Biden jadi tumpuan harapan Obama
Jum'at, 12 Oktober 2012 - 10:33 WIB
Biden jadi tumpuan harapan Obama
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Presiden Joe Biden harus mampu merebut momentum yang saat ini dipegang oleh kubu Republikan dalam debat dengan penantangnya, Paul Ryan.
Biden yang bakal mendampingi Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama pada pemilu presiden 6 November nanti, diharapkan mampu mengurangi kekhawatiran kubu Demokrat yang sedang sekarat. Pasalnya, Romney terus mendapatkan keuntungan dalam jajak pendapat nasional setelah mampu mengalahkan Obama dalam debat presiden pertama.
“Ini bakal menjadi debat sebagai ajang pertaruhan legitimasi, karena di lapangan telah bergolak sangat kencang terutama di kubu Demokrat,” kata Cal Jillson, pakar politik Southern Methodist University di Texas, dikutip Reuters. “Biden saat ini memegang kendali agar tidak menciptakan kepanikan lagi bagi Demokrat. Mereka tidak ingin kalah kedua kalinya secara berturutturut.
” Biden dan Ryan yang menjadi Ketua Komite Anggaran Kongres, bertemu pada Kamis (11/10) pukul 21.00 waktu setempat (08.00 WIB) di Centre College di Danville,Kentucky. Posisi Demokrat saat ini dalam kondisi kritis, karena jajak pendapat Reuters/Ipsos menunjukkan Romney memimpin 45% sedangkan Obama meraih 44%. Bagaimana dengan Ryan? Ryan hanya memiliki pengalaman yang sangat minim dalam debat. Namun, dia mengaku senang dengan meningkatnya ekspektasi dukungan terhadap Biden.
“Pastinya, ini situasi yang sangat menegangkan. Joe Biden merupakan salah satu pakar debat yang dimiliki Amerika dalam perpolitikan modern,” ujar Ryan.“Namun, kelemahan yang dimilikinya adalah catatan Presiden Obama.” Salah satu titik lemah yang bakal dimanfaatkan Biden dalam menyerang Ryan adalah usulan mengenai sistem voucher dalam program kesehatan. Kebijakan luar negeri juga bakal menjadi kelebihan Biden karena pernah menjabat sebagai ketua komite hukum dan hubungan luar negeri di senat.
Pada pemilu 2008, Biden mampu menundukkan dengan mudah kandidat wakil presiden Republikan,Sarah Palin. Sementara itu, Demokrat pun menuding Romney telah mengubah dan menyalah artikan posisinya dalam berbagai isu selama dan sesudah debat.
Berbeda dengan Obama yang cenderung defensif, Biden diperkirakan bakal lebih frontal menyerang Ryan. Biden bakal memanfaatkan keahlian dalam isu kebijakan domestik dan luar negeri. “Dia (Biden) bakal menjadi dirinya sendiri,”ujar penasihat kampanye Obama, Robert Gibbs,dikutip MSBNC.
“Tebakan saya, Anda akan melihat apa yang dilakukan Mitt Romney.” Obama pun mengaku tidak khawatir dengan kemampuan debat Biden. “Saya pikir Joe (Biden) hanya butuh menjadi Joe.
Ryan merupakan anggota kongres yang cerdas dan pembicara yang efektif, tetapi ide-idenya selalu salah,dan Joe sangat memahami hal itu,” katanya kepada ABC News. Di sisi lain,Obama juga menegaskan bahwa dia siap lebih agresif dalam dua debat selanjutnya. Dia mengaku terlalu sopan dalam debat presiden pertama, sehingga itu justru menjadi energi besar bagi kubu Republikan.
“Gubernur Romney memiliki malam yang indah. Saya memiliki malam yang buruk,” kata Obama menanggapi debat pertamanya. Dia mengungkapkan hal itu bukan malam buruk yang pertama. “Anda tahu, Gubernur Romney bakal kesulitan untuk menyembunyikan permasalahan yang dimilikinya,” ujarnya. Kubu Romney pun berjanji performa terbaik kandidat presiden Republikan bukan hanya ditunjukkan pada debat pertama.
“Kita mendengar bahwa Presiden Obama percaya hanya memiliki satu malam buruk selama debat pertama. Tapi faktanya, dia memiliki malam buruk selama empat tahun dan rakyat AS menderita karenanya,”jelas juru bicara tim kampanye Romney, Amanda Henneberg. Menariknya, pesona Romney terus memukai di swing state (negara bagian yang tak memiliki kecenderungan politik). Jajak pendapat NBC News/ Wall Street Journal/Marist Polls menunjukkan dia memperoleh dukungan sebanyak dua negara bagian kunci,yakni Virginia dan Florida.
Dukungan besar Romney diperolehnya di Virginia dengan 48% berbanding 47% yang dimiliki Obama. Itu perolehan terbesar Romney dibandingkan jajak pendapat sebelumnya. Di Florida,Romney meraih selisih satu poin memimpin di atas Obama dengan 47% berbanding 46%. Kalau di Ohio, Obama masih memimpin 51% dan Romney dengan 45%.Hasil jajak pendapat itu menunjukkan penampilan Romney pada debat pertama sangat menjadi daya tarik utama bagi warga AS yang belum memiliki pilihan.
Biden yang bakal mendampingi Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama pada pemilu presiden 6 November nanti, diharapkan mampu mengurangi kekhawatiran kubu Demokrat yang sedang sekarat. Pasalnya, Romney terus mendapatkan keuntungan dalam jajak pendapat nasional setelah mampu mengalahkan Obama dalam debat presiden pertama.
“Ini bakal menjadi debat sebagai ajang pertaruhan legitimasi, karena di lapangan telah bergolak sangat kencang terutama di kubu Demokrat,” kata Cal Jillson, pakar politik Southern Methodist University di Texas, dikutip Reuters. “Biden saat ini memegang kendali agar tidak menciptakan kepanikan lagi bagi Demokrat. Mereka tidak ingin kalah kedua kalinya secara berturutturut.
” Biden dan Ryan yang menjadi Ketua Komite Anggaran Kongres, bertemu pada Kamis (11/10) pukul 21.00 waktu setempat (08.00 WIB) di Centre College di Danville,Kentucky. Posisi Demokrat saat ini dalam kondisi kritis, karena jajak pendapat Reuters/Ipsos menunjukkan Romney memimpin 45% sedangkan Obama meraih 44%. Bagaimana dengan Ryan? Ryan hanya memiliki pengalaman yang sangat minim dalam debat. Namun, dia mengaku senang dengan meningkatnya ekspektasi dukungan terhadap Biden.
“Pastinya, ini situasi yang sangat menegangkan. Joe Biden merupakan salah satu pakar debat yang dimiliki Amerika dalam perpolitikan modern,” ujar Ryan.“Namun, kelemahan yang dimilikinya adalah catatan Presiden Obama.” Salah satu titik lemah yang bakal dimanfaatkan Biden dalam menyerang Ryan adalah usulan mengenai sistem voucher dalam program kesehatan. Kebijakan luar negeri juga bakal menjadi kelebihan Biden karena pernah menjabat sebagai ketua komite hukum dan hubungan luar negeri di senat.
Pada pemilu 2008, Biden mampu menundukkan dengan mudah kandidat wakil presiden Republikan,Sarah Palin. Sementara itu, Demokrat pun menuding Romney telah mengubah dan menyalah artikan posisinya dalam berbagai isu selama dan sesudah debat.
Berbeda dengan Obama yang cenderung defensif, Biden diperkirakan bakal lebih frontal menyerang Ryan. Biden bakal memanfaatkan keahlian dalam isu kebijakan domestik dan luar negeri. “Dia (Biden) bakal menjadi dirinya sendiri,”ujar penasihat kampanye Obama, Robert Gibbs,dikutip MSBNC.
“Tebakan saya, Anda akan melihat apa yang dilakukan Mitt Romney.” Obama pun mengaku tidak khawatir dengan kemampuan debat Biden. “Saya pikir Joe (Biden) hanya butuh menjadi Joe.
Ryan merupakan anggota kongres yang cerdas dan pembicara yang efektif, tetapi ide-idenya selalu salah,dan Joe sangat memahami hal itu,” katanya kepada ABC News. Di sisi lain,Obama juga menegaskan bahwa dia siap lebih agresif dalam dua debat selanjutnya. Dia mengaku terlalu sopan dalam debat presiden pertama, sehingga itu justru menjadi energi besar bagi kubu Republikan.
“Gubernur Romney memiliki malam yang indah. Saya memiliki malam yang buruk,” kata Obama menanggapi debat pertamanya. Dia mengungkapkan hal itu bukan malam buruk yang pertama. “Anda tahu, Gubernur Romney bakal kesulitan untuk menyembunyikan permasalahan yang dimilikinya,” ujarnya. Kubu Romney pun berjanji performa terbaik kandidat presiden Republikan bukan hanya ditunjukkan pada debat pertama.
“Kita mendengar bahwa Presiden Obama percaya hanya memiliki satu malam buruk selama debat pertama. Tapi faktanya, dia memiliki malam buruk selama empat tahun dan rakyat AS menderita karenanya,”jelas juru bicara tim kampanye Romney, Amanda Henneberg. Menariknya, pesona Romney terus memukai di swing state (negara bagian yang tak memiliki kecenderungan politik). Jajak pendapat NBC News/ Wall Street Journal/Marist Polls menunjukkan dia memperoleh dukungan sebanyak dua negara bagian kunci,yakni Virginia dan Florida.
Dukungan besar Romney diperolehnya di Virginia dengan 48% berbanding 47% yang dimiliki Obama. Itu perolehan terbesar Romney dibandingkan jajak pendapat sebelumnya. Di Florida,Romney meraih selisih satu poin memimpin di atas Obama dengan 47% berbanding 46%. Kalau di Ohio, Obama masih memimpin 51% dan Romney dengan 45%.Hasil jajak pendapat itu menunjukkan penampilan Romney pada debat pertama sangat menjadi daya tarik utama bagi warga AS yang belum memiliki pilihan.
(aww)