30 WNI di Suriah pulang lewat Beirut
Kamis, 04 Oktober 2012 - 12:05 WIB
30 WNI di Suriah pulang lewat Beirut
A
A
A
Sindonews.com – Kementrian Luar Negeri Indonesia (Kemlu) kembali merepatriasi 30 WNI di Suriah dari bandara internasional Rafik Hariri, Beirut melalui rute Damaskus – Beirut - Jakarta kemarin (3/10/2012).
Direktur Informasi dan Media, PLE Priatna menyampaikan 30 WNI dijadwalkan tiba di Bandara Soekarno - Hatta, Jakarta pukul 22.00 dengan menggunakan Qatar Air Ways. Setibanya di Jakarta, mereka akan diterima oleh petugas dari Kemlu sebelum berkumpul kembali dengan keluarga masing-masing.
Priatna menambahkan, Senin lalu (1/10) Kemlu telah merepatriasi 20 WNI. Dengan demikian, hingga hari ini jumlah WNI Suriah yang telah direpatriasi melalui Beirut, Lebanon telah mencapai 50 orang.
“Mereka merupakan bagian dari ratusan Warga Indonesia yang tengah ditampung di tempat perlindungan (shelter) milik KBRI Damaskus akibat berbagai masalah dan gangguan keamanan dalam negeri Suriah,” tutur Priatna dalam rilis Kemlu, Kamis (4/10/2012).
Sementara itu dari Beirut, Kepala Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Beirut Soemarjanto Karyasentika menjelaskan 30 WNI tersebut sebelumnya menempuh perjalanan 1 jam dari penampungan KBRI Damaskus menuju Beirut.
“Mereka menggunakan bis sewa dan melalui rute jalan di wilayah Suriah yang relatif aman,” ungkap Soemarjanto, komando tim di lapangan.
Setibata di loket imigrasi perbatasan Lebanon, rombongan disambut petugas KBRI Beirut yang sebelumnya telah mempersiapkan pengisian formulir applikasi visa guna mempermudah dan mempercepat pergerakan rombongan.
Dari hasil pemantauan lapangan, suasana perbatasan yang padat tidak menghalangi kecepatan pelayanan pihak imigrasi Lebanon khususnya kepada WNI dari Suriah.
Pada kegiatan repatriasi ini, Pemerintah Lebanon menunjukkan fleksibilitas dalam menerapkan kebijakan visa bagi WNI, mereka tidak perlu turun dari bis, cukup diwakilkan oleh petugas dari KBRI Beirut dan Damaskus selain itu mereka juga tidak perlu membayar biaya visa. Guna mempercepat urusan di perbatasan, otoritas Lebanon juga menyiapkan satu jalur loket imigrasi khusus bagi WNI.
“Sesuai komitmen Pemerintah Lebanon, WNI dari Suriah yang akan singgah di Lebanon pada masa sulit ini mendapatkan banyak kemudahan pengurusan di perbatasan.
Pemerintah Lebanon juga menambah jumlah personilnya di loket imigrasi untuk bantu mempercepat pengurusan visa masuk WNI,” terang Soemarjanto.
Dari perbatasan Masna’a, rombongan melanjutkan perjalanan darat menuju jantung kota Beirut. Jika lalu lintas tidak padat, perjalanan ke pusat kota Beirut dari perbatasan Masna’a dapat ditempuh sekitar 45 menit hingga 1 jam.
Tiba di ibu kota Lebanon, 30 WNI tersebut diarahkan langsung menuju penampungan KBRI Beirut untuk persiapan penerbangan panjang ke Tanah Air beberapa jam kemudian.
Direktur Informasi dan Media, PLE Priatna menyampaikan 30 WNI dijadwalkan tiba di Bandara Soekarno - Hatta, Jakarta pukul 22.00 dengan menggunakan Qatar Air Ways. Setibanya di Jakarta, mereka akan diterima oleh petugas dari Kemlu sebelum berkumpul kembali dengan keluarga masing-masing.
Priatna menambahkan, Senin lalu (1/10) Kemlu telah merepatriasi 20 WNI. Dengan demikian, hingga hari ini jumlah WNI Suriah yang telah direpatriasi melalui Beirut, Lebanon telah mencapai 50 orang.
“Mereka merupakan bagian dari ratusan Warga Indonesia yang tengah ditampung di tempat perlindungan (shelter) milik KBRI Damaskus akibat berbagai masalah dan gangguan keamanan dalam negeri Suriah,” tutur Priatna dalam rilis Kemlu, Kamis (4/10/2012).
Sementara itu dari Beirut, Kepala Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Beirut Soemarjanto Karyasentika menjelaskan 30 WNI tersebut sebelumnya menempuh perjalanan 1 jam dari penampungan KBRI Damaskus menuju Beirut.
“Mereka menggunakan bis sewa dan melalui rute jalan di wilayah Suriah yang relatif aman,” ungkap Soemarjanto, komando tim di lapangan.
Setibata di loket imigrasi perbatasan Lebanon, rombongan disambut petugas KBRI Beirut yang sebelumnya telah mempersiapkan pengisian formulir applikasi visa guna mempermudah dan mempercepat pergerakan rombongan.
Dari hasil pemantauan lapangan, suasana perbatasan yang padat tidak menghalangi kecepatan pelayanan pihak imigrasi Lebanon khususnya kepada WNI dari Suriah.
Pada kegiatan repatriasi ini, Pemerintah Lebanon menunjukkan fleksibilitas dalam menerapkan kebijakan visa bagi WNI, mereka tidak perlu turun dari bis, cukup diwakilkan oleh petugas dari KBRI Beirut dan Damaskus selain itu mereka juga tidak perlu membayar biaya visa. Guna mempercepat urusan di perbatasan, otoritas Lebanon juga menyiapkan satu jalur loket imigrasi khusus bagi WNI.
“Sesuai komitmen Pemerintah Lebanon, WNI dari Suriah yang akan singgah di Lebanon pada masa sulit ini mendapatkan banyak kemudahan pengurusan di perbatasan.
Pemerintah Lebanon juga menambah jumlah personilnya di loket imigrasi untuk bantu mempercepat pengurusan visa masuk WNI,” terang Soemarjanto.
Dari perbatasan Masna’a, rombongan melanjutkan perjalanan darat menuju jantung kota Beirut. Jika lalu lintas tidak padat, perjalanan ke pusat kota Beirut dari perbatasan Masna’a dapat ditempuh sekitar 45 menit hingga 1 jam.
Tiba di ibu kota Lebanon, 30 WNI tersebut diarahkan langsung menuju penampungan KBRI Beirut untuk persiapan penerbangan panjang ke Tanah Air beberapa jam kemudian.
(aww)