/10/2012).
Sejumlah demonstran mendirikan podium sementara di sisi Lapangan Tahrir untuk berbicara. Namun beberapa saat kemudian, simpatisan Ikhwanul Muslimin langsung mengambil alih lapangan itu.
Beberapa demonstran yang ikut dalam demonstrasi itu adalah simpatisan dari mantan kandidat Presiden Mesir Hamdeen Sabahy. Sabahy adalah politisi sayap kiri yang dulu sempat bertarung dengan Mursi di Pilpres Mesir 2012.
Peristiwa serupa juga terjadi di Kota Alexandria. Aksi itu terjadi ketika Mursi hendak pergi ke masjid untuk shalat Jumat. Demonstran-demonstran itu kurang setuju dengan pemecatan mantan Jaksa Agung Mesir yang diduga adalah kaki tangan Mubarak. Pemecatan itu dinilai tidak memenuhi syarat yang berlaku.
Sejauh ini, Mursi diklaim berhasil memenangkan dukungan dari beberapa fraksi oposisinya dan memulihkan citra Mesir di tataran internasional. Namun dalam isu domestik, Mursi dianggap lalai.
(esn)