Lagi, kedutaan AS di Australia diserbu demonstran
Sabtu, 15 September 2012 - 20:59 WIB
Lagi, kedutaan AS di Australia diserbu demonstran
A
A
A
Sindonews.com - Aksi protes menentang publikasi film kontroversial tentang nabi Muhammad pecah di Australia. Aksi demonstrasi yang awalnya pecah di luar gedung konsulat Amerika Serikat (AS) menyebar luas hingga ke taman Hyde.
Inspektur polisi setempat, Mark Walton mengatakan aksi protes tak terorganisir, mereka menimbulkan sejumlah kerusakan. Seorang pengunjuk rasa dan enam polisi dari 150 orang petugas yang diturunkan menderita luka luka akibat bentrok.
"Kita harus membela kehormatan Nabi kita, kita harus bertindak sekarang." ungkap para demonstran seperti dilansir ABCnews, Sabtu (15/9/2012)
Sedikitnya delapan orang demonstran ditangkap karena melakukan tindakan pelanggaran, perkelahian, menyerang anjing petugas dan melemparkan bom molotov. Sementara dua mobil petugas juga tak luput dari serangan demostran.
Sebelumnya aksi demonstrasi menentang publikasi film kontrofersial tersebut juga pecah di Yordania dan di seluruh Timur Tengah termasuk Asia, mulai dari Bangladesh, Iran, Irak, Jalur Gaza, Kuwait,Sudan,dan Tunisia.
Sementara, AS kemarin mulai meningkatkan keamanan di seluruh fasilitas diplomatiknya menyusul demonstrasi anti-AS semakin menguat di Timur Tengah dan Afrika Utara serta negara muslim lain.
Inspektur polisi setempat, Mark Walton mengatakan aksi protes tak terorganisir, mereka menimbulkan sejumlah kerusakan. Seorang pengunjuk rasa dan enam polisi dari 150 orang petugas yang diturunkan menderita luka luka akibat bentrok.
"Kita harus membela kehormatan Nabi kita, kita harus bertindak sekarang." ungkap para demonstran seperti dilansir ABCnews, Sabtu (15/9/2012)
Sedikitnya delapan orang demonstran ditangkap karena melakukan tindakan pelanggaran, perkelahian, menyerang anjing petugas dan melemparkan bom molotov. Sementara dua mobil petugas juga tak luput dari serangan demostran.
Sebelumnya aksi demonstrasi menentang publikasi film kontrofersial tersebut juga pecah di Yordania dan di seluruh Timur Tengah termasuk Asia, mulai dari Bangladesh, Iran, Irak, Jalur Gaza, Kuwait,Sudan,dan Tunisia.
Sementara, AS kemarin mulai meningkatkan keamanan di seluruh fasilitas diplomatiknya menyusul demonstrasi anti-AS semakin menguat di Timur Tengah dan Afrika Utara serta negara muslim lain.
(wbs)