Mantan kepala staf Lula bersalah
Kamis, 11 Oktober 2012 - 08:36 WIB
Mantan kepala staf Lula bersalah
A
A
A
Sindonews.com - Pengadilan Mahkamah Agung (MA) Brasil, Selasa (9/10) waktu setempat,menyatakan bahwa tangan kanan dari mantan presiden Brasil Luis Inacio Lula da Silva, Jose Dirceu, dinyatakan bersalah karena terbukti melakukan korupsi terbesar di negara itu yang dikenal sebagai skandal Mensalao.
“Jose Dirceu, mantan kepala staf saat Lula menjabat, dinyatakan bersalah oleh enam dari 10 hakim, terkait kasus skema pembelian suara yang berlangsung sejak tahun 2002 hingga 2005 dalam kongres, selama semester pertama Lula menjabat,” ungkap pengadilan, seperti dikutip AFP.
Sebelumnya, tujuh hakim juga menemukan bahwa mantan presiden dari Partai Buruh yang berkuasa saat itu, Jose Genoino dan bendaharanya, Delubio Soares, pun dinyatakan bersalah dan dihukum karena melakukan korupsi aktif.
Ketiga pejabat itu–Dirceu, Genoino, dan Soares–adalah sebagian dari 37 mantan menteri, anggota parlemen, pengusaha, dan pebisnis yang juga diadili di hadapan MA atas skandal korupsi yang kenal dengan Mensalao atau pembayaran bulanan yang besar.
Para hakim mengatakan bahwa trio pejabat itu mendistribusikan uang bagi para anggota parlemen secara ilegal,dalam upaya mendapatkan dukungan partai politik lainnya untuk membentuk koalisi pemerintah yang berkuasa.
Dirceu, 66, dinilai sebagai dalang utama dalam kasus Mensalao, yang mengancam legalitas mantan presiden Lula.Skandal itu melibatkan anggaran pemilihan kembali Lula pada 2006 silam.
Saat itu, Lula secara mudah terpilih kembali dan menyerahkan kekuasaan kepada sesama anggota dari Partai Buruh, Dilma Rousseff, pada akhir masa jabatan keduanya. Sejak sidang kasus Mensalao ini dibuka awal Agustus lalu, 22 orang dari para terdakwa telah terbukti bersalah.
Pada awal bulan ini, Hakim Agung Joaquim Barbosa mengatakan bahwa bukti telah menunjukkan Dirceu yang mendalangi operasi dari bendahara Soares dan pengusaha Marcos Valerio. Jaksa menuduh uang suap itu berasal dari anggaran iklan dari perusahaan milik negara melalui perusahaan yang dimiliki oleh Valerio, yang kini juga menjadi tersangka.
Ketika skandal korupsi ini terungkap pada 2005, Dirceu dipaksa untuk mengundurkan diri.Kini persidangan akan berlangsung selama beberapa pekan lagi, dan bagi mereka yang telah dinyatakan bersalah akan menghadapi hukuman penjara hingga 45 tahun.
“Jose Dirceu, mantan kepala staf saat Lula menjabat, dinyatakan bersalah oleh enam dari 10 hakim, terkait kasus skema pembelian suara yang berlangsung sejak tahun 2002 hingga 2005 dalam kongres, selama semester pertama Lula menjabat,” ungkap pengadilan, seperti dikutip AFP.
Sebelumnya, tujuh hakim juga menemukan bahwa mantan presiden dari Partai Buruh yang berkuasa saat itu, Jose Genoino dan bendaharanya, Delubio Soares, pun dinyatakan bersalah dan dihukum karena melakukan korupsi aktif.
Ketiga pejabat itu–Dirceu, Genoino, dan Soares–adalah sebagian dari 37 mantan menteri, anggota parlemen, pengusaha, dan pebisnis yang juga diadili di hadapan MA atas skandal korupsi yang kenal dengan Mensalao atau pembayaran bulanan yang besar.
Para hakim mengatakan bahwa trio pejabat itu mendistribusikan uang bagi para anggota parlemen secara ilegal,dalam upaya mendapatkan dukungan partai politik lainnya untuk membentuk koalisi pemerintah yang berkuasa.
Dirceu, 66, dinilai sebagai dalang utama dalam kasus Mensalao, yang mengancam legalitas mantan presiden Lula.Skandal itu melibatkan anggaran pemilihan kembali Lula pada 2006 silam.
Saat itu, Lula secara mudah terpilih kembali dan menyerahkan kekuasaan kepada sesama anggota dari Partai Buruh, Dilma Rousseff, pada akhir masa jabatan keduanya. Sejak sidang kasus Mensalao ini dibuka awal Agustus lalu, 22 orang dari para terdakwa telah terbukti bersalah.
Pada awal bulan ini, Hakim Agung Joaquim Barbosa mengatakan bahwa bukti telah menunjukkan Dirceu yang mendalangi operasi dari bendahara Soares dan pengusaha Marcos Valerio. Jaksa menuduh uang suap itu berasal dari anggaran iklan dari perusahaan milik negara melalui perusahaan yang dimiliki oleh Valerio, yang kini juga menjadi tersangka.
Ketika skandal korupsi ini terungkap pada 2005, Dirceu dipaksa untuk mengundurkan diri.Kini persidangan akan berlangsung selama beberapa pekan lagi, dan bagi mereka yang telah dinyatakan bersalah akan menghadapi hukuman penjara hingga 45 tahun.
(aww)