Hillary kecam penyerangan kedutaan AS di Libya
Rabu, 12 September 2012 - 16:06 WIB
Hillary kecam penyerangan kedutaan AS di Libya
A
A
A
Sindonews.com - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengutuk aksi penyerangan gedung konsulat AS di di Benghazi, Libya timur.
Saat ini, pihak AS sudah bekerjasama dengan militer Libya untuk mengatasi serangan ini. “Kami sangat terluka atas kehilangan yang mengerikan ini," ujar Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton dikutip dari Al-Jazeera, Rabu (12/9/2012).
Hillary mengatakan, beberapa pihak mencoba membenarkan prilaku ganas mereka sebagai bentuk respon atas sebuah berita (film menghina nabi Muhammad) yang diposting di internet.
"AS menyayangkan hal itu berbagai suatu tindakan yang sengaja dilakukan untuk merendahkan keyakinan agama orang lain. Tapi biar saya perjelas. Pernyataan ini bukan tindakan pembenaran atas berbagai tindakan kekerasan yang terjadi," tegas Hillary.
Seperti diketahui, seorang staf konsulat Amerika Serikat (AS) tewas saat bentrok sengit antara sekelompok orang bersenjata dan militer Libya di depan gedung konsulat AS di Benghazi, Libya timur.
"Salah seorang staf AS tewas sementara sejumlah orang menderita luka-luka dalam bentrok di depan gedung konsulat Amerika Serikat," ungkap juru bicara Komite Keamanan Tinggi Libya, Abdel-Monem Al-Hurr seperti diberitakan Al-Jazeera, Rabu (12/9/2012).
Al-Hurr mengatakan para demonstran melemparkan bom molotov dan tembakan ke gedung konsulat AS di Benghazi dari lokasi pertanian di sekitar gedung.
Sementara, pasukan kemanan kewalahan membalas tembakan para penyerang. Militer telah diperintahkan untuk menutup jalan dan mengepung lokasi gedung konsulat.
Saat ini, pihak AS sudah bekerjasama dengan militer Libya untuk mengatasi serangan ini. “Kami sangat terluka atas kehilangan yang mengerikan ini," ujar Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton dikutip dari Al-Jazeera, Rabu (12/9/2012).
Hillary mengatakan, beberapa pihak mencoba membenarkan prilaku ganas mereka sebagai bentuk respon atas sebuah berita (film menghina nabi Muhammad) yang diposting di internet.
"AS menyayangkan hal itu berbagai suatu tindakan yang sengaja dilakukan untuk merendahkan keyakinan agama orang lain. Tapi biar saya perjelas. Pernyataan ini bukan tindakan pembenaran atas berbagai tindakan kekerasan yang terjadi," tegas Hillary.
Seperti diketahui, seorang staf konsulat Amerika Serikat (AS) tewas saat bentrok sengit antara sekelompok orang bersenjata dan militer Libya di depan gedung konsulat AS di Benghazi, Libya timur.
"Salah seorang staf AS tewas sementara sejumlah orang menderita luka-luka dalam bentrok di depan gedung konsulat Amerika Serikat," ungkap juru bicara Komite Keamanan Tinggi Libya, Abdel-Monem Al-Hurr seperti diberitakan Al-Jazeera, Rabu (12/9/2012).
Al-Hurr mengatakan para demonstran melemparkan bom molotov dan tembakan ke gedung konsulat AS di Benghazi dari lokasi pertanian di sekitar gedung.
Sementara, pasukan kemanan kewalahan membalas tembakan para penyerang. Militer telah diperintahkan untuk menutup jalan dan mengepung lokasi gedung konsulat.
(aww)