Biden sebut kelas menengah terkubur
Kamis, 04 Oktober 2012 - 09:52 WIB
Biden sebut kelas menengah terkubur
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden salah ucap dengan mengatakan kelas menengah terkubur selama empat tahun terakhir.
Kesalahan ucap itu dimanfaatkan Partai Republik untuk menyerang pemerintahan Presiden AS Barack Obama.Apalagi kesalahan ucap itu sehari sebelum debat perdana antara calon presiden dari Republik Mitt Romney dan Obama pada Rabu (3/10) malam waktu setempat.
“Bagaimana mereka (Republik) dapat membenarkan menaikkan pajak terhadap kelas menengah yang telah terkubur dalam empat tahun terakhir?” tanya Biden saat berpidato di North Carolina mengenai rencana kenaikan pajak yang dijanjikan dalam kampanye Romney.
Gedung Putih segera meralat maksud ucapan Wapres AS tersebut dengan menyatakan Biden membicarakan tentang bagaimana kebijakan mantan Presiden George W Bush dilanjutkan untuk melukai kelas menengah yang sudah menderita. Biden juga mengoreksi ucapannya melalui Twitter resminya dengan menulis, “Kelas menengah terkubur oleh kebijakan yang didukung Romney dan Ryan.”
Namun, Republik memanfaatkan kesalahan ucap Biden itu sebagai amunisi untuk menyerang kebijakan ekonomi Obama.“Sepakat dengan @Joe- Biden, kelas menengah telah terkubur dalam empat tahun terakhir, itulah mengapa kita perlu perubahan pada November,” bunyi tweet dari akun Twitter resmi Romney.
Pasangan Romney, Paul Ryan, juga mengatakan kalimat senada.“Pengangguran telah meningkat di atas 8% dalam 43 bulan. Ekonomi kita lemah sekarang.Wapres Biden, hari ini mengatakan bahwa kelas menengah selama empat tahun terakhir telah terkubur. Kami sepakat,”papar Ryan dalam kampanye di Iowa,dikutip AFP. “Itu berarti kita perlu menghentikannya dengan memilih Mitt Romney sebagai presiden AS selanjutnya.”
Republik menganggap pernyataan Biden dapat menjadi bahan serangan Romney untuk Obama pada debat perdana hari ini. Namun,tim kampanye Obama juga telah memperingatkan bahwa Romney yang merupakan miliuner itu harus menjelaskan mengapa perusahaannya dibangun di luar negeri untuk menghindari pajak.
Menjelang debat capres di Denver,laporan New York Times menyebutkan bahwa perencanaan pajak perusahaan ekuitas swasta Bain Capital milik Romney mungkin membantu menambah kekayaannya. “Ini menimbulkan banyak pertanyaan bahwa kampanye Romney harus menjawabnya pada Rabu (3/10). Kami ingin mendengar apa yang dia katakan,” tutur juru bicara Obama, Jen Psaki.
Times memeriksa ribuan halaman dokumen Bain yang tidak dilaporkan terkait puluhan perusahaan di luar negeri di Kepulauan Cayman.Times melaporkan, laporan pajak di beberapa kasus membuat Romney dapat menghindari pajak dan mungkin telah mengurangi tagihan pajak pendapatan pribadinya.
Sementara, debat perdana Obama dan Romney akan ditonton oleh puluhan juta orang. Debat ini pun dapat membantu menentukan masa depan politik dua pesaing tersebut. Obama akan tetap mempertahankan kebijakannya sebagai panglima tertinggi yang mampu menjauhkan AS dari depresi ekonomi. Adapun, Romney akan menyerang Obama dalam masalah kebijakan luar negeri dan menyalahkan presiden atas kemandekan ekonomi.
Sebelum debat, Romney telah berlatih dengan Senator Rob Portman dari Ohio yang memerankan Obama. Saat Romney makan siang di sebuah restoran di Denver, dia ditanya apakah dia telah siap. “Saya ada di sana,”jawab Romney.
Adapun, Obama rehat dari kamp latihan debat untuk tur di Bendungan Hoover di Sungai Colorado yang menjadi simbol pekerjaan publik setelah Depresi Besar 1930-an.
“Ini spektakuler dan saya belum pernah melihat ini sebelumnya,” kata Obama, mengabaikan pertanyaan wartawan tentang persiapannya menjelang debat. Sementara, penyelenggara debat memasang sentuhan terakhir di lokasi debat berupa spanduk bertulisan, “Persatuan dan Konstitusi Selamanya.”
Direktur Eksekutif Komisi Debat Presiden Janet Brown menjelaskan bahwa ada sekitar 1.000 penonton yang terdiri atas para pendukung kedua capres dan mahasiswa dari University of Denver.Para penonton telah diminta bersikap baik saat debat berlangsung.
“Peraturannya ialah setiap orang yang datang,mengambil satu nafas panjang dan menahannya selama 90 menit.Tidak ada kegaduhan, tidak ada tepuk tangan, tidak ada intervensi dalam bentuk apa pun.Ini agar penonton fokus pada kandidat dan pendapatnya,” papar Brown.
