Romney luncurkan serangan

Rabu, 03 Oktober 2012 - 07:50 WIB
Romney luncurkan serangan
Romney luncurkan serangan
A A A
Sindonews.com - Calon presiden (capres) Amerika Serikat AS) dari Partai Republik Mitt Romney meluncurkan serangan terkoordinasi terhadap kebijakan luar negeri Barack Obama.

Romney hendak memanfaatkan celah kelemahan Obama menjelang debat pertama antara dua pesaing yang mem-perebutkan Gedung Putih tersebut. Capres Republik itu menuding Obama mengabaikan kekerasan mematikan di Timur Tengah dan memperingatkan kebijakan presiden AS itu berpotensi konflik dan kekacauan.

“Obama tidak memahami bahwa kebijakan AS yang kurang memecahkan masalah dapat memprovokasi agresi dan mendorong kekacauan.Kita tidak menanggapi kejadiankejadian di Timur Tengah dalam arah yang melindungi rakyat atau aliansi kita. Dan itu berbahaya,” ungkap Romney dalam tulisan di Wall Street Journal. Kemarin Romney terbang ke Denver, Colorado, untuk menuju debat pertama dari tiga debat melawan Obama.

Saat Romney mengecam kebijakan Obama di Timur Tengah, calon wakil presiden (cawapres) dari Partai Republik Paul Ryan menyerang kebijakan presiden AS di Afghanistan. Menurut Romney, Gedung Putih membuat keputusan politik untuk menarik 22.000 pasukan AS pada September, hanya beberapa pekan sebelum pemilu 6 November.

Langkah itu bagi Ryan akan menempatkan sisa pasukan AS dalam bahaya yang lebih besar. “Mereka masih bertempur. Kita tidak akan pernah mengedepankan politik seperti yang dikatakan pada komandan kita bahwa sangat penting untuk melakukan tugas itu dan menjaga tentara kita seaman mungkin saat mereka melaksanakan perang ini,”kata Ryan.

Minggu (30/9) lalu Ryan menjelaskan bahwa Romney merencanakan pidato kebijakan luar negeri segera. Selain Romney dan Ryan, lawan Obama pada pemilu 2008 John McCain juga mengecam Pemerintah AS saat ini.

“Ini membongkar semua kekusutan.Karena ini kebijakan keamanan nasional yang gagal, ayamayam datang ke kandang untuk bertengger di Irak, Afghanistan, Libya, dan tentu Suriah, yang terus menangis untuk bantuan dan kepemimpinan kita saat orang-orang terus dibunuh,” ujar McCain pada jaringan kabel MSNBC.

Terkait program nuklir Iran, Romney menganggap Obama tidak cukup menekan Teheran untuk menghentikan ambisi atomnya. Romney juga mengecam penanganan serangan di konsulat AS di Benghazi, Libya, yang menewaskan Duta Besar AS dan tiga warga AS lainnya. Awalnya, pejabat AS menyatakan serangan 11 September di konsulat AS itu meru-pakan demonstrasi spontan yang mengecam film anti-Islam yang dibuat di Negeri Paman Sam.

Namun, sekarang Pemerintah AS menyatakan bahwa serangan itu merupakan aksi terorisme yang mungkin terkait Al-Qaeda. Perubahan penjelasan oleh pemerintah itu membuat Republik menuduh Gedung Putih berusaha menutupi kejadian untuk menjaga citra Obama dalam isu keamanan nasional.

Sepucuk surat yang ditulis Senator Bob Corker pada direktur intelijen nasional James Clapper menyerukan investigasi independen ke Benghazi. “Kita mendapat respons ganjil atas serangan itu. Saya yakin ada pengabaian dan ketidakkompetenan,” tuturnya.

Berbagai komentar itu muncul saat Romney dan Obama menuju debat perdana yang ditunggu seluruh pemilih AS. Obama tetap bersikap tenang atas berbagai serangan lawannya tersebut. Saat ini Obama sedang meningkatkan keahlian debatnya di sebuah resort di gurun Nevada. “Media sudah berspekulasi tentang siapa yang memiliki semangat terbaik. Siapa yang mendapat poin terbanyak,” kata Obama pada 11.000 pendukungnya di wilayah Hispanik di pinggiran Las Vegas pada Minggu (30/9).

“Gubernur Romney,dia pendebat yang bagus. Saya juga bagus.Yang saya inginkan ialah memiliki diskusi serius tentang apa yang perlu kita lalukan untuk tetap menjaga negara ini terus berjalan dan memulihkan keamanan bagi para pekerja keras AS.”
Obama saat ini memimpin pertarungan dengan lima poin di atas Romney,menurut jajak pendapat terbaru Gallup.Obama unggul di sejumlah negara bagian yang penting bagi perebutan Gedung Putih.

Jajak pendapat Washington Post-ABC News yang dirilis Senin (1/10) menunjukkan Obama unggul dengan persentase 49%,sementara Romney 47%. Di beberapa negara bagian Obama unggul 52% dan Romney 41%.

“Sebanyak 55% responden memperkirakan Obama akan tampil lebih baik dalam debat perdana dibandingkan Romney yang hanya didukung 31%,”ungkap hasil jajak pendapat tersebut.
(aww)
Berita Terkait
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Antusiasme Masyarakat Berikan Suara Tinggi
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Buku Jadi Senjata Politik AS
Pertarungan Retorika...
Pertarungan Retorika Penuh Intrik di Pilpres Amerika Serikat
Berita Terkini
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
1 jam yang lalu
Iran Murka AS Serang...
Iran Murka AS Serang Wilayah dan Infrastruktur Sipil, Ini Daftarnya
1 jam yang lalu
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
2 jam yang lalu
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
3 jam yang lalu
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS di Suriah, Hancurkan Radar dan Helikopter
3 jam yang lalu
Presiden Israel Ingin...
Presiden Israel Ingin Berdamai dengan Arab Saudi: Saya Menghormati Mohammed bin Salman
3 jam yang lalu
Infografis
Pakistan Balas Serangan...
Pakistan Balas Serangan India, Luncurkan Operasi Bunyan Marsoos
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved