Jajak pendapat masih unggulkan Obama
Jum'at, 28 September 2012 - 09:53 WIB
Jajak pendapat masih unggulkan Obama
A
A
A
Sindonews.com - Incumbent Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama masih mampu mengungguli lawannya, calon presiden (capres) dari Republikan Mitt Romney, menjelang debat capres yang bakal digelar pada 3 Oktober mendatang.
Dalam survei terakhir Gallup yang dirilis Rabu (26/9) waktu setempat, Obama,capres dari Demokrat, unggul 5 poin atas Romney. Survei ini juga menunjukkan Obama mampu mengokohkan posisinya di negara-negara bagian kunci yang akan memutuskan pemilu AS pada 6 November.
Sementara, jajak pendapat yang digelar oleh CBS/NYT/ Quinnipiac, juga dirilis pada Rabu (26/9), memperlihatkan Obama memimpin 10 poin atas Romney di Ohio dan memimpin 9 poin di Florida,yang juga merupakan negara bagian kunci untuk memenangi pemilu.
Polling Quinnipiac juga menunjukkan bahwa Romney mengalami kemunduran 9% suara di Florida. Sedangkan, jajak pendapat Washington Post yang dirilis Selasa (25/9) menunjukkan bahwa Obama memimpin 8 poin di Ohip dan 4 poin di Florida.
Pekan ini Obama dan Romney sama-sama menghabiskan hari dengan berkampanye di negara bagian Ohio. Obama mendatangi dua universitas, sementara Romney hadir di tiga kota.
Ohio, dengan 18 suara elektoral (electoral votes), dipandang kritis bagi Romney untuk meraih kemenangan.Tak pernah ada Republikan yang melenggang ke Gedung Putih tanpa memenangi negara bagian ini.
Beberapa analis menyebutkan, peningkatan ekonomi di Ohio menguntungkan Obama. Tingkat pengangguran di negara bagian ini sebesar 7,2%, dan angka itu di bawah ratarata nasional sebesar 8,3%.
Ohio juga merupakan episentrum industri automotif dan manufaktur terkait, yang mendapatkan keuntungan dari bailout yang dikeluarkan Obama pada 2009. Merosotnya dukungan terhadap Romney tampaknya disebabkan oleh dirilisnya rekaman video rahasia di mana dia menyatakan 47% warga Amerika akan memilih Obama karena mereka bergantung pada pemerintah dan tidak membayar pajak.
Kesempatan terbaik Romney untuk mengubah keadaan yaitu pada debat capres pertama yang akan digelar di Denver, Colorado, 3 Oktober, mengenai kebijakan luar negeri. ”Mitt Romney mengalami pekan yang buruk di media dan itu ditunjukkan di beberapa negara bagian penting yang tidak punya kecenderungan politik (swing states),” ujar Peter Brown, asisten direktur Institut Polling Universitas Quinnipiac kepada AFP.
"Kemarahan atas pernyataan 47% itu hampir pasti adalah faktor utama dalam keunggulan Obama.”
Dalam survei terakhir Gallup yang dirilis Rabu (26/9) waktu setempat, Obama,capres dari Demokrat, unggul 5 poin atas Romney. Survei ini juga menunjukkan Obama mampu mengokohkan posisinya di negara-negara bagian kunci yang akan memutuskan pemilu AS pada 6 November.
Sementara, jajak pendapat yang digelar oleh CBS/NYT/ Quinnipiac, juga dirilis pada Rabu (26/9), memperlihatkan Obama memimpin 10 poin atas Romney di Ohio dan memimpin 9 poin di Florida,yang juga merupakan negara bagian kunci untuk memenangi pemilu.
Polling Quinnipiac juga menunjukkan bahwa Romney mengalami kemunduran 9% suara di Florida. Sedangkan, jajak pendapat Washington Post yang dirilis Selasa (25/9) menunjukkan bahwa Obama memimpin 8 poin di Ohip dan 4 poin di Florida.
Pekan ini Obama dan Romney sama-sama menghabiskan hari dengan berkampanye di negara bagian Ohio. Obama mendatangi dua universitas, sementara Romney hadir di tiga kota.
Ohio, dengan 18 suara elektoral (electoral votes), dipandang kritis bagi Romney untuk meraih kemenangan.Tak pernah ada Republikan yang melenggang ke Gedung Putih tanpa memenangi negara bagian ini.
Beberapa analis menyebutkan, peningkatan ekonomi di Ohio menguntungkan Obama. Tingkat pengangguran di negara bagian ini sebesar 7,2%, dan angka itu di bawah ratarata nasional sebesar 8,3%.
Ohio juga merupakan episentrum industri automotif dan manufaktur terkait, yang mendapatkan keuntungan dari bailout yang dikeluarkan Obama pada 2009. Merosotnya dukungan terhadap Romney tampaknya disebabkan oleh dirilisnya rekaman video rahasia di mana dia menyatakan 47% warga Amerika akan memilih Obama karena mereka bergantung pada pemerintah dan tidak membayar pajak.
Kesempatan terbaik Romney untuk mengubah keadaan yaitu pada debat capres pertama yang akan digelar di Denver, Colorado, 3 Oktober, mengenai kebijakan luar negeri. ”Mitt Romney mengalami pekan yang buruk di media dan itu ditunjukkan di beberapa negara bagian penting yang tidak punya kecenderungan politik (swing states),” ujar Peter Brown, asisten direktur Institut Polling Universitas Quinnipiac kepada AFP.
"Kemarahan atas pernyataan 47% itu hampir pasti adalah faktor utama dalam keunggulan Obama.”
(aww)