Suriah lancarkan serangan udara

Selasa, 02 Oktober 2012 - 10:21 WIB
Suriah lancarkan serangan...
Suriah lancarkan serangan udara
A A A
Sindonews.com - Serangan udara militer Suriah di Kota Salqeen, Provinsi Idlib, menewaskan 12 orang, termasuk lima anak-anak. Wilayah itu sebagian besar dikuasai pemberontak.

“Sebanyak 12 warga sipil, termasuk lima anak-anak, tewas dalam pengeboman di Kota Salqeen dan jumlah itu diperkirakan bertambah karena banyak korban dalam kondisi kritis,” ungkap Pengawas Hak Asasi Manusia Suriah (SOHR) yang berbasis di Inggris, kemarin, dikutip AFP.

“Ini merupakan satu serangan udara yang mengenai beberapa gedung. Kami perkirakan jumlah korban tewas meningkat karena 30 orang yang tinggal di daerah ini, beberapa mengalami luka kritis dan lainnya tertimbun reruntuhan,” papar direktur SOHR Rami Abdel Rahman.

Dalam video yang dirilis aktivis dari Salqeen, sejumlah korban dibawa dengan truk pick-up.“OhTuhan, putra saya meninggal,” kata seorang pria saat melihat jasad yang berlumuran darah. Menurut Abdel Rahman, tiga anak-anak yang tewas merupakan satu keluarga.

Salqeen terletak 5 kilometer dari perbatasan Turki.“Ambulans Turki menunggu di perbatasan Bab al-Hawa karena tidak ada rumah sakit di wilayah Suriah ini,”ungkap Abdel Rahman.

Dia menjelaskan bahwa militer Suriah berupaya memasuki kota tersebut pagi hari, tapi mereka mendapat perlawanan pemberontak. Serangan udara kemudian dilancarkan beberapa saat kemudian. Sementara, pekan lalu mantan ketua jaksa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Carla del Ponte ditunjuk sebagai anggota komisi PBB untuk investigasi kejahatan perang di Suriah.

Komisi ini mengumpulkan bukti-bukti untuk kemungkinan pengadilan terhadap individu atau unit militer di masa depan yang dicurigai melakukan kejahatan perang dalam 18 bulan konflik Suriah. Swiss mengusulkan mantan jaksa agung Swiss itu sebagai komisioner dan pelobi.Namun, sejumlah negara menganggap dia terlalu kontroversial.

Presiden Dewan Hak Asasi Manusia PBB Laura Dupuy Lasserre menyatakan, dia telah memilih del Ponte dan Vitit Muntarbhorn dalam Komisi Penyelidikan bersama Paulo Pinheiro dari Brasil dan Karen Abuzayd dari Amerika Serikat (AS).

“Keduanya memiliki catatan panjang yang diakui di level internasional yang tertinggi. Reputasi mereka tidak memihak, independen, dan objektif dalam pekerjaan HAM,” tutur Lasserre.

Penunjukan pengacara berpengalaman seperti del Ponte dapat diartikan bahwa PBB ingin membangun kasus kriminal yang kuat dan membawa para pelanggar HAM ke pengadilan. Del Ponte telah bekerja delapan tahun di Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) untuk bekas Yugoslavia yang berbasis di Den Haag,Belanda.

Selama di sana dia mengajukan dakwaan terhadap mantan Presiden Yugoslavia Slobodan Milosevic yang meninggal 2006 sebelum vonis pengadilan diputuskan.

“Dia membawa skill investigasi kuat dan kemampuan terbaik yang sistematis serta menggunakan banyak informasi sehingga Komisi Penyelidikan dapat mengajukan dakwaan suatu hari,”papar Duta Besar Uni Eropa Mariangela Zappia kepada Reuters.

Sementara,Juru bicara Amnesty International Peter Splinter menuturkan bahwa Muntarbhorn akan membawa pengetahuan dan pengalaman berharga untuk tim komisi yang telah kuat. Muntarbhorn merupakan pakar dari Thailand yang telah menjadi pelopor khusus PBB di Korea Utara (Korut).

Sebelumnya Dewan HAM PBB memperpanjang mandat penyelidikan Suriah hingga enam bulan mendatang. Dewan HAM PBB juga mengecam kekerasan yang dilakukan pasukan pemerintah, milisi pro-Assad, dan pemberontak.

47 anggota komisi penyelidik ini dibentuk berdasarkan resolusi yang didukung 41 negara, tiga negara menentang yakni China,Kuba, Rusia, dan tiga negara lainnya abstain.
(aww)
Berita Terkait
Tenda Permukiman Keluarga...
Tenda Permukiman Keluarga Terlantar yang Dikuasai Pemberontak Ditembaki Pasukan Suriah
Pasukan Suriah Serang...
Pasukan Suriah Serang Qardaha, Bentrokan Sengit di Latakia dan Tartous
Warga Suriah Menyeberangi...
Warga Suriah Menyeberangi Sungai ke Lebanon, Ribuan Mengungsi di Tengah Kekerasan di Pesisir
Gempuran Serangan Udara...
Gempuran Serangan Udara di Idlib, 21 Warga Tewas
Pemberontak Kuasai Aleppo,...
Pemberontak Kuasai Aleppo, Pasukan Bashar al-Assad Mundur
9 Negara Pemasok Senjata...
9 Negara Pemasok Senjata Tentara Suriah
Berita Terkini
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
2 menit yang lalu
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
1 jam yang lalu
Iran Murka AS Serang...
Iran Murka AS Serang Wilayah dan Infrastruktur Sipil, Ini Daftarnya
2 jam yang lalu
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
2 jam yang lalu
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
3 jam yang lalu
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS di Suriah, Hancurkan Radar dan Helikopter
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jam...
10 Negara dengan Jam Kerja Terpendek di Dunia, Suriah Paling Singkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved