Rumah berputar jadi favorit pengunjung
Selasa, 18 September 2012 - 10:59 WIB
Rumah berputar jadi favorit pengunjung
A
A
A
Sindonews.com - Tim-tim internasional membangun 19 rumah tenaga surya di ibu kota Spanyol untuk mengikuti kompetisi desain futuristik. Berbagai desain unik disajikan para peserta lomba, termasuk sebuah rumah yang dapat berputar 180 derajat.
Di taman Casa de Campo, Madrid,sinar matahari mengaktifkan panel-panel surya sebuah desa mini yang futuristik yang dibangun dalam 10 hari oleh para mahasiswa dari berbagai universitas di China, Jepang, Brasil, Mesir, dan penjuru Eropa.
Sebuah rumah yang dibangun tim Portugis dapat bergerak mengikuti arah sinar matahari. Tim Prancis mendesain dinding yang dapat bergerak secara otomatis.
Tim Jepang tak kalah kreatif dengan menciptakan rumah yang ditanami padi. Rumah-rumah itu berlomba dalam Solar Decathlon Europe 2012 yang dibuka pekan lalu. Semua rumah akan menghadapi 10ujian selama 15 hari berturut-turut.
Hal yang diuji antara lain tingkat efisiensi energi,desain, dan kenyamanan. Pemenang lomba ini adalah rumah yang menghabiskan sumber daya alam paling sedikit dan memproduksi sampah paling minim,selama rumah itu menghasilkan listrik sepanjang waktu.
Kompetisi ini disponsori oleh perusahaan swasta dan Pemerintah Spanyol yang menyubsidi peserta dengan dana USD65.000. Sejumlah mahasiswa mengaku mereka bekerja keras sepanjang siang dan malam untuk membangun rumah-rumah tersebut.
Rumah itu tidak hanya menghasilkan listrik tapi juga dapat menyuplai jaringan listrik Madrid. Salah satu rumah yang paling menarik diciptakan oleh mahasiswa dari Universidade de Porto,Portugal. Rumah itu dibuat dari gabus dan kayu serta memiliki atap dari panelpanel surya.
“Rumah itu dapat berputar 180 derajat,”kata mahasiswa teknik Joao Agostinho,23,pada AFP.
Yang lebih hebat lagi, rumah itu tidak hanya bisa berputar. Rumah itu bergerak secara elektronik sesuai variasi arah sinar matahari sehingga memaksimalkan penggunaan energi surya dan mengurangi kebutuhan panas dan pencahayaan interior.
Energi yang digunakan untuk memutar rumah itu sama dengan enam lampu listrik. Hasilnya,rumah tersebut mampu memproduksi 2,5 kali lebih banyak energi dibandingkan dengan yang dikonsumsi.
Tim Prancis dari Grenoble Ecole Nationale Superieure d’Architecture membangun satu model apartemen untuk blok menara yang dapat memaksimalkan ruang terbatas.
Di taman Casa de Campo, Madrid,sinar matahari mengaktifkan panel-panel surya sebuah desa mini yang futuristik yang dibangun dalam 10 hari oleh para mahasiswa dari berbagai universitas di China, Jepang, Brasil, Mesir, dan penjuru Eropa.
Sebuah rumah yang dibangun tim Portugis dapat bergerak mengikuti arah sinar matahari. Tim Prancis mendesain dinding yang dapat bergerak secara otomatis.
Tim Jepang tak kalah kreatif dengan menciptakan rumah yang ditanami padi. Rumah-rumah itu berlomba dalam Solar Decathlon Europe 2012 yang dibuka pekan lalu. Semua rumah akan menghadapi 10ujian selama 15 hari berturut-turut.
Hal yang diuji antara lain tingkat efisiensi energi,desain, dan kenyamanan. Pemenang lomba ini adalah rumah yang menghabiskan sumber daya alam paling sedikit dan memproduksi sampah paling minim,selama rumah itu menghasilkan listrik sepanjang waktu.
Kompetisi ini disponsori oleh perusahaan swasta dan Pemerintah Spanyol yang menyubsidi peserta dengan dana USD65.000. Sejumlah mahasiswa mengaku mereka bekerja keras sepanjang siang dan malam untuk membangun rumah-rumah tersebut.
Rumah itu tidak hanya menghasilkan listrik tapi juga dapat menyuplai jaringan listrik Madrid. Salah satu rumah yang paling menarik diciptakan oleh mahasiswa dari Universidade de Porto,Portugal. Rumah itu dibuat dari gabus dan kayu serta memiliki atap dari panelpanel surya.
“Rumah itu dapat berputar 180 derajat,”kata mahasiswa teknik Joao Agostinho,23,pada AFP.
Yang lebih hebat lagi, rumah itu tidak hanya bisa berputar. Rumah itu bergerak secara elektronik sesuai variasi arah sinar matahari sehingga memaksimalkan penggunaan energi surya dan mengurangi kebutuhan panas dan pencahayaan interior.
Energi yang digunakan untuk memutar rumah itu sama dengan enam lampu listrik. Hasilnya,rumah tersebut mampu memproduksi 2,5 kali lebih banyak energi dibandingkan dengan yang dikonsumsi.
Tim Prancis dari Grenoble Ecole Nationale Superieure d’Architecture membangun satu model apartemen untuk blok menara yang dapat memaksimalkan ruang terbatas.
(aww)