Belum dipastikan penyebab kematian bayi panda
Selasa, 25 September 2012 - 12:56 WIB
Belum dipastikan penyebab kematian bayi panda
A
A
A
Sindonews.com - Bayi panda Mei Xiang sepekan lalu lahir di kebun binatang National Zoo, Washington DC, Amerika Serikat (AS), kemarin Senin 24 September 2012 akhirnya mati. Belum diketahui pasti apa penyebab kematian bayi panda itu.
Seperti dilansir Xinhua, Selasa (25/9/2012) berdasarkan hasil observasi awal tidak ada tanda yang menunjukan trauma atau infeksi. Namun setelah dilakukan nekropsi, dokter hewan menemukan paru-parunya bagus. Hanya saja, hati bayi panda dinyatakan mati.
Hal ini menampik, kabar yang berkembang bahwa matinya bayi panda raksasa Mei Xiang itu tewas akibat tercekik.
Namun demikian, tim dokter belum menyimpulkan penyebab kematian bayi panda tersebut akibat kelainan hati. Mereka terus meneliti penyebab kematian bayi panda perempuan ini dengan bersama ahli dari China.
Sebelumya, pengelola kebun binatang National Zoo mengatakan, sang induk Mei Xiang, Minggu pagi pukul 09.00 waktu setempat mengeluarkan suara-suara aneh. Sejumlah dokter hewan akhirnya memberikan pertolongan, sayang tidak ada respon dari bayi panda yang berbobot 100 gram tersebut.
Kebun binatang National Zoo Washington DC sendiri mendapatkan Mei Xiang setelah menandatangani perjanjian peminjaman dengan China. Kesepakatan peminjaman antara National Zoo Washington DC Januari 2012 dengan Asosiasi Konservasi Margasatwa China pada Januari 2011 lalu dilakukan untuk kepentingan riset dan pengembangbiakan.
Bayi panda adalah makluk yang sangat rentan terkena infeksi dan penyakit. Sementara ukuran tubuhnya yang jauh lebih kecil dari tubuh induknya membuat ia terancam tewas tertindih saat disusui sang induk.
Seperti dilansir national geographic, saat ini panda telah masuk dalam daftar spesies langka dan terancam punah. Jumlahnya saat ini hanya mencapai 1.600 di areal pegunungan China tengah dan 300 lainnya hidup di penangkaran dan kebun binatang yang kebanyakan tersebar di China.
Seperti dilansir Xinhua, Selasa (25/9/2012) berdasarkan hasil observasi awal tidak ada tanda yang menunjukan trauma atau infeksi. Namun setelah dilakukan nekropsi, dokter hewan menemukan paru-parunya bagus. Hanya saja, hati bayi panda dinyatakan mati.
Hal ini menampik, kabar yang berkembang bahwa matinya bayi panda raksasa Mei Xiang itu tewas akibat tercekik.
Namun demikian, tim dokter belum menyimpulkan penyebab kematian bayi panda tersebut akibat kelainan hati. Mereka terus meneliti penyebab kematian bayi panda perempuan ini dengan bersama ahli dari China.
Sebelumya, pengelola kebun binatang National Zoo mengatakan, sang induk Mei Xiang, Minggu pagi pukul 09.00 waktu setempat mengeluarkan suara-suara aneh. Sejumlah dokter hewan akhirnya memberikan pertolongan, sayang tidak ada respon dari bayi panda yang berbobot 100 gram tersebut.
Kebun binatang National Zoo Washington DC sendiri mendapatkan Mei Xiang setelah menandatangani perjanjian peminjaman dengan China. Kesepakatan peminjaman antara National Zoo Washington DC Januari 2012 dengan Asosiasi Konservasi Margasatwa China pada Januari 2011 lalu dilakukan untuk kepentingan riset dan pengembangbiakan.
Bayi panda adalah makluk yang sangat rentan terkena infeksi dan penyakit. Sementara ukuran tubuhnya yang jauh lebih kecil dari tubuh induknya membuat ia terancam tewas tertindih saat disusui sang induk.
Seperti dilansir national geographic, saat ini panda telah masuk dalam daftar spesies langka dan terancam punah. Jumlahnya saat ini hanya mencapai 1.600 di areal pegunungan China tengah dan 300 lainnya hidup di penangkaran dan kebun binatang yang kebanyakan tersebar di China.
(aww)