Kesalahan ucap itu dimanfaatkan Partai Republik untuk menyerang pemerintahan Presiden AS Barack Obama.Apalagi kesalahan ucap itu sehari sebelum debat perdana antara calon presiden dari Republik Mitt Romney dan Obama pada Rabu (3/10) malam waktu setempat.
“Bagaimana mereka (Republik) dapat membenarkan menaikkan pajak terhadap kelas menengah yang telah terkubur dalam empat tahun terakhir?” tanya Biden saat berpidato di North Carolina mengenai rencana kenaikan pajak yang dijanjikan dalam kampanye Romney.
Gedung Putih segera meralat maksud ucapan Wapres AS tersebut dengan menyatakan Biden membicarakan tentang bagaimana kebijakan mantan Presiden George W Bush dilanjutkan untuk melukai kelas menengah yang sudah menderita. Biden juga mengoreksi ucapannya melalui Twitter resminya dengan menulis, “Kelas menengah terkubur oleh kebijakan yang didukung Romney dan Ryan.”
Namun, Republik memanfaatkan kesalahan ucap Biden itu sebagai amunisi untuk menyerang kebijakan ekonomi Obama.“Sepakat dengan @Joe- Biden, kelas menengah telah terkubur dalam empat tahun terakhir, itulah mengapa kita perlu perubahan pada November,” bunyi tweet dari akun Twitter resmi Romney.
Pasangan Romney, Paul Ryan, juga mengatakan kalimat senada.“Pengangguran telah meningkat di atas 8% dalam 43 bulan. Ekonomi kita lemah sekarang.Wapres Biden, hari ini mengatakan bahwa kelas menengah selama empat tahun terakhir telah terkubur. Kami sepakat,”papar Ryan dalam kampanye di Iowa,dikutip AFP. “Itu berarti kita perlu menghentikannya dengan memilih Mitt Romney sebagai presiden AS selanjutnya.”
Republik menganggap pernyataan Biden dapat menjadi bahan serangan Romney untuk Obama pada debat perdana hari ini. Namun,tim kampanye Obama juga telah memperingatkan bahwa Romney yang merupakan miliuner itu harus menjelaskan mengapa perusahaannya dibangun di luar negeri untuk menghindari pajak.
Menjelang debat capres di Denver,laporan New York Times menyebutkan bahwa perencanaan pajak perusahaan ekuitas swasta Bain Capital milik Romney mungkin membantu menambah kekayaannya. “Ini menimbulkan banyak pertanyaan bahwa kampanye Romney harus menjawabnya pada Rabu (3/10). Kami ingin mendengar apa yang dia katakan,” tutur juru bicara Obama, Jen Psaki.
Times memeriksa ribuan halaman dokumen Bain yang tidak dilaporkan terkait puluhan perusahaan di luar negeri di Kepulauan Cayman.Times melaporkan, laporan pajak di beberapa kasus membuat Romney dapat menghindari pajak dan mungkin telah mengurangi tagihan pajak pendapatan pribadinya.
Sementara, debat perdana Obama dan Romney akan ditonton oleh puluhan juta orang. Debat ini pun dapat membantu menentukan masa depan politik dua pesaing tersebut. Obama akan tetap mempertahankan kebijakannya sebagai panglima tertinggi yang mampu menjauhkan AS dari depresi ekonomi. Adapun, Romney akan menyerang Obama dalam masalah kebijakan luar negeri dan menyalahkan presiden atas kemandekan ekonomi.
Sebelum debat, Romney telah berlatih dengan Senator Rob Portman dari Ohio yang memerankan Obama. Saat Romney makan siang di sebuah restoran di Denver, dia ditanya apakah dia telah siap. “Saya ada di sana,”jawab Romney.
Adapun, Obama rehat dari kamp latihan debat untuk tur di Bendungan Hoover di Sungai Colorado yang menjadi simbol pekerjaan publik setelah Depresi Besar 1930-an.
“Ini spektakuler dan saya belum pernah melihat ini sebelumnya,” kata Obama, mengabaikan pertanyaan wartawan tentang persiapannya menjelang debat. Sementara, penyelenggara debat memasang sentuhan terakhir di lokasi debat berupa spanduk bertulisan, “Persatuan dan Konstitusi Selamanya.”
Direktur Eksekutif Komisi Debat Presiden Janet Brown menjelaskan bahwa ada sekitar 1.000 penonton yang terdiri atas para pendukung kedua capres dan mahasiswa dari University of Denver.Para penonton telah diminta bersikap baik saat debat berlangsung.
“Peraturannya ialah setiap orang yang datang,mengambil satu nafas panjang dan menahannya selama 90 menit.Tidak ada kegaduhan, tidak ada tepuk tangan, tidak ada intervensi dalam bentuk apa pun.Ini agar penonton fokus pada kandidat dan pendapatnya,” papar Brown.
(aww)