Protes Innocence of Muslims masuki hari ke-7
Senin, 17 September 2012 - 20:45 WIB
Protes Innocence of Muslims masuki hari ke-7
A
A
A
Sindonews.com - Memasuki hari ke tujuh umat muslim dari berbagai negara di Asia dan Timur Tengah kembali melancarkan aksi protes baru menentang film Innocence of Muslims.
Di Asia, aksi protes pecah di Afghanistan, Pakistan, India, Indonesia dan Filipina. Sementara di Timur Tengah kembali pecah di Lebanon, Yaman, dan Palestina.
Di Afghanistan ribuan warga Afghanistan tumpah ruah di sejumlah wilayah memprotes film kontroversial yang mengejek Nabi Muhammad.
Kepala kepolisian setempat, Mohammad Ayoub Salangi mengatakan, aksi demonstrasi berpusat di Jalalabad, wilayah yang menjadi pangkalan tentara Amerika Serikat (AS) dan North Atlantic Treaty Organization (NATO).
Sementara aksi demostrasi juga pecah di wilayah Kabul. Dua mobil petugas kepolisian tak luput dari sasaran amuk masa demonstran.
Seorang pengujuk rasa nampaknya berupaya memperkeruh aksi demonstrasi dengan melepaskan sebuah tembakan, beruntung tidak ada korban luka.
"Kami belum melepaskan tembakan pada demostran, dan kami tidak akan melepaskan serangan balik," ungkap Salangi seperti diberitakan Skynews, Senin (17/9/2012).
Polisi mengatakan pengunjuk rasa meneriakkan, "Matilah Amerika, dan Matilah pria yang membuat film yang menghina Nabi Muhammad," ungkap Salangi.
Di Pakistan aksi demonstrasi menantang publikasi film Innocence of Muslims menelan korban jiwa. Seorang pengunjuk rasa dilaporkan tewas dan dua orang menderita luka-luka setelah pengujuk rasa terlibat baku tembak dengan petugas kepolisian di Warai, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan.
Polisi Warai mengatakan sebanyak 800 orang pengunjuk rasa turun ke jalan dan sengaja membakar kantor polisi, rumah seorang hakim dan sebuah kelompok pers lokal.
Sementara itu di Indonesia, aksi protes pecah di beberapa provinsi seperti Medan, Bandung, Solo, dan Ibu Kota Jakarta. Di Solo para pngunjuk rasa menyerbu restoran cepat saji KFC dan McDonald, mereka memaksa pelanggan untuk meninggalkan restoran tersebut.
Seperti diberitakan BBC, 3.000 orang pengunjuk rasa membakar bendera AS dan Israel di Filipina Selatan. Aksi protes juga pecah di Sirnagar, wilayah Kashmir, India.
Di Timur Tengah aksi demonstrasi berlangsung cukup damai. Walaupun, ratusan mahasiswa Yaman berkumpul di depan gedung konsulat AS menyerukan pengusiran duta besar AS dari Ibu Kota Sanaa, Yaman. Sementara di di Palestina ribuan pengunjuk rasa juga mengelar aksi protes di Ramallah.
Sebelumnya aksi demonstrasi menentang publikasi film kontroversial tersebut juga pecah di Yordania dan di seluruh Timur Tengah termasuk Asia, mulai dari Bangladesh, Iran, Irak, Jalur Gaza, Kuwait,Sudan,dan Tunisia.
Jumat lalu pemerintah AS kemarin mulai meningkatkan keamanan di seluruh fasilitas diplomatiknya menyusul demonstrasi anti-AS semakin menguat di Timur Tengah dan Afrika Utara serta negara muslim lain.
Di Asia, aksi protes pecah di Afghanistan, Pakistan, India, Indonesia dan Filipina. Sementara di Timur Tengah kembali pecah di Lebanon, Yaman, dan Palestina.
Di Afghanistan ribuan warga Afghanistan tumpah ruah di sejumlah wilayah memprotes film kontroversial yang mengejek Nabi Muhammad.
Kepala kepolisian setempat, Mohammad Ayoub Salangi mengatakan, aksi demonstrasi berpusat di Jalalabad, wilayah yang menjadi pangkalan tentara Amerika Serikat (AS) dan North Atlantic Treaty Organization (NATO).
Sementara aksi demostrasi juga pecah di wilayah Kabul. Dua mobil petugas kepolisian tak luput dari sasaran amuk masa demonstran.
Seorang pengujuk rasa nampaknya berupaya memperkeruh aksi demonstrasi dengan melepaskan sebuah tembakan, beruntung tidak ada korban luka.
"Kami belum melepaskan tembakan pada demostran, dan kami tidak akan melepaskan serangan balik," ungkap Salangi seperti diberitakan Skynews, Senin (17/9/2012).
Polisi mengatakan pengunjuk rasa meneriakkan, "Matilah Amerika, dan Matilah pria yang membuat film yang menghina Nabi Muhammad," ungkap Salangi.
Di Pakistan aksi demonstrasi menantang publikasi film Innocence of Muslims menelan korban jiwa. Seorang pengunjuk rasa dilaporkan tewas dan dua orang menderita luka-luka setelah pengujuk rasa terlibat baku tembak dengan petugas kepolisian di Warai, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan.
Polisi Warai mengatakan sebanyak 800 orang pengunjuk rasa turun ke jalan dan sengaja membakar kantor polisi, rumah seorang hakim dan sebuah kelompok pers lokal.
Sementara itu di Indonesia, aksi protes pecah di beberapa provinsi seperti Medan, Bandung, Solo, dan Ibu Kota Jakarta. Di Solo para pngunjuk rasa menyerbu restoran cepat saji KFC dan McDonald, mereka memaksa pelanggan untuk meninggalkan restoran tersebut.
Seperti diberitakan BBC, 3.000 orang pengunjuk rasa membakar bendera AS dan Israel di Filipina Selatan. Aksi protes juga pecah di Sirnagar, wilayah Kashmir, India.
Di Timur Tengah aksi demonstrasi berlangsung cukup damai. Walaupun, ratusan mahasiswa Yaman berkumpul di depan gedung konsulat AS menyerukan pengusiran duta besar AS dari Ibu Kota Sanaa, Yaman. Sementara di di Palestina ribuan pengunjuk rasa juga mengelar aksi protes di Ramallah.
Sebelumnya aksi demonstrasi menentang publikasi film kontroversial tersebut juga pecah di Yordania dan di seluruh Timur Tengah termasuk Asia, mulai dari Bangladesh, Iran, Irak, Jalur Gaza, Kuwait,Sudan,dan Tunisia.
Jumat lalu pemerintah AS kemarin mulai meningkatkan keamanan di seluruh fasilitas diplomatiknya menyusul demonstrasi anti-AS semakin menguat di Timur Tengah dan Afrika Utara serta negara muslim lain.
(aww)