AS tingkatkan keamanan fasilitas diplomatik
Sabtu, 15 September 2012 - 12:03 WIB
AS tingkatkan keamanan fasilitas diplomatik
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Amerika Serikat (AS) kemarin mulai meningkatkan keamanan di seluruh fasilitas diplomatiknya menyusul demonstrasi anti-AS semakin menguat di Timur Tengah dan Afrika Utara serta negara muslim lain.
Gedung Putih menegaskan, keamanan telah ditingkatkan di misi diplomatik AS di seluruh dunia.“Kita terus memantau dari dekat perkembangan yang dapat memicu lebih banyak demonstrasi,” kata Juru Bicara Gedung Putih Jay Carney dikutip AFP.
Kemarin aparat keamanan Libya kemarin telah menangkap empat orang tersangka pelaku penyerangan terhadap gedung Konsulat. Sementara itu, Perdana Menteri baru Libya Mustafa Abu Shaqur mengatakan bahwa penyelidikan kasus ini terus mengalami kemajuan.
Dia menegaskan, kalau satu orang ditangkap terlebih dahulu dan berkembang menjadi tiga orang lain yang berhasil diamankan.
“Bukti-bukti yang diperoleh penyidik berasal dari gambar di lokasi kejadian dan kesaksian para saksi,” paparnya. Abu Shaqur menyatakan, serangan atas konsulat AS sebagai tindakan kriminal.
Dia mengatakan, kemarahan terhadap film yang dinilai melecehkan Islam tidak bisa dijadikan pembenaran atas serangan itu. “Sebagian orang-orang yang menyerang tidak paham bahwa kasus film itu tak ada hubungannya dengan pemerintah AS,” katanya kepada BBC.
Kerusuhan antara polisi dan demonstran masih berlanjut sejak Selasa (11/9) lalu.Para demonstran yang terdiri dari anak muda kerap melempari polisi dan gedung Kedutaan Besar AS di Kairo dengan batu.
Polisi membalasnya dengan menembakkan gas air mata. Sebelumnya aksi demonstrasi yang berujung kerusuhan pada Kamis (13/9) melukai 224 orang. Persaudaraan Muslim (Ikhwanul Muslimin/IM), organisasi politik terbesar di Mesir, telah menyerukan aksi damai setelah Salat Jumat kemarin.
Presiden Mesir Muhammad Mursi juga menyarankan para warganya untuk tetap tenang. Di Yaman, kelompok antipemerintah kemarin menyerukan aksi demonstrasi.
Aksi itu dilakukan setelah empat orang tewas ditembak oleh polisi saat menggelar aksi demonstrasi di Kedubes AS di Sanaa. Sebelumnya demonstran sempat menyerbu bagian depan kantor Kedutaan besar AS di Sanaa pada Kamis (13/9).
Di Lebanon, satu orang demonstran tewas dan 25 lainnya luka-luka setelah pengunjuk rasa terlibat bentrokan dengan aparat keamanan saat terjadi aksi anti-AS yang dipicu film yang dinilai anti-Islam itu.
Di Yordania, aktivis Salafi juga menggelar demonstrasi di Amman. Hal serupa juga menyebar di seluruh Timur Tengah dan Asia,mulai dari Bangladesh, Iran, Irak, Jalur Gaza, Kuwait,Sudan,dan Tunisia.
Gedung Putih menegaskan, keamanan telah ditingkatkan di misi diplomatik AS di seluruh dunia.“Kita terus memantau dari dekat perkembangan yang dapat memicu lebih banyak demonstrasi,” kata Juru Bicara Gedung Putih Jay Carney dikutip AFP.
Kemarin aparat keamanan Libya kemarin telah menangkap empat orang tersangka pelaku penyerangan terhadap gedung Konsulat. Sementara itu, Perdana Menteri baru Libya Mustafa Abu Shaqur mengatakan bahwa penyelidikan kasus ini terus mengalami kemajuan.
Dia menegaskan, kalau satu orang ditangkap terlebih dahulu dan berkembang menjadi tiga orang lain yang berhasil diamankan.
“Bukti-bukti yang diperoleh penyidik berasal dari gambar di lokasi kejadian dan kesaksian para saksi,” paparnya. Abu Shaqur menyatakan, serangan atas konsulat AS sebagai tindakan kriminal.
Dia mengatakan, kemarahan terhadap film yang dinilai melecehkan Islam tidak bisa dijadikan pembenaran atas serangan itu. “Sebagian orang-orang yang menyerang tidak paham bahwa kasus film itu tak ada hubungannya dengan pemerintah AS,” katanya kepada BBC.
Kerusuhan antara polisi dan demonstran masih berlanjut sejak Selasa (11/9) lalu.Para demonstran yang terdiri dari anak muda kerap melempari polisi dan gedung Kedutaan Besar AS di Kairo dengan batu.
Polisi membalasnya dengan menembakkan gas air mata. Sebelumnya aksi demonstrasi yang berujung kerusuhan pada Kamis (13/9) melukai 224 orang. Persaudaraan Muslim (Ikhwanul Muslimin/IM), organisasi politik terbesar di Mesir, telah menyerukan aksi damai setelah Salat Jumat kemarin.
Presiden Mesir Muhammad Mursi juga menyarankan para warganya untuk tetap tenang. Di Yaman, kelompok antipemerintah kemarin menyerukan aksi demonstrasi.
Aksi itu dilakukan setelah empat orang tewas ditembak oleh polisi saat menggelar aksi demonstrasi di Kedubes AS di Sanaa. Sebelumnya demonstran sempat menyerbu bagian depan kantor Kedutaan besar AS di Sanaa pada Kamis (13/9).
Di Lebanon, satu orang demonstran tewas dan 25 lainnya luka-luka setelah pengunjuk rasa terlibat bentrokan dengan aparat keamanan saat terjadi aksi anti-AS yang dipicu film yang dinilai anti-Islam itu.
Di Yordania, aktivis Salafi juga menggelar demonstrasi di Amman. Hal serupa juga menyebar di seluruh Timur Tengah dan Asia,mulai dari Bangladesh, Iran, Irak, Jalur Gaza, Kuwait,Sudan,dan Tunisia.
(aww)