Bebas wabah Ebola, Uganda himbau cabut larangan terbang
Sabtu, 06 Oktober 2012 - 14:54 WIB
Bebas wabah Ebola, Uganda himbau cabut larangan terbang
A
A
A
Sindonews.com - Kementrian Kesehatan Uganda mengatakan penyebaran wabah Ebola di distrik Kibale telah berakhir dan menyerukan penghapusan pembatasan larangan terbang ke Uganda.
Kementrian Kesehatan Uganda Sarah Acheng secara resmi mengumumkan wabah Ebola yang telah menelan 17 korban jiwa di distrik Kibale pada Juli lalu telah berakhir.
"Sejak negara ini dinyatakan terbebas dari wabah Ebola, kami memohon kepada negara yang menyatakan larangan bepergian pada warganya untuk mencabut larangan tersebut," ungkap Acheng seperti diberitakan Capitalfm.co.ke, Sabtu (6/10/2012).
Pengumuman ini disampaikan setelah organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Uganda telah melalui 42 hari masa pengawasan dan tidak ada lagi korban baru yang terinfeksi.
Demam akibat sebuah virus mematikan ini diyakini pertama kali menyerang pada bulan Juni, meskipun tidak diidentifikasi sebagai Ebola. Sebuah laporan penelitian memperlihatkan sekitar 20 kasus dengan 14 kematian terjadi sejak awal Juli 2012. Kabarnya sebagian besar penduduk Kabupaten Kibale mungkin telah tertular ketika menghadiri pemakaman.
Virus Ebola menjangkiti manusia untuk pertama kalinya pasa 1976 di Kongo. Penyebaran virus ini terjadi melalui cairan tubuh. Virus ini sangat mematikan, kemungkinan besar mereka yang tertular cukup kecil tergantung pada tingkat kerentanan genetika mereka.
Sejauh ini belum ada obat atau vaksin untuk menyembuhkan penyakit ini. Penyakit yang ditularkan melalui kontak antar individu yang terlalu dekat, mereka yang tertular akan mengalami pendarahan hebat.
Namun, pasien dapat dirawat dengan antibiotik bila menunjukkan gejala terkena virus Ebola, antara lain demam mendadak, kelemahan, muntah sakit kepala, dan masalah ginjal.
Kementrian Kesehatan Uganda Sarah Acheng secara resmi mengumumkan wabah Ebola yang telah menelan 17 korban jiwa di distrik Kibale pada Juli lalu telah berakhir.
"Sejak negara ini dinyatakan terbebas dari wabah Ebola, kami memohon kepada negara yang menyatakan larangan bepergian pada warganya untuk mencabut larangan tersebut," ungkap Acheng seperti diberitakan Capitalfm.co.ke, Sabtu (6/10/2012).
Pengumuman ini disampaikan setelah organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Uganda telah melalui 42 hari masa pengawasan dan tidak ada lagi korban baru yang terinfeksi.
Demam akibat sebuah virus mematikan ini diyakini pertama kali menyerang pada bulan Juni, meskipun tidak diidentifikasi sebagai Ebola. Sebuah laporan penelitian memperlihatkan sekitar 20 kasus dengan 14 kematian terjadi sejak awal Juli 2012. Kabarnya sebagian besar penduduk Kabupaten Kibale mungkin telah tertular ketika menghadiri pemakaman.
Virus Ebola menjangkiti manusia untuk pertama kalinya pasa 1976 di Kongo. Penyebaran virus ini terjadi melalui cairan tubuh. Virus ini sangat mematikan, kemungkinan besar mereka yang tertular cukup kecil tergantung pada tingkat kerentanan genetika mereka.
Sejauh ini belum ada obat atau vaksin untuk menyembuhkan penyakit ini. Penyakit yang ditularkan melalui kontak antar individu yang terlalu dekat, mereka yang tertular akan mengalami pendarahan hebat.
Namun, pasien dapat dirawat dengan antibiotik bila menunjukkan gejala terkena virus Ebola, antara lain demam mendadak, kelemahan, muntah sakit kepala, dan masalah ginjal.
(aww)