Gedung putih akui alami serangan cyber

Rabu, 03 Oktober 2012 - 08:33 WIB
Gedung putih akui alami...
Gedung putih akui alami serangan cyber
A A A
Sindonews.com - Gedung Putih mengakui pihaknya mengalami serangan cyber di salah satu jaringan komputer. Namun, mereka menegas-kan serangan ini tidak menghancurkan sistem apa pun, dan tidak ada data yang hilang.

Seorang pejabat pemerintah langsung mengeluarkan komentar, setelah sebuah laporan dari situs berita sayap kanan mengatakan bahwa hacker China telah menyerang sistem militer Gedung Putih, Amerika Serikat (AS).

Para pejabat AS mengatakan serangan cyber itu masuk dalam jaringan yang tidak terkategori dan merupakan kasus “spear phishing”, yakni trik email palsu pengguna untuk mengklik melalui situs web di mana seorang hacker dapat menginstal perangkat lunak berbahaya atau mengontrol dari komputer lain.

“Jenis serangan ini jarang terjadi dan kami memiliki langkah-langkah pencegahan,” terang pejabat AS itu, seperti dikutip AFP. “Dalam hal ini,serangan itu telah diidentifikasi, sistem diisolasi,dan tidak ada indikasi apa pun ada data yang hilang. Selain itu, tidak ada dampak terhadap sistem rahasia kami,” urainya.

Seorang pejabat lainnya yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada situs Politico, bahwa serangan hacker pada dasarnya adalah insiden yang terisolasi di mana staf yang menerima email membawa lampiran malware.

Untuk semakin memperjelas, pejabat itu menegaskan saat ini, semuanya dalam kondisi tenang, dan hacker China itu tidak akan mengambil kendali dari koper berisi kode peluncuran nuklir yang bisa dilakukan setiap saat. Pada Minggu (30/9),laporan

Washington Free Beacon, situs yang dioperasikan kelompok yang mengaku melaporkan berita yang diabaikan oleh kelompok kiri profesional, mengatakan bahwa hacker yang terkait dengan pemerintah China telah menyerang sistem yang digunakan kantor militer Gedung Putih untuk perintah nuklir. Sebagai catatan, Washington Free Beacon, yang menyampaikan kabar serangan tersebut diketahui memiliki agenda sayap kanan.

Situs ini juga kerap menggambarkan pemerintahan saat ini yang masih lemah dalam kebijakan luar negeri. Selain kasus ini, sebelumnya situs yang sama juga menuduh kapal selam nuklir Rusia telah berpatroli di wilayah AS.

Tuduhan ini juga dibantah Departemen Pertahanan AS. Menurut laporan Politico, tidak ada keraguan jika memang ada tim hacker yang disponsori pemerintah China mencoba menggali segala macam sistem Barat.
(aww)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
1 jam yang lalu
Iran Murka AS Serang...
Iran Murka AS Serang Wilayah dan Infrastruktur Sipil, Ini Daftarnya
1 jam yang lalu
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
2 jam yang lalu
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
3 jam yang lalu
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS di Suriah, Hancurkan Radar dan Helikopter
3 jam yang lalu
Presiden Israel Ingin...
Presiden Israel Ingin Berdamai dengan Arab Saudi: Saya Menghormati Mohammed bin Salman
3 jam yang lalu
Infografis
Spesifikasi Fregat Merah...
Spesifikasi Fregat Merah Putih, Kapal Perang Tercanggih dengan Senjata Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved