Chavez mimpikan masa jabatan ketiga
Jum'at, 05 Oktober 2012 - 16:55 WIB
Chavez mimpikan masa jabatan ketiga
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Venezuela, Hugo Chavez, mengatakan, ia membutuhkan masa jabatan ketiga untuk mengkonsolidasikan reformasi sosial di Venezuela. Dalam kampanye di Ibu Kota Venezuela, Caracas, Jumat (5/10/2012) pagi, Chavez menyebut kalau pemerintahan yang ia pegang sejak 1999 lalu telah berhasil menyelamatkan Venezula.
Dia juga mengklaim telah sukses membangun landasan dasar untuk pembangunan Venezuela di masa depan. Chavez berjanji, jika ia terpilih lagi, dirinya akan membangun sektor pendidikan dan kesehatan, serta mengurangi jumlah tunawisma di Venezuela.
Kampanye yang digelar di tengah hujan lebat ini tak mengurangi animo pendukung sang Presiden. Ribuan pendukung Chavez yang menggunakan kostum merah, tumpah ruah di Caracas. Kampanye ini dilakukan untuk menyongsong pemilu presiden 7 Oktober mendatang.
"Saya datang untuk menunjukan dukungan bagi Chavez, karena saya telah melihat perubahan Venezuela dalam 14 tahun terakhir," ungkap Ligia Escalona, seorang mahasiswa hukum dari negara bagian Lara.
"Terimakasih untuk program pendidikanya, orang-orang yang sebelumnya tidak memiliki akses untuk sekolah, kini sudah punya akses hingga ke perguruan tinggi," terang Escalona.
Berdasarkan beberapa hasil jajak pendapat, Chavez nampaknya telah kehilangan sebagain besar dukungan. Seorang politikus sayap kanan dari Central University, Nicmer Evans, mengatakan, lemahnya manajemen kampanye menjadi salah satu faktor yang mendorong menurunya popularitas Chavez.
Meski demikian, Presiden Venezuela tersebut telah berhasil menumbuhkan kesadaran berpolitik dan ia juga menerima kritikan terkait kualitas revolusi di Venezuela.
Evans menilai, menejemen kampanye kandidat oposisi Henrique Capriles lebih baik dibanding Chavez. Meski ada kesenjangan antara Capriles dan Chavez, tapi penampilan Capriles yang baik dalam beberapa kampanye terakhir mampu menutupi hal tersebut.
Dalam kampanyenya, Capriles berjanji untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, membangun sekolah, jalan raya dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja, serta memerintah bagi semua lapisan rakyat Venezuela.
Dalam beberapa kesempatan, Capriles juga mengkritik cara pemerintah menangani ekonomi dan menilai pemerintah telah kehabisan energi untuk memimpin. "Empat belas tahun memimpin sudah cukup, 20 adalah terlalu banyak. Pemerintah Chavez telah kehabisan energi," ungkap Capriles.
Dia juga mengklaim telah sukses membangun landasan dasar untuk pembangunan Venezuela di masa depan. Chavez berjanji, jika ia terpilih lagi, dirinya akan membangun sektor pendidikan dan kesehatan, serta mengurangi jumlah tunawisma di Venezuela.
Kampanye yang digelar di tengah hujan lebat ini tak mengurangi animo pendukung sang Presiden. Ribuan pendukung Chavez yang menggunakan kostum merah, tumpah ruah di Caracas. Kampanye ini dilakukan untuk menyongsong pemilu presiden 7 Oktober mendatang.
"Saya datang untuk menunjukan dukungan bagi Chavez, karena saya telah melihat perubahan Venezuela dalam 14 tahun terakhir," ungkap Ligia Escalona, seorang mahasiswa hukum dari negara bagian Lara.
"Terimakasih untuk program pendidikanya, orang-orang yang sebelumnya tidak memiliki akses untuk sekolah, kini sudah punya akses hingga ke perguruan tinggi," terang Escalona.
Berdasarkan beberapa hasil jajak pendapat, Chavez nampaknya telah kehilangan sebagain besar dukungan. Seorang politikus sayap kanan dari Central University, Nicmer Evans, mengatakan, lemahnya manajemen kampanye menjadi salah satu faktor yang mendorong menurunya popularitas Chavez.
Meski demikian, Presiden Venezuela tersebut telah berhasil menumbuhkan kesadaran berpolitik dan ia juga menerima kritikan terkait kualitas revolusi di Venezuela.
Evans menilai, menejemen kampanye kandidat oposisi Henrique Capriles lebih baik dibanding Chavez. Meski ada kesenjangan antara Capriles dan Chavez, tapi penampilan Capriles yang baik dalam beberapa kampanye terakhir mampu menutupi hal tersebut.
Dalam kampanyenya, Capriles berjanji untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, membangun sekolah, jalan raya dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja, serta memerintah bagi semua lapisan rakyat Venezuela.
Dalam beberapa kesempatan, Capriles juga mengkritik cara pemerintah menangani ekonomi dan menilai pemerintah telah kehabisan energi untuk memimpin. "Empat belas tahun memimpin sudah cukup, 20 adalah terlalu banyak. Pemerintah Chavez telah kehabisan energi," ungkap Capriles.
(aww